Tangan kanan kesemutan tentunya akan membuat tidak nyaman, sebab kebanyakan orang lebih dominan menggunakan tangan kanan untuk melakukan aktivitas, seperti menulis, melukis, dan mengetik keyboard komputer. Penyebab tangan kanan kesemutan ada bermacam-macam. Ketahui apa saja penyebabnya, agar dapat dihindari.

Kesemutan adalah kondisi di mana anggota tubuh mengalami sensasi panas, geli, atau kebas yang dibarengi dengan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum. Dalam istilah medis, kesemutan disebut sebagai parestesia.

Tangan Kanan Kesemutan, Ini Penyebabnya - Alodokter

Kondisi ini terjadi saat saraf-saraf di bagian tubuh tertentu tertekan dalam waktu yang cukup lama, sehingga aliran listrik pada saraf tersebut terhambat. Kesemutan bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun, terutama kaki, lengan, atau tangan.

Selain karena penekanan saraf, kesemutan pada tangan kanan atau bagian tubuh lainnya juga bisa disebabkan oleh suatu penyakit.

Penyebab Kesemutan di Tangan Kanan

Kesemutan pada tangan bisa bersifat sementara (akut) atau berlangsung lama (kronis). Contoh kesemutan yang bersifat sementara adalah ketika tangan terhimpit tubuh atau kepala saat tertidur. Kesemutan ini biasanya akan hilang dengan sendirinya ketika sudah tidak ada tekanan.

Sedangkan kesemutan tangan kronis bisa menimbulkan rasa nyeri yang menusuk dan menyebabkan tangan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Jika sudah demikian, kesemutan bisa menjadi tanda adanya penyakit.

Berikut ini adalah berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan kesemutan di tangan kanan:

1. Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan pada saraf tepi yang dapat menyebabkan kesemutan disertai dengan rasa ditusuk-tusuk jarum dan sensasi perih atau panas di bagian tubuh tertentu, seperti jari tangan dan kaki.

Selain kesemutan atau mati rasa, neuropati perifer juga bisa menyebabkan kelemahan bahkan kelumpuhan anggota gerak pada bagian saraf yang bermasalah.

Ada beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan neuropati perifer, di antaranya:

  • Penyakit, seperti diabetes, penyakit ginjal dan hati, tumor atau kanker, dan penyakit autoimun.
  • Infeksi, seperti herpes simpleks, herpes zoster, dan sifilis.
  • Cedera.
  • Konsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin B12 dan folat.
  • Paparan zat beracun, seperti logam berat, timbal, arsenik, dan merkuri.
  • Efek samping obat-obatan, seperti kemoterapi dan obat golongan statin.

2. Radikulopati

Radikulopati merupakan kondisi di mana saraf tulang belakang mengalami kerusakan atau gangguan, sehingga terjadi kesemutan, nyeri, kelemahan, atau kelumpuhan pada bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf tersebut.

Gejalanya bisa berupa nyeri yang menjalar dari leher menuju bahu, lengan, hingga tangan kanan atau tangan kiri. Radikulopati juga bisa menyebabkan nyeri yang menjalar dari punggung ke salah satu paha hingga ke kaki. Dalam kasus tertentu, gangguan saraf bisa dirasakan di kedua sisi tubuh.

Radikulopati bisa disebabkan oleh saraf terjepit (HNP), tumor atau pergeseran tulang belakang yang menekan saraf, hingga penyempitan saluran saraf tulang belakang yang menuju ke kaki maupun tangan.

3. Carpal tunnel syndrome

Sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS) terjadi ketika saraf di dalam pergelangan tangan tertekan atau mengalami iritasi. Kondisi ini membuat tangan dan jari tangan mengalami kesemutan, mati rasa, nyeri, lemah, bahkan lumpuh. Jari tangan yang bermasalah akibat penyakit ini umumnya ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.

Carpal tunnel syndrome bisa terjadi akibat salah satu atau kombinasi dari beberapa faktor berikut ini:

  • Gerakan tangan yang berulang karena aktivitas rutin atau pekerjaan, misalnya mencuci, mengetik, menulis, dan menggambar.
  • Patah tulang di pergelangan tangan.
  • Radang sendi.
  • Obesitas.
  • Penyakit, seperti diabetes dan gangguan tiroid.

4. Spasme otot tangan

Spasme adalah kedutan yang terjadi secara mendadak dan sulit diduga kemunculannya. Kondisi ini bisa terjadi pada bagian otot mana pun, termasuk tangan. Saat terkena kondisi ini, tangan kanan atau kiri dapat mengalami kaku, gemetaran, nyeri, hingga kesemutan.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan spasme pada tangan, di antaranya adalah kelelahan atau terlalu banyak melakukan aktivitas fisik yang melibatkan tangan, konsumsi kafein berlebihan, dehidrasi, kram otot, radang otot, serta penyakit saraf, seperti distonia dan penyakit Huntington.

Untuk meringankan kesemutan pada tangan kanan dan mencegahnya kambuh, sebaiknya hindari melakukan gerakan berulang pada tangan dan istirahatkan tangan lebih sering. Batasi juga aktivitas jika tangan sudah terasa lelah dan pegal.

Apabila Anda sering mengalami kesemutan yang terus-menerus pada tangan kanan, tangan kiri, atau bagian tubuh lainnya tanpa sebab yang jelas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan pengobatan yang tepat.