Trifamycetin adalah antibiotik yang digunakan untuk menangani infeksi bakteri di mata atau konjungtivitis bakterial. Salep mata ini dapat meredakan keluhan mata merah, gatal, belekan, hingga sensitif terhadap cahaya. Trifamycetin bisa diperoleh setelah berkonsultasi dengan dokter.

Trifamycetin salep mata terbuat dari bahan aktif chloramphenicol. Kandungan tersebut bekerja dengan cara mengganggu pembentukan protein yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang biak dan bertahan hidup. Hasilnya, bakteri akan berhenti tumbuh dan akhirnya mati. 

Trifamycetin

Trifamycetin biasanya diresepkan untuk infeksi yang lebih berat. Hal ini karena salep bisa bertahan lebih lama di mata. Obat salep mata ini dapat digunakan oleh dewasa maupun anak-anak di atas 2 tahun.

Beli Trifamycetin di Aloshop

Apa Itu Trifamycetin

Bahan aktif  Chloramphenicol 2%
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik 
Manfaat Mengatasi konjungtivitis bakterial
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Trifamycetin untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat salep mata ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Trifamycetin untuk ibu menyusui Trifamycetin tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui tanpa arahan dari dokter.
Bentuk obat Salep mata

Peringatan sebelum Menggunakan Trifamycetin

Trifamycetin tidak boleh digunakan secara sembarangan. Sebelum memakai obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Sampaikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Trifamycetin tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap chloramphenicol.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita infeksi pada mata, termasuk herpes mata, sindrom mata kering, glaukoma, atau cedera mata.
  • Informasikan dokter jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit liver, penyakit ginjal, atau anemia.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk obat tetes atau salep mata lainnya. Hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping yang mungkin terjadi.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi atau radioterapi.
  • Diskusikan dengan dokter jika Anda pernah menjalani operasi mata atau LASIK dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. 
  • Beri tahu dokter jika Anda atau keluarga Anda menderita kelainan darah, terutama setelah menggunakan Trifamycetin. 
  • Jangan menggunakan lensa kontak selama Anda menjalani pengobatan dengan Trifamycetin. 
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Trifamycetin. Obat ini dapat menyebabkan penglihatan kabur.
  • Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Trifamycetin jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. 
  • Konsultasikan ke dokter perihal penggunaan Trifamycetin pada anak usia di bawah 2 tahun untuk menghindari risiko terjadinya efek samping yang serius.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Trifamycetin. 

Dosis dan Aturan Pakai Trifamycetin

Dosis umum penggunaan Trifamycetin adalah sebagai berikut:

  • Dewasa dan anak usia ≥2 tahun: Oleskan salep secukupnya pada bagian mata yang sakit sebanyak 3–4 kali sehari. Durasi pengobatan selama 5 hari. Lanjutkan pengobatan setidaknya 2 hari setelah infeksi mata sembuh total.

Cara Menggunakan Trifamycetin dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan Trifamycetin. Jangan memakai obat ini melebihi dosis yang dianjurkan.

Agar hasil pengobatan maksimal, perhatikan hal-hal berikut ini dalam menggunakan Trifamycetin:

  • Pastikan untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum dan sesudah memakai Trifamycetin. Obat ini digunakan dengan cara dioleskan langsung ke bagian dalam kelopak mata.
  • Dongakkan kepala dan tarik kelopak mata ke bawah hingga membentuk kantung. 
  • Tekan tube obat sampai salep keluar sekitar 1 cm dan arahkan langsung ke dalam kelopak mata bagian bawah. Pastikan ujung tube salep tidak terkena mata atau tangan guna menghindari terjadinya kontaminasi.
  • Kedipkan mata secara perlahan dan tutup mata sebentar agar obat merata dan meresap.
  • Bersihkan ujung tube menggunakan tisu bersih jika masih ada kelebihan salep setelah menggunakan obat ini, lalu tutup kembali tube.
  • Ulangi langkah-langkah di atas jika Anda terkena infeksi di kedua mata.
  • Jika Anda lupa menggunakan Trifamycetin, segera oleskan obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan tidak perlu menggunakan salep lebih banyak pada dosis selanjutnya.
  • Konsultasikan dengan dokter jika keluhan belum membaik meski telah 5 hari menggunakan obat.
  • Simpan Trifamycetin di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan menggunakan Trifamycetin yang sudah terbuka >21 hari.

Interaksi Trifamycetin dengan Obat Lain

Chloramphenicol di dalam Trifamycetin belum diketahui apakah dapat menyebabkan efek interaksi jika digunakan bersama obat lain. Namun, Trifamycetin sebaiknya tidak digunakan jika Anda sedang dalam terapi yang dapat menyebabkan penurunan fungsi sumsum tulang, seperti kemoterapi.

Untuk mencegah efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Trifamycetin bersama obat lain.

Jika Anda sedang menggunakan obat mata lain, berikan jeda 5–10 menit sebelum memakai obat lainnya. Bila Anda sedang menggunakan obat tetes dan salep mata, pakailah obat tetes mata terlebih dahulu.

Efek Samping dan Bahaya Trifamycetin

Beberapa efek samping yang bisa muncul akibat penggunaan chloramphenicol di dalam Trifamycetin adalah:

  • Penglihatan kabur (sementara)
  • Mata perih dan kemerahan
  • Sensasi panas atau seperti terbakar

Konsultasikan ke melalui Chat Bersama Dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda atau justru memburuk. Namun, jangan tunda untuk segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius, seperti memar atau perdarahan yang tidak biasa maupun tubuh terasa sangat lemas.