Testis Besar Sebelah, Kondisi Normal namun Bisa Berbahaya

Ukuran testis besar sebelah acapkali membuat pria khawatir. Ukuran testis yang sedikit berbeda antara yang kanan dan kiri sebenarnya normal asalkan tidak disertai rasa sakit. Namun jika perbedaan ukurannya cukup besar, Anda patut waspada.

Testis atau testikel merupakan organ berbentuk oval yang menggantung di dalam skrotum di belakang penis. Testis pria dewasa memiliki ukuran sekitar 15 ml (kira-kira seukuran telur burung) hingga 35 mL (kira-kira seukuran telur ayam kampung). Fungsi utama testis adalah untuk menyimpan dan memproduksi sperma, serta memproduksi testosteron. Testosteron adalah hormon yang bertanggung jawab pada perubahan fisik saat pubertas.

Pubertas pada pria mulai terjadi saat berusia antara 9-14 tahun dan bisa berlangsung sampai usia 21 tahun. Saat pubertas, anak laki-laki akan mengalami perubahan fisik yang pesat menjadi pria dewasa. Perubahan yang terjadi, antara lain suara menjadi lebih berat, tumbuh bulu di sekitar bagian intim, dan membesarnya organ reproduksi.

Secara fisik, saat pubertas ukuran penis dan testis membesar. Hal ini diikuti dengan skrotum (kulit pembungkus testis) menjadi lebih gelap dan mulai ditumbuhi rambut. Pada masa ini, testis yang merupakan bagian dari organ reproduksi pria sudah bisa memproduksi sperma. Sperma dikeluarkan dalam air mani, cairan kental berwarna putih, melalui ejakulasi. Ini artinya seorang pria sudah bisa membuahi sel telur wanita dan menghasilkan keturunan.

Normalkah Ukuran Testis Besar Sebelah?

Kondisi testis besar sebelah sebenarnya merupakan hal yang normal. Pada umumnya, testis sebelah kanan bahkan cenderung lebih besar daripada sebelah kiri. Selain itu, salah satu testis cenderung menggantung lebih rendah pada skrotum (kantong zakar) dibandingkan testis satunya.

Meski normal, testis besar sebelah seharusnya tidak disertai rasa sakit. Dalam kondisi normal, Anda tidak akan merasa nyeri testis saat bergerak, duduk, dan berdiri. Selain itu, perbedaan ukuran keduanya seharusnya tidak terlalu besar, begitu juga dengan bentuknya yang tidak jauh berbeda. Perbedaan ukuran testis umumnya tidak lebih dari setengah sendok teh.

Untuk mengecek apakah testis Anda sehat atau tidak, gunakan cara berikut:

  • Posisikan tubuh dalam posisi berdiri. Raba testis sebelah kanan dengan lembut menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Testis akan terasa seperti telur.
  • Periksa apakah ada benjolan, area lunak, atau nyeri.
  • Raba bagian bawah skrotum untuk memeriksa epididimis. Epididimis adalah saluran yang menempel pada testis. Fungsinya untuk menyimpan sperma, menyalurkan sperma keluar dari testis saat ejakulasi dan membantu memberi nutrisi pada testis.
  • Ulangi gerakan sebelumnya untuk testis sebelah kiri.

Pemeriksaan testis secara mandiri ini disarankan untuk dilakukan setidaknya satu kali setiap bulan, dan penting dilakukan terutama bagi Anda yang memiliki riwayat tumor testis, testis tidak turun ke sktrotum, atau memiliki keluarga yang pernah menderita kanker testis.

Bagaimana jika Testis Besar Sebelah disertai Rasa Sakit?

Jika perbedaan ukuran testis cukup besar, disertai dengan rasa nyeri, bengkak, terdapat benjolan, dan berwarna kemerahan, kondisi ini bisa merupakan gejala dari penyakit berikut:

  • Hidrokel
    Hidrokel merupakan penumpukan cairan di dalam skrotum di sekitar testis. Penumpukan cairan ini bisa normal seiring bertambahnya usia dan tidak memerlukan perawatan. Meski demikian, hidrokel bisa juga menandakan adanya peradangan pada testis sehingga testis bengkak.
  • Epididimitis
    Epididimitis adalah radang pada epididimis, yaitu saluran yang menyimpan sperma. Peradangan biasanya terjadi ketika bagian ini mengalami infeksi. Penyebabnya bisa karena penyakit menular seksual, seperti klamidia dan gonore.
  • Kista epididimis
    Pembentukan kista pada epididimis disebabkan oleh kelebihan cairan. Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan apapun.
  • Varikokel
    Kondisi ini muncul karena pembesaran pembuluh darah vena di bagian skrotum, dan biasanya tidak perlu diobati selama tidak diikuti gejala lain, misalnya nyeri pada testis saat duduk yang membaik saat berbaring. Varikokel dapat berpengaruh pada rendahnya kualitas dan jumlah sperma, tetapi tidak pada semua kasus.
  • Orkitis
    Merupakan peradangan pada testis yang disebabkan oleh infeksi virus. Orkitis dapat menyebabkan kerusakan testis.
  • Torsio testis
    Disebut juga testis terpelintir. Kondisi ini bisa memperlambat atau bahkan menghentikan aliran darah ke testis, dapat menimbulkan nyeri hebat, dan merupakan keadaan darurat yang membutuhkan perawatan medis segera.
  • Kanker testis
    Kanker testis terjadi ketika sel-sel kanker tumbuh di testis. Kanker testis termasuk penyakit yang jarang terjadi. Hanya 4 dari 100 benjolan pada testis yang dinyatakan sebagai kanker.

Selama variasi perbedaan ukuran testis tidak terlalu signifikan, dan keluhan testis besar sebelah tidak disertai keluhan dan gejala lain seperti nyeri pada testis, masalah ejakulasi, atau susah mendapat keturunan, maka kondisi Anda mungkin tidak berbahaya. Namun Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika testis besar sebelah disertai gejala lain yang disebutkan di atas, atau perbedaan ukuran testis membuat Anda khawatir.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi