Thecort adalah obat oles untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit yang disertai peradangan, seperti gatal, kemerahan, dan bengkak. Thecort hadir dalam sediaan krim yang mengandung hydrocortisone 1% dan miconazole 2%.

Miconazole dalam Thecort bekerja dengan cara mengganggu pembentukan ergosterol sehingga merusak struktur membran sel jamur. Sementara itu, hydrocortisone bekerja dengan cara menekan respons sistem imun yang berlebihan, serta menghambat aktivitas senyawa penyebab timbulnya gejala radang pada kulit.

Thecort

Thecort tersedia dalam kemasan tube 5 gr. Thecort 2% Krim 5 gr dapat diperoleh di apotek dengan resep dokter.

Apa Itu Thecort

Bahan aktif Hydrocortisone acetate dan miconazole
Golongan Obat resep
Kategori Kombinasi kortikosteroid topikal dan antijamur topikal golongan azole
Manfaat Mengatasi infeksi jamur pada kulit yang disertai peradangan 
Digunakan oleh Dewasa
Thecort untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping hydrocortisone topikal dan miconazole terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat oles yang mengandung hydrocortisone dan miconazole, seperti Thecort, tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali atas anjuran dokter.
Thecort untuk ibu menyusui Thecort umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama mengikuti petunjuk dokter.
Jika perlu menggunakan obat ini pada puting, oleskan setelah selesai menyusui dan jangan lupa untuk membersihkan sisa obat sebelum waktu menyusui selanjutnya.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Thecort

Penggunaan Thecort harus mengikuti saran atau resep dari dokter. Perhatikan hal-hal berikut sebelum menggunakan obat ini:

  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah mengalami iritasi atau alergi terhadap obat oles dan sebutkan juga jenis obatnya jika memungkinkan. Thecort tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap kandungan produk ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami alergi atau iritasi kulit setelah menggunakan obat oles yang mengandung obat lain yang tergolong antijamur topikal golongan azole, atau kortikosteroid topikal, seperti mometasone furoate.
  • Jangan menggunakan Thecort untuk mengobati tuberkulosis kulit atau infeksi kulit akibat virus, seperti herpes.
  • Jangan memakai obat oles berbahan aktif hydrocortisone untuk mengobati ruam popok, jerawat, rosacea, atau dermatitis perioral, kecuali atas anjuran dokter.
  • Mintalah saran dokter sebelum menggunakan obat oles berbahan miconazole jika Anda sedang menderita diabetes, HIV-AIDS, penyakit ginjal, penyakit liver, atau gangguan kelenjar adrenal, seperti sindrom Cushing.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan Thecort jika terdapat luka bakar, luka yang besar, luka tusuk, atau luka akibat gigitan hewan di area kulit yang akan diobati.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui.
  • Diskusikan dengan dokter perihal pemakaian Thecort jika Anda sedang menggunakan obat tertentu, termasuk, obat oles lain, suplemen, dan produk herbal. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya interaksi antarobat.
  • Jangan mengoleskan obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Thecort kecuali atas anjuran dokter.
  • Hindari pemakaian Thecort di area wajah, ketiak, atau lipatan kulit, kecuali atas saran dokter.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah memakai Thecort.

Dosis dan Aturan Pakai Thecort

Oleskan Thecort secara merata pada area kulit yang perlu diobati, 1–2 kali sehari. Lama pengobatan 5–7 hari atau sesuai petunjuk dokter.

Cara Menggunakan Thecort dengan Benar

Gunakanlah Thecort sesuai anjuran dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan menggunakan krim ini terlalu banyak atau terlalu sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai. Penggunaan krim kortikosteroid secara berlebihan dan dalam waktu yang lama bisa menimbulkan sindrom Cushing.

Agar obat bekerja sesuai fungsinya, ikuti cara menggunakan Thecort berikut:

  • Pastikan untuk mencuci tangan dan mengeringkannya sebelum menggunakan Thecort. Bersihkan dan keringkan area kulit yang akan diobati.
  • Oleskan krim Thecort tipis-tipis di area kulit yang perlu diobati hingga merata.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi krim Thecort dengan perban, kecuali atas saran dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Thecort, kecuali jika yang diobati area tangan.
  • Simpan Thecort di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jika lupa menggunakan Thecort, segera pakai obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pemakaian berikutnya, tidak perlu mengoleskan obat ini lebih banyak pada pemakaian selanjutnya.
  • Berhati-hatilah saat mengoleskan Thecort pada kulit. Jangan sampai obat ini mengenai mata, atau bagian dalam hidung, mulut, vagina, maupun anus. Bila area tersebut terkena obat, segera bilas dengan air bersih.
  • Hindari pemakaian Thecort lebih dari 1 minggu kecuali atas instruksi dokter. Beri tahu dokter jika keluhan tidak membaik atau kambuh lagi meski sudah menggunakan Thecort sesuai petunjuk dokter. Guna mendapat respons yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter.
  • Jangan gunakan Thecort yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat oles ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Thecort dengan Obat Lain

Krim berbahan aktif miconazole yang digunakan bersama warfarin berisiko menimbulkan perdarahan atau memar. Meski demikian, risiko interaksi ini jarang terjadi, kecuali miconazole digunakan pada area kulit yang luas, dalam jumlah banyak, atau dalam jangka panjang.

Agar aman,  jangan memakai Thecort bersamaan dengan produk perawatan kulit atau obat oles lain pada area kulit yang sama, kecuali atas izin dokter.

Efek Samping dan Bahaya Thecort

Penggunaan Thecort dapat menyebabkan iritasi ringan, seperti kemerahan, gatal, dan panas pada kulit. Hubungi dokter melalui layanan chat jika keluhan tersebut tidak membaik atau justru makin parah.

Jangan tunda ke dokter jika penggunaan Thecort menimbulkan efek samping yang mengganggu, termasuk:

  • Perubahan warna kulit yang mencolok
  • Gejala infeksi kulit, seperti kemerahan, bengkak, dan luka bernanah
  • Jerawat yang banyak, stretch mark, atau folikulitis
  • Gangguan penglihatan yang menetap, termasuk pandangan buram atau muncul lingkaran pelangi (halo) saat melihat sumber cahaya

Mencari dokter yang sesuai kini lebih mudah lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER. Anda bisa melihat ulasan pasien lain, cek jadwal praktik terbaru, dan atur janji dalam waktu singkat.

Segera ke IGD terdekat jika timbul reaksi alergi obat setelah memakai Thecort. Gejala alergi obat mencakup biduran, gatal-gatal, bengkak di bibir atau kelopak mata, mengi, atau sesak napas.