Turun berok pada pria adalah kondisi yang umumnya ditandai dengan benjolan di area selangkangan. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, turun berok juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat dan mencegah risiko komplikasi yang lebih serius.
Turun berok atau hernia inguinalis terjadi saat organ di dalam tubuh, seperti usus, menonjol keluar melalui dinding otot yang lemah di sekitar selangkangan. Sebagian orang mengira kondisi ini hanya disebabkan oleh aktivitas berat, padahal ada beberapa faktor lain yang juga meningkatkan risikonya.
Memahami penyebab dan gejala turun berok pada pria akan membantu Anda mengambil langkah pencegahan serta menentukan waktu yang tepat untuk berkonsultasi dengan dokter.
Penyebab dan Gejala Turun Berok pada Pria
Penyebab utama turun berok adalah kelemahan otot dinding perut. Faktor-faktor pemicu terjadinya turun berok pada pria biasanya meliputi usia di atas 50 tahun, sering mengangkat beban berat, batuk kronis, sembelit, atau kelebihan berat badan (obesitas).
Selain itu, pria dengan riwayat keluarga hernia atau kelainan bawaan pada dinding perut juga berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Nah, turun berok pada pria biasanya terjadi dengan beberapa tanda yang perlu Anda waspadai, seperti:
1. Benjolan di selangkangan
Benjolan tanda hernia atau turun berok biasanya muncul di area selangkangan dan menjadi lebih jelas saat penderitanya sedang berdiri, batuk, atau mengangkat beban berat. Saat berbaring, benjolan di selangkangan tersebut bisa mengecil atau bahkan menghilang. Kondisi ini merupakan tanda paling khas dari turun berok pada pria.
2. Nyeri atau rasa tidak nyaman
Penderita hernia biasanya mengeluhkan nyeri ringan hingga berat di area selangkangan atau perut bawah terutama saat beraktivitas fisik, membungkuk, atau mengangkat benda.
Rasa tidak nyaman ini sering kali membuat penderitanya membatasi aktivitas harian. Jika nyeri muncul tiba-tiba dan terasa sangat hebat di area tubuh yang disebutkan di atas, kondisi ini harus segera memperoleh penanganan medis.
3. Sensasi berat di sekitar selangkangan
Pria yang menderita turun berok mungkin akan merasakan sensasi berat, penuh, atau tertarik di bagian bawah perut maupun pangkal paha. Keluhan ini bisa semakin mengganggu, terutama saat beraktivitas atau setelah berdiri lama.
Sensasi berat ini terjadi karena adanya tekanan dari organ yang menonjol melalui dinding otot. Oleh karena itu, bila Anda mengalami tanda-tanda turun berok pada pria yang satu ini, jangan abaikan dan segera periksakan ya.
4. Rasa terbakar atau nyeri tumpul
Turun berok juga bisa menyebabkan penderitanya mengeluhkan sensasi panas seperti terbakar atau nyeri tumpul di area benjolan. Kondisi ini dapat bertambah buruk dengan aktivitas fisik atau gerakan tertentu.
Rasa terbakar ini sering kali muncul bersamaan dengan gejala yang sudah disebutkan di atas, yaitu tumbuhnya benjolan atau sensasi berat.
5. Pembengkakan testis
Gejala turun berok juga bisa dilihat pada testis yang membengkak, terutama jika hernia sudah cukup besar atau menekan saluran menuju skrotum. Pembengkakan ini bisa disertai nyeri dan membuat testis terasa penuh atau berat.
Penyebab utama turun berok adalah melemahnya otot dinding perut, baik karena faktor usia maupun kebiasaan sering mengangkat beban berat. Batuk kronis, sembelit, sering mengejan, atau kelebihan berat badan juga bisa memperburuk kelemahan otot ini. Dinding otot yang lemah membuat organ dalam lebih mudah menonjol keluar.
Bila dibiarkan, turun berok bisa menimbulkan komplikasi serius. Oleh karena itu, jika mengalami pembengkakan tiba-tiba pada testis dan tanda turun berok pada pria seperti yang sudah disebutkan, segera periksakan ke dokter ya untuk mencegah komplikasi serius.
Mengetahui Penanganan Hernia pada Pria
Penanganan turun berok atau hernia inguinalis sangat bergantung pada ukuran benjolan, tingkat keparahan gejala, dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Jika hernia masih kecil, tidak menimbulkan gejala, serta tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter mungkin hanya akan menyarankan observasi rutin atau perubahan gaya hidup, seperti menghindari angkat beban berat dan menjaga berat badan ideal.
Namun, perlu dipahami bahwa hernia tidak dapat sembuh sendiri tanpa tindakan medis. Secara umum, pengobatan untuk turun berok dilakukan melalui tindakan operasi guna mengembalikan organ yang menonjol ke posisi semula dan memperkuat dinding otot yang lemah. Ini agar hernia tidak semakin membesar, mencegah terjepitnya usus, serta menurunkan risiko komplikasi serius.
Turun berok pada pria merupