Teh kombucha mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, teh hasil fermentasi ini telah menjadi buah bibir masyarakat Amerika karena dianggap bermanfaat banyak bagi kesehatan tubuh.

Teh hasil fermentasi beberapa ragi ini memiliki cita rasa tajam dan asam serta beraroma seperti cuka. Teh yang dikenal juga dengan sebutan teh jamur ini mengandung vitamin B, sedikit alkohol, antioksidan, asam glukolat, dan probiotik.

Teh Kombucha, Sebaiknya Selidiki Dahulu Sebelum Membeli - Alodokter

Alasan di Balik Kepopuleran Manfaat Teh Kombucha

Penelitian tentang teh kombucha masih sangat terbatas. Walau demikian, dari sedikit uji klinis tersebut ditemukan beberapa manfaat dari teh kombucha, antara lain:

  • Sebagai detoksifikasi tubuh

Diduga, teh kombucha berperan membantu tugas organ hati dalam melakukan detoksifikasi tubuh. Para ahli berpendapat bahwa kandungan asam glukoronat di dalam teh kombucha dapat melindungi sel-sel hati dari kerusakan yang disebabkan oleh racun yang masuk ke tubuh. Selain itu, asam glukoronat pada teh kombucha membantu mengikat racun pada organ hati dan menguraikannya melalui ginjal.

  • Baik untuk pencernaan

Sama seperti asinan kubis, kefir, acar, dan tempe, teh kombucha kaya akan kandungan probiotik juga. Kandungan probiotik pada teh kombucha membantu memerangi bakteri jahat yang menyebabkan terjadinya infeksi dan penyakit. Di dalam sistem pencernaan, kandungan probiotik ini mampu meredakan diare serta meningkatkan kesehatan usus.

  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Teh kombucha bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendapatkan efek antivirus. Sebuah studi menunjukkan bahwa teh hitam kombucha dan teh hijau kombucha memiliki efek antibakteri dan antijamur, termasuk terhadap jamur Candida dan Staphylococcus.

  • Baik untuk perkembangan otak

Kandungan probiotik pada teh kombucha tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan saja, tapi juga bermanfaat dalam mengatasi depresi dan kesehatan gigi pada anak. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa makanan fermentasi, seperti kombucha, ditengarai memiliki manfaat baik untuk perkembangan otak dan perilaku karena adanya kandungan bakteri baik dan kandungan vitamin B pada teh kombucha. Akan tetapi hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan hasil yang konsisten.

Hati-hati Membuat Teh Kombucha di Rumah

Kepopuleran teh kombucha membuat sebagian orang tertarik untuk membuat teh fermentasi ini sendiri di rumah. Namun sebelumnya, Anda harus berhati-hati karena membuat teh kombucha di rumah sebenarnya tidak disarankan sebagaimana kesalahan dalam proses pembuatannya justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Bagi Anda yang tertarik membuat teh kombucha di rumah, pastikan bahwa prosedur pembuatan teh kombucha telah diikuti dengan baik dan alat-alat yang digunakan benar-benar dalam keadaan bersih. Sebab, kondisi yang berbeda pada setiap rumah dapat memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri patogen, seperti Aspergillus, pada teh kombucha yang dibuat. Untuk menghindari risiko keracunan, disarankan untuk menghindari penyimpanan teh kombucha menggunakan wadah yang terbuat dari bahan keramik ataupun kristal.

Selain kondisi dan proses pembuatan teh kombucha, penyimpanan teh kombucha juga harus diperhatikan. Hindari wadah yang terbuat dari bahan keramik ataupun kristal sebab dapat memicu terjadinya keracunan.

Di balik manfaat teh kombucha yang kesemuanya masih membutuhkan studi klinis lebih lanjut, minuman ini juga memiliki beberapa efek samping seperti sakit kepala, mual, dan lelah. Oleh karenanya, para ahli masih berdebat tentang konsumsi minuman ini. Sebagian ahli tidak menganjurkan untuk mengonsumsinya, sebagian lagi menyarankan untuk meminum teh kombucha tidak lebih dari 113 mg.

Teh kombucha memang dipercayai memiliki banyak khasiat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, beberapa manfaat teh kombucha masih dalam penelitian lebih lanjut. Karena itulah, membatasi konsumsi teh kombucha dan mengonsultasikan kepada dokter bisa Anda lakukan untuk mengetahui manfaat lebih lanjut dari teh kombucha.