Tuberkulosis (TBC) dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat atau jika pengobatan tidak dijalani secara tuntas. Komplikasi TBC dapat memengaruhi kualitas hidup penderita dan pada kasus yang berat dapat mengancam jiwa.

Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat TBC:

Kerusakan paru-paru permanen

Jika tidak segera ditangani, TBC bisa menyebabkan kerusakan paru-paru permanen. Infeksi TBC dapat menyebabkan peradangan kronis dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru. Kondisi ini dapat menurunkan fungsi paru, sehingga penderita mengalami sesak napas kronis, penurunan kapasitas paru, serta mudah lelah saat melakukan aktivitas fisik.

Batuk berdarah (hemoptisis)

TBC dapat merusak jaringan paru dan pembuluh darah kecil di dalamnya. Akibatnya, penderita dapat mengalami batuk berdarah. Pada kondisi yang lebih berat, perdarahan dapat terjadi dalam jumlah banyak dan memerlukan penanganan medis segera. Komplikasi ini sering terjadi pada penderita TBC yang sudah berlangsung lama atau tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)

Salah satu komplikasi TBC adalah Efusi pleura, yaitu penumpukan cairan di ruang antara paru-paru dan dinding dada (rongga pleura). Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada selaput paru yang dipicu oleh infeksi TBC. 

Penumpukan cairan tersebut dapat menekan paru-paru sehingga menyebabkan gejala seperti nyeri dada, batuk, dan sesak napas. Jika jumlah cairan cukup banyak, penderita dapat mengalami kesulitan bernapas dan memerlukan tindakan medis untuk mengeluarkan cairan tersebut.

Kekurangan gizi atau malnutrisi

Infeksi TBC yang berlangsung lama dapat menyebabkan penurunan nafsu makan dan peningkatan kebutuhan energi tubuh, sehingga penderita berisiko mengalami kekurangan gizi atau malnutrisi. 

Kondisi ini dapat memperburuk daya tahan tubuh dan membuat tubuh semakin sulit melawan infeksi. Malnutrisi juga dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi lainnya.

Penyebaran infeksi ke organ lain (TBC ekstra paru)

Bakteri TBC dapat menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke organ lain di luar paru-paru. Kondisi ini dikenal sebagai TBC ekstra paru. Infeksi dapat menyerang berbagai organ, seperti kelenjar getah bening, tulang belakang, sendi, ginjal, atau otak. Jika menyerang selaput otak, kondisi ini dapat menyebabkan meningitis tuberkulosis yang berbahaya. 

Penyebaran infeksi ini dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda tergantung organ yang terkena, seperti nyeri tulang, pembengkakan kelenjar getah bening, atau gangguan fungsi organ.

Gagal napas 

Pada kasus TBC yang berat, kerusakan paru-paru dapat menjadi sangat luas sehingga paru tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal napas

Kematian 

Jika TBC tidak diobati atau pengobatan tidak dijalani dengan baik, infeksi dapat terus berkembang dan menyebabkan kerusakan organ yang berat. Penyebaran infeksi ke berbagai organ vital, seperti paru-paru, otak, atau jantung, dapat meningkatkan risiko kematian, terutama pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau yang mengalami komplikasi berat. 

Komplikasi TBC dapat dicegah dengan pemeriksaan dan pengobatan sejak dini. Jika Anda memiliki keluhan yang mengarah ke TBC atau berisiko terinfeksi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi medis yang tepat, evaluasi gejala, serta saran penanganan sesuai kondisi Anda.