Sering merasa lelah dan pusing, padahal sedang tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Hati-hati, bisa jadi ini merupakan tanda-tanda kurang darah. Kekurangan darah atau anemia merupakan kondisi yang terjadi akibat tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ada beragam jenis amenia, mulai dari anemia defisiensi besi, anemia defisiensi vitamin, anemia yang disebabkan oleh kehamilan, serta anemia aplastik. Namun, anemia yang paling sering diderita oleh sebagian orang adalah anemia defisiensi besi. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi yang diperlukan dalam memproduksi sel darah merah.

Tanda-Tanda Kurang Darah yang Belum Tentu Anda Ketahui - Alodokter

Penderita anemia defisiensi besi umumnya akan mengalami gejala kelelahan, pusing, sulit konsentrasi, sakit kepala, kesemutan, kulit terlihat pucat, tangan dan kaki dingin, nafsu makan berkurang, serta jantung berdebar-debar.

Faktanya, banyak orang yang masih belum menyadari bahwa dirinya mengalami kurang darah dan menganggap gejala-gejala tersebut bukan merupakan tanda dari kekurangan darah.

Beragam Tanda-tanda Kurang Darah

Selain kelelahan, tampak pucat, sakit kepala, pusing, dan jantung berdebar-debar, terdapat tanda-tanda kurang darah yang jarang diketahui secara umum, yaitu:

  • Sering infeksi
    Limpa adalah salah satu organ tubuh yang membantu melawan infeksi. Apabila tubuh kekurangan sel darah merah, maka bisa mengurangi pasokan oksigen ke limpa. Oleh karenanya, limpa tidak dapat bekerja secara optimal dalam mencegah infeksi.
    Selain limpa, organ tubuh yang juga berperan dalam melawan infeksi adalah kelenjar getah bening. Organ ini adalah tempatnya sel darah putih sebagai tameng dalam melawan infeksi. Apabila tubuh kekurangan zat besi, pasokan oksigen ke kelenjar getah bening menjadi berkurang, sehingga tidak dapat memproduksi sel darah putih secara maksimal. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah untuk mengalami infeksi. Di sinilah peran zat besi dalam mendukung sistem kekebalan tubuh.
  • Rambut rontok
    Rambut yang rontok sebanyak 100 helai per hari masih dianggap ke dalam kondisi normal. Namun, jika rambut rontok terjadi secara berlebihan dan membuat rambut tidak tumbuh kembali, ada kemungkinan Anda mengalami kekurangan zat besi.
    Saat tubuh kekurangan zat besi, pasokan oksigen ke folikel rambut menjadi berkurang, sehingga membuat kulit kepala menjadi kering dan lemah. Kondisi inilah memicu rambut rontok secara berlebihan dan membuat rambut berhenti untuk tumbuh. Namun jangan khawatir, sebab ketika zat besi sudah tercukupi dan Anda terbebas dari kurang darah, umumnya rambut dapat tumbuh kembali.
  • Lidah bengkak
    Kurang darah dapat membuat organ-organ di seluruh tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Kondisi ini dapat menyebabkan otot-otot di seluruh tubuh akan mengalalami pembengkakan, termasuk otot lidah. Jika hal ini terjadi, maka lidah akan menjadi bengkak dan terasa sakit. Selain lidah yang bengkak, kurang darah juga dapat mengakibatkan mulut dan sudut bibir menjadi kering dan retak-retak.
  • Sindrom restless leg
    Defisiensi zat besi dapat membuat penderitanya mengalami sindrom restless leg atau kaki gelisah. Pada sindrom ini, terdapat getaran yang menjalar di kaki, semacam aliran listrik. Hal ini membuat penderita memiliki dorongan untuk terus menggerakkan kaki seperti seseorang yang sedang gelisah.

Agar Anda tidak mengalami kurang darah dan akhirnya menyebabkan terjadinya hal-hal di atas, penuhilah kebutuhan zat besi harian Anda. Salah satu caranya adalah dengan lebih mengutamakan asupan zat besi dari makanan sehari-hari. Untuk anemia yang disebabkan oleh penyakit tertentu, maka kondisi ini perlu diperiksakan ke dokter agar dapat diobati sesuai penyebabnya.