Sakit perut saat hamil muda, atau saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu, bisa saja terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perubahan hormon hingga keguguran. Oleh karena itu, penting mengetahui penyebab sakit perut yang perlu mendapatkan penanganan segera agar kesehatan janin tetap terjaga.

Sakit perut saat hamil muda bukan hal yang perlu dikhawatirkan, jika nyeri yang dirasakan masih tergolong ringan. Sakit perut ringan yang dimaksud tersebut adalah sakit perut yang akan hilang setelah ibu hamil beristirahat, mengubah posisi tubuh, buang angin, atau buang air besar.

Sakit Perut Saat Hamil Muda, Inilah 11 Penyebabnya - Alodokter

Namun, jika sakit perut saat hamil muda yang terjadi tidak juga membaik setelah melakukan beberapa hal di atas, sebaiknya periksakan kondisi Bumil ke dokter. Begitu juga halnya jika sakit perut disertai dengan perdarahan, kram perut hebat, keputihan yang banyak dan berbau tidak sedap, maupun nyeri saat buang air kecil Pasalnya, sakit perut saat hamil muda ini bisa saja disebabkan oleh kondisi yang berbahaya.

Penyebab Serius Sakit Perut Saat Hamil Muda

Berbagai perubahan yang terjadi saat hamil bisa saja menyebabkan terjadinya sakit perut saat hamil muda. Kondisi ini biasanya bukan merupakan hal yang berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, sakit perut ini juga bisa terjadi karena hal yang lebih serius.

Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut saat hamil muda beserta penjelasannya:

1. Perubahan hormon

Saat hamil, beberapa kadar hormon di tubuh wanita akan ikut terpengaruh. Hormon-hormon tersebut adalah human chorionic gonadotropin (hCG), human placental lactogen (hPL), estrogen, dan progesteron.

Perubahan hormon yang normal selama kehamilan ini dapat menyebabkan beberapa gejala kehamilan, termasuk mual dan muntah serta sakit perut saat hamil muda. Kondisi-kondisi tersebut sering terjadi sebagai tanda awal kehamilan yang normal.

2. Perubahan ukuran rahim

Sakit perut saat hamil muda bisa terjadi karena janin yang berkembang di dalam perut menyebabkan perubahan ukuran pada rahim (uterus). Kondisi yang juga menyebabkan terjadinya kram perut saat hamil tersebut wajar terjadi, sehinga Bumil tidak perlu khawatir.

Pembesaran ukuran rahim dapat menekan organ sekitarnya, salah satunya usus. Penekanan ini kemudian dapat menyebabkan sakit perut saat hamil muda. Selain itu, Bumil juga bisa mengalami mual, begah, dan perut kembung.

3. Peregangan ligamen bundar

Perubahan kadar hormon selama kehamilan juga akan menyebabkan ligamen menjadi elastis. Kondisi ini terutama terjadi pada ligamen atau jaringan yang menahan rahim di panggul. Jaringan ini juga berfungsi untuk menyesuaikan tubuh Bumil dengan pertumbuhan janin.

Saat janin tumbuh, rahim dan ligamen Bumil akan meregang serta melebar, atau yang dikenal dengan peregangan ligamen bundar. Hal inilah yang menyebabkan sakit perut saat hamil muda.

Biasanya, Bumil akan merasa nyeri perut di bagian bawah yang menjalar ke selangkangan. Nyeri yang dirasa ini hanya terjadi selama beberapa detik dan dipicu oleh batuk, bersin, tertawa, maupun bangun secara tiba-tiba.

Namun, Bumil tidak perlu khawatir karena kondisi-kondisi tersebut tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya.

4. Peningkatan produksi gas

Sakit perut yang dialami oleh ibu hamil juga bisa terjadi karena adanya peningkatan produksi gas di perut. Hal ini terjadi karena kadar hormon progesteron meningkat selama masa kehamilan. Progesteron merupakan hormon kehamilan yang berfungsi untuk menjaga otot dan ketebalan dinding rahim.

Saat jumlah progesteron meningkat, gerak saluran cerna menjadi lebih lambat. Hal itu membuat proses pengolahan makanan terhambat, sehingga terjadi penumpukan gas di perut. Akibatnya, perut Bumil bisa kembung dan mengalami sakit perut saat hamil muda.

5. Peningkatan asam lambung

Beberapa ibu hamil mengalami peningkatan asam lambung di awal kehamilannya, terutama saat trimester kedua dan ketiga. Biasanya, sakit perut saat hamil muda karena asam lambung disertai dengan rasa terbakar di dada atau tenggorokan setelah makan, perut terasa begah dan kembung, bersendawa, hingga mulut terasa asam maupun pahit.

Asam lambung yang meningkat selama kehamilan ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah perubahan hormon. Kondisi tersebut memungkinkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Selain karena perubahan hormon, pertumbuhan janin juga bisa menjadi penyebab asam lambung naik. Saat janin berkembang, rahim Bumil akan membesar dan menekan perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke atas.

Untuk meringankan gejala naiknya asam labung, Bumil bisa mengonsumsi antasida sesuai arahan dari dokter.

6. Sembelit

Selama masa kehamilan, ibu hamil sering mengalami sembelit yang dimulai pada awal bulan kedua kehamilan. Sama seperti penumpukan gas, kondisi ini terjadi karena meningkatnya produksi hormon progesteron yang membuat kerja organ pencernaan jadi melambat.

