Ketika menstruasi datang, jangan bingung memilih antara tampon atau pembalut. Di Indonesia sendiri, mungkin masih banyak orang yang belum akrab dengan perbedaannya. Ketahui plus dan minus keduanya, sehingga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan untuk memenuhi kebutuhanmu saat menstruasi.

Menstruasi yang datang tiap bulan seharusnya tidak menjadi hambatan untuk beraktivitas bagi kaum perempuan. Kamu bisa menggunakan pembalut atau tampon yang dijual bebas, untuk menyerap darah yang keluar. Tentunya kedua produk tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mau tahu apa saja? Yuk, kita simak.

Tampon atau Pembalut? Pilih Sesuai Kebutuhan - Alodokter

Hal yang Perlu Anda Ketahui dari Tampon

Tampon biasanya terbuat dari bahan penyerap cairan yang dibentuk menjadi tabung kecil. Tampon menyerap darah menstruasi dari dalam vagina, artinya tampon digunakan dengan cara memasukkannya ke dalam kemaluan.

Beberapa jenis tampon dilengkapi aplikator dari plastik atau tabung kardus yang membantu memudahkan produk ini masuk ke dalam vagina. Namun, ada juga tampon yang harus dimasukkan menggunakan jari tangan.

Terdapat seuntai benang pada salah satu ujung tampon. Fungsinya untuk menarik tampon jika ingin diganti. Sama seperti pembalut, tampon juga tersedia dengan tingkat ketebalan dan daya serap yang dapat berbeda-beda sesuai kebutuhan.

Bentuk tampon lebih kecil daripada pembalut, sehingga lebih mudah dan ringkas dibawa serta bisa diselipkan di mana saja. Selain itu, saat kamu mengenakan rok atau celana ketat, tidak akan menimbulkan bentuk pembalut. Tampon pun dapat digunakan ketika kamu berenang.

Yang perlu diingat adalah tampon harus diganti tiap 4-6 jam sekali agar tidak meninggal bercak pada pakaian atau bahkan bocor. Ganti tampon dengan yang baru sebelum tidur dan segera setelah bangun tidur.

Rutin mengganti tampon sangatlah penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri berlebih yang dapat menyebabkan sindrom syok toksik (toxic shock syndrome atau TSS). Meski hal sangat jarang terjadi, namun tidak dapat disepelekan. Itulah mengapa lebih disarankan menggunakan tampon yang tidak terlalu tebal. TSS ditandai dengan demam, mual, diare, nyeri otot, lemas, dan ruam kemerahan sekitar vagina. Jika mengalami hal ini, segeralah cari pertolongan medis.

Memahami Penggunaan Pembalut

Sama seperti tampon, pembalut juga terbuat dari bahan yang dapat menyerap cairan dan mudah dibawa ke mana saja. Bedanya, pembalut berbentuk persegi panjang dan lebih besar. Selain itu, pembalut digunakan dengan cara direkatkan ke sisi bagian dalam dari celana dalam.

Beberapa pembalut dilengkapi dengan tambahan di bagian samping (disebut "sayap") yang bisa dilipat. Gunanya, untuk mencegah kebocoran samping dan menjaga posisi pembalut tidak bergeser. Pembalut tersedia dalam berbagai ketebalan dan panjang bantalan, disesuaikan dengan kebutuhan. Di Indonesia, pembalut lebih mudah ditemukan daripada tampon.

Selain itu, ada juga pembalut yang diberi wewangian dan bahan deodoran. Sayangnya, hal tersebut justru dapat menyebabkan iritasi pada vagina atau reaksi alergi. Sebaiknya, pilihlah pembalut yang aman, dengan bahan permukaan yang lembut, daya serap baik, dan tidak mengandung pewangi atau deodoran.

Hal yang perlu Anda ingat kembali adalah jangan lupa mengganti pembalut setiap 3 atau 4 jam sekali, apapun jenis dan merek pembalut yang kamu pakai. Ini dilakukan untuk mencegah penumpukan bakteri dan menghilangkan bau. Terutama jika darah haid yang keluar sedang banyak-banyaknya, ganti pembalut sesering mungkin.

Setelah memahami mengenai tampon dan pembalut, Anda dapat memilih salah satu atau menggunakan keduanya secara bergantian, sesuai kebutuhan. Misalnya, tampon ketika berenang dan pembalut ketika tidur. Yang penting, jangan lupa untuk rutin menggantinya, dan selalu menjaga kebersihan tubuh serta organ intim.