Tidak Selalu Berbahaya, Ini Penyebab Perut Kencang Saat Hamil Muda

Perut kencang saat hamil muda mungkin saja terjadi pada Anda. Kondisi ini mungkin sering memicu kekhawatiran ibu hamil, meski umumnya hal itu merupakan proses normal untuk mendukung perkembangan bayi.

Bagi kehamilan normal, umumnya hal ini tidak berbahaya. Namun, tidak ada salahnya bila tetap mewaspadai keluhan ini dan perhatikan dengan cermat lebih lanjut. Jika terjadi hingga empat kali dalam satu jam, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

perut kencang saat hamil muda - alodokter

Penyebab yang Umum Terjadi

Perut kencang saat hamil muda, umumnya disebabkan rahim yang sedang berkembang akan mendorong otot-otot perut. Akibatnya, perut jadi terasa kencang.

Selain itu, perut kencang saat hamil muda juga dapat disebabkan beberapa hal, seperti:

  • Nyeri ligamen (round ligament pain)

Round ligament adalah jaringan yang membantu menyokong rahim, jaringan ini terhubung dari sekitar rahim hingga lipat paha. Seiring dengan berkembangnya kehamilan, maka ukuran rahim pun akan ikut berkembang. Hal ini menyebabkan ligamen-ligamen tersebut ikut meregang, dan menimbulkan rasa tidak nyaman berupa nyeri. Perut yang sudah kencang karena adanya perluasan rahim, akan terasa lebih kencang karena adanya rasa nyeri pada ligamen.

  • Konstipasi

Perut kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan karena ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit dan perut kembung. Pada saat hamil, kadar hormon progesteron meningkat. Sehingga proses pencernaan menjadi lebih lambat. Sakit pada perut karena hal ini dapat diatasi dengan cara makan makanan yang sifatnya melunakkan tinja seperti serat dari buah dan sayuran, olahraga dan minum lebih banyak cairan terutama air putih.

  • Kram

Kram bisa menjadi tanda-tanda awal kehamilan pada sebagian wanita. Jika Anda mengalaminya, jangan buru-buru panik. Kram terjadi ketika hamil muda karena pada saat itu sel telur yang telah dibuahi sedang mencoba melekat di dinding rahim. Perut kencang saat hamil muda yang disebabkan karena kram juga dapat terjadi ketika kehamilan menginjak trimester kedua. Selama kehamilan, maka otot rahim akan bekerja keras untuk menjaga kehamilan. Pada saat-saat tertentu selama kehamilan, seperti ketika menahan buang air kecil atau melakukan senam, otot rahim yang sudah kencang selama kehamilan, menjadi lebih mudah mengalami kram.

  • Setelah berhubungan seks

Penyebab lain dari perut kencang saat hamil muda adalah karena berhubungan seks hingga mencapai orgasme. Saat orgasme, otot-otot akan bereaksi dan dapat berpengaruh pada vagina serta rahim, sehingga menimbulkan kram. Pada saat inilah perut terasa kencang.

Penyebab yang Lebih Serius

Rasa nyeri atau perut kencang saat hamil muda juga bisa disebabkan karena kondisi yang lebih serius, seperti kehamilan ektopik. Hal ini terjadi ketika telur yang telah dibuahi oleh sperma tidak menempel di rahim. Paling sering menempel di tuba falopi. Umumnya ibu hamil yang menderita kehamilan ektopik akan merasa sakit yang cukup parah dan perdarahan pada usia kehamilan 6-10 minggu.

Rasa tidak nyaman pada perut saat hamil muda bisa juga dirasakan apabila terjadi keguguran spontan. Umum terjadi pada usia kehamilan dibawah 13 minggu. Ditandai dengan rasa nyeri di bagian punggung dan kontraksi terus menerus serta perdarahan.

Selain, itu perut terasa kencang saat hamil muda bisa jadi merupakan pertanda bahwa Anda mengalami kondisi lain, seperti batu ginjal, usus buntu, atau infeksi saluran kemih (ISK). Kadang-kadang gejala tidak jelas, karena hanya berupa sakit rasa seperti sakit perut pada umumnya. Juga kemungkinan gejala menjadi samar antara penyakit lain atau karena kondisi kehamilan itu sendiri.

Sebaiknya waspada jika perut kencang saat hamil muda diiringi dengan rasa sakit yang tak tertahankan atau terus menerus, mual dan muntah, demam, menggigil, nyeri saat buang air kecil, keluar cairan dari vagina, atau terdapat perdarahan dari vagina.

Pada dasarnya perut terasa kencang saat hamil muda tidak berbahaya dan tidak membahayakan janin. Namun, jika rasa nyeri tidak kunjung reda serta belum diketahui penyebabnya, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.