Tubuh Bumil pun membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyerap nutrisi dan air dari makanan, sehingga makanan mengendap dan menumpuk lebih lama di usus. Akibatnya, makanan sulit dikeluarkan oleh usus dan Bumil pun mengalami sembelit yang sering kali menyebabkan sakit perut saat hamil muda.

7. Hamil anggur

Meski jarang terjadi, sakit perut saat hamil muda juga bisa disebabkan oleh hamil anggur. Hal ini terjadi karena adanya masalah pada perkembangan sel telur yang dibuahi, sehingga kehamilan tidak terjadi dengan normal.

Bumil harus waspada jika mengalami beberapa gejala hamil anggur, seperti sakit perut, perdarahan atau keluarnya cairan berwarna coklat dari vagina saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu, keluarnya gumpalan jaringan sebesar anggur dari vagina, mual dan muntah yang parah, hingga sakit panggul.

8. Radang usus buntu

Meski jarang terjadi, radang usus buntu juga bisa menjadi penyebab sakit perut saat hamil muda. Gejala usus buntu saat hamil mirip dengan gejala kehamilan pada umumnya, yaitu mual dan muntah.

Selain itu, pembesaran rahim akan menyebabkan usus buntu tertarik ke atas dan naik ke dekat pusar atau hati ibu hamil. Hal itu membuat ibu hamil bisa terlambat memeriksakan diri ke dokter, sehingga dapat membahayakan ibu maupun janin.

Jika Bumil mengalami nyeri di perut kanan, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai.

9. Infeksi saluran kemih

Penyebab sakit perut saat hamil muda berikutnya adalah infeksi saluran kemih. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kehamilan berusia 0–12 minggu.

Infeksi saluran kemih lebih berisiko terjadi saat hamil karena adanya perubahan hormon. Hal tersebut membuat urine mengandung lebih banyak gula dan mengalir kembali dari kandung kemih ke ginjal.

Selain itu, rahim yang membesar juga bisa menekan kandung kemih ibu hamil. Hal ini membuat Bumil sulit mengeluarkan semua urine yang ada di dalam kandung kemih. Urine yang tersisa ini akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih, salah satu penyebab sakit perut saat hamil muda.

Infeksi saluran kemih (ISK) bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Oleh karena itu, Bumil harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Sakit di bagian perut bawah atau di punggung bawah, sering ingin buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Perubahwan warna urine menjadi pekat seperti teh dan berbau menyengat, bahkan berbau busuk

10. Kehamilan ektopik

Kehamilan terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma menempel di rahim. Namun, sel telur yang dibuahi ini juga bisa menempel dan berkembang di luar rahim. Kondisi ini dikenal dengan kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik tidak akan bertahan. Sel telur yang telah dibuahi terpaksa harus dikeluarkan dengan menggunakan obat khusus maupun operasi agar tidak membahayakan nyawa Bumil.

Sakit perut saat hamil muda karena kehamilan ektopik biasanya akan menimbulkan beberapa gejala, terutama di usia 4–12 minggu kehamilan. Jika Bumil merasakan sakit perut yang menjalar hingga ke bahu, nyeri panggul, perdarahan dari vagina yang disertai dengan rasa seperti akan BAB, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi tanda kehamilan ektopik.

11. Keguguran

Sakit perut saat hamil muda yang disertai dengan perdarahan dari vagina perlu diperhatikan, terutama sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke-20. Pasalnya, kondisi ini bisa saja merupakan tanda keguguran.

Perdarahan yang terjadi biasanya berwarna coklat atau merah terang. Kondisi tersebut disertai dengan nyeri punggung yang hebat hingga keluarnya jaringan berupa gumpalan dari vagina.

Keguguran sendiri terjadi karena adanya kelainan kromosom, yaitu ketidaknormalan pada sel telur atau sperma sehingga janin tidak berkembang sebagaimana mestinya. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti gaya hidup, faktor usia, dan efek samping obat tertentu yang dikonsumsi oleh Bumil.

Meringankan Sakit Perut Saat Hamil Muda

Mengingat beragam penyebab sakit perut saat hamil muda, penanganannya pun tidak sama. Dokter biasanya akan meresepkan obat seperti paracetamol untuk meringankan sakit perut. Sleain itu, dokter akan memberikan penanganan lain yang disesuaikan dengan penyebab keluhan Bumil.

Bumil juga bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk membantu meringankan sakit perut saat hamil muda yang tengah dialami:

  • Perbanyak istirahat dan kurangi melakukan aktivitas yang berat.
  • Jangan berbaring dengan posisi telentang.
  • Hindari mengubah posisi tubuh secara cepat dan tiba-tiba.
  • Lakukan kompres hangat di area perut yang sakit.
  • Lakukan olahraga ringan sesuai petunjuk dokter.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
  • Minum air putih minimal 8 gelas per hari.

Sakit perut bisa saja terjadi, termasuk saat hamil muda. Namun, Bumil harus waspada jika merasakan sakit perut saat hamil muda yang disertai dengan kram atau sakit perut parah hingga membuat Bumil sulit berjalan maupun berubah posisi, perdarahan vagina, mual dan muntah parah, demam, pusing, hingga terasa seperti akan pingsan. Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.