Telinga keluar cairan kuning sering membuat khawatir karena bisa menandakan adanya gangguan di bagian telinga, baik di telinga tengah, telinga dalam, atau infeksi di saluran telinga. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi hingga gendang telinga pecah.
Normalnya, telinga akan memproduksi kotoran atau serumen. Kotoran telinga ini umumnya berwarna kuning kecokelatan, kental, dan tidak berbau menyengat. Namun, lain halnya jika telinga keluar cairan kuning yang tampak lebih encer atau sangat kental, berbau tidak sedap, dan disertai rasa nyeri atau gatal. Hal ini bisa menandakan adanya gangguan tertentu pada saluran telinga.

Memahami penyebab serta langkah awal penanganannya sangat penting agar kesehatan telinga tetap terjaga.
Penyebab Telinga Keluar Cairan Kuning
Telinga keluar cairan kuning umumnya terjadi karena adanya peradangan atau infeksi di bagian telinga. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan telinga keluar cairan kuning:
1. Infeksi telinga tengah (otitis media)
Infeksi telinga tengah terjadi di ruang belakang gendang telinga dan sering berawal dari flu atau infeksi saluran napas atas. Tekanan dari penumpukan cairan dapat menimbulkan rasa penuh di telinga.
Jika tekanannya cukup kuat, gendang telinga bisa robek sehingga telinga keluar cairan kuning berupa nanah. Kondisi ini umumnya sering diikuti dengan penurunan pendengaran sementara.
2. Infeksi telinga luar (otitis eksterna)
Infeksi pada saluran telinga bagian luar sering terjadi akibat kelembapan berlebih, misalnya setelah berenang atau sering berkeringat. Kondisi ini juga bisa dipicu oleh kebiasaan mengorek telinga terlalu dalam.
Pada kasus ini, telinga keluar cairan kuning biasanya disertai rasa nyeri, gatal, dan bau tidak sedap. Telinga juga bisa terasa bengkak atau sensitif saat disentuh.
3. Cedera pada saluran telinga
Cedera bisa terjadi akibat penggunaan cotton bud atau benda lain yang dimasukkan ke telinga. Luka kecil sekalipun dapat memicu iritasi dan peradangan. Saat terjadi infeksi pada area yang terluka, telinga keluar cairan kuning dapat menjadi tanda adanya respons tubuh terhadap kuman yang masuk.
4. Benda asing masuk ke telinga
Pada anak-anak, benda kecil seperti mainan atau serpihan kapas bisa masuk ke telinga tanpa disadari. Benda asing ini dapat mengiritasi dinding saluran telinga. Iritasi yang berlangsung lama dapat memicu infeksi, sehingga muncul keluhan telinga keluar cairan kuning yang disertai nyeri.
5. Gendang telinga pecah
Gendang telinga pecah juga bisa menjadi penyebab telinga keluar cairan kuning. Gendang telinga dapat robek akibat infeksi berat, tekanan udara, atau benturan. Kondisi ini membuat bagian telinga tengah terbuka.
Akibatnya, telinga keluar cairan kuning bisa muncul bersamaan dengan nyeri mendadak atau pendengaran yang terasa berkurang.
6. Komplikasi penyakit tertentu
Beberapa kondisi, seperti kolesteatoma, dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal di telinga tengah. Masalah ini berkembang perlahan dan sering tidak langsung terasa. Seiring waktu, kondisi tersebut dapat menyebabkan telinga keluar cairan kuning yang kental dan berbau, serta berisiko merusak struktur telinga.
Itulah beberapa penyebab telinga keluar cairan kuning. Perlu diingat, tidak semua cairan berwarna kuning dari telinga menandakan penyakit. Kotoran telinga atau serumen yang normal umumnya berwarna kuning kecokelatan, kental, dan tidak berbau menyengat.
Sebaliknya, pada telinga keluar cairan kuning, cairan biasanya berbau tidak sedap dan disertai rasa nyeri atau gatal. Bila cairan tampak tidak biasa atau keluar terus-menerus, kondisi ini patut diperhatikan lebih serius.
Telinga Keluar Cairan Kuning dan Langkah Awal Penanganannya
Saat telinga keluar cairan kuning, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, yaitu:
- Hindari membersihkan telinga dengan kapas atau benda apa pun.
- Bersihkan telinga hanya di bagian luar dan gunakan benda berbahan lembut, seperti handuk.
- Hindari memasukkan kain kasa atau apa pun ke telinga untuk menghentikan keluarnya cairan.
- Hindari meniup hidung terlalu kuat untuk menjaga tekanan dalam telinga.
- Hindari membersihkan telinga dengan menahan napas, menutup hidung, dan meniupnya, karena bisa meningkatkan tekanan dalam telinga dan memperlambat proses penyembuhan.
- Hindari menggunakan obat tetes telinga apa pun selain yang diresepkan dokter.
Telinga keluar cairan kuning tidak boleh dianggap sepele, terutama bila disertai rasa sakit yang semakin berat, demam tinggi, pendengaran menurun, atau area sekitar telinga tampak bengkak. Pada kondisi seperti ini, risiko gangguan pendengaran bisa meningkat, sehingga Anda dianjurkan untuk segera ke dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mencegah terjadinya telinga keluar cairan kuning, cobalah untuk selalu menjaga kebersihan telinga, menjaga tekanan dalam telinga saat mendaki atau menyelam, serta segera mengeringkan telinga setelah mandi dan berenang.
Bila Anda mengalami telinga keluar cairan kuning, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Anda bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk konsultasi awal. Nantinya, dokter akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai penanganan yang tepat bagi Anda.