Hidup dengan keterbatasan penglihatan memang tidak mudah dan butuh banyak proses dalam menyesuaikan diri. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak mungkin. Beberapa langkah adaptasi bisa dilakukan oleh penyandang tunanetra agar dapat hidup mandiri dan bersosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan pada tahun 2014, di Indonesia terdapat sekitar 5,6 juta penduduk yang hidup dalam kondisi disabilitas, dan sekitar 2,2 juta di antaranya merupakan penyandang tunanetra.

Menjalani Kehidupan sebagai Penyandang Tunanetra - Alodokter

Tunanetra atau orang yang hidup dengan buta bisa dikategorikan menjadi dua, yaitu buta sebagian dan buta sepenuhnya. Buta sebagian berarti masih memiliki penglihatan walaupun terbatas. Sedangkan buta sepenuhnya berarti berada dalam kegelapan total atau tidak dapat melihat sama sekali, bahkan setitik cahaya pun. Berbeda dengan gangguan penglihatan lain, kebutaan tidak dapat diperbaiki dengan pemakaian alat bantu seperti kacamata, lensa kontak, ataupun dengan obat-obatan.

Dengan belajar beradaptasi, membuat beberapa penyesuaian, dan menguasai sejumlah keterampilan khusus, penyandang tunanetra tetap bisa hidup mandiri dan melakukan berbagai aktivitas dengan aman dan nyaman.

Berikut adalah beberapa langkah agar hidup menjadi lebih mudah walau dengan keterbatasan penglihatan:

  • Mengakses informasi dan pendidikan
    Meski tidak dapat melihat, tunanetra tetap dapat membaca buku, majalah, atau koran, baik secara konvensional atau daring (online). Mereka bisa belajar huruf Braille, yaitu sistem penulisan yang menggunakan titik-titik timbul sebagai pengganti angka dan huruf alfabet biasa. Sudah banyak buku yang dibuat dalam versi Braille guna memudahkan mereka yang memiliki kendala dalam melihat untuk membaca.
    Informasi bagi para tunanetra juga kini dapat diakses melalui perangkat lunak (software) komputer yang dapat membacakan dokumen dan teks (audiobook). Fitur ini memungkinkan penggunanya mendengarkan bacaan teks yang ditampilkan di layar komputer. Selain itu, juga ada keyboard komputer edisi Braille untuk menulis.
  • Memudahkan pekerjaan rumah tangga
    Huruf Braille juga dapat membantu penyandang tunanetra dalam mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari secara mandiri. Misalnya, menempelkan label pada mesin cuci menggunakan huruf Braille.
  • Membantu mobilitas dalam kegiatan sehari-hari
    Agar aman dan nyaman ketika berkegiatan, penyandang tunanetra dapat mempelajari teknik khusus untuk memudahkan diri berjalan atau beraktivitas, termasuk teknik penggunaan tongkat khusus tunanetra untuk mendeteksi benda-benda dan lingkungan sekitar ketika berjalan.
    Penderita tunanetra juga bisa menggunakan bantuan anjing pemandu untuk memudahkannya berjalan dengan aman, sekaligus sebagai teman.
  • Menyesuaikan diri dengan lingkungan
    Kemampuan beradaptasi di lingkungan rumah dan sekitarnya dapat menjadi bekal untuk bekerja dan menyesuaikan diri di tempat bekerja. Dengan kemajuan teknologi, kini ada beberapa jenis komputer atau program aplikasi digital yang dapat memandu penyandang disabilitas agar tetap hidup produktif.
    Melalui bantuan teknologi tersebut, bukan tidak mungkin seorang penyandang tunanetra menjadi seseorang yang tetap produktif di tempat dia bekerja.
  • Menjalani gaya hidup sehat
    Penyandang tunanetra dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan berolahraga dan melakukan kegiatan sesuai hobi. Konsultasikan pada dokter, konselor, atau pelatih rehabilitasi tentang olahraga apa yang sesuai dan aman untuk dilakukan dan bagaimana melakukannya.
    Penyandang tunanetra juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas tunanetra dan menghadiri acara-acaranya untuk mendapatkan berbagai informasi, sekaligus sebagai sarana untuk bersosialisasi.
  • Mendapatkan dukungan keluarga dan lingkungan
    Terlepas seorang tunanetra dapat hidup mandiri, mereka tetap butuh dukungan keluarga dan orang-orang di sekitarnya untuk mendorong kepercayaan dirinya dalam menjalani hidup tanpa penglihatan.
    Selain dukungan emosional, keluarga dapat membantu penyandang tunanetra dengan menata rumah dan mengatur tata letak perabotan untuk memudahkannya beraktivitas di dalam rumah, memastikan lantai rumah tidak licin, menyingkirkan benda-benda yang bisa membuatnya tersandung, serta membantunya membedakan nilai nominal uang.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, setiap penyandang tunanetra tentu memiliki caranya sendiri. Semua itu tidak lepas dari proses yang disertai keinginan untuk terus belajar dan beradaptasi menggunakan indera lainnya yang masih berfungsi baik. Jadi, bukan tidak mungkin bagi seorang penyandang tunanetra untuk menjalani aktivitas dan kehidupan sehari-hari secara mandiri, meski memiliki keterbatasan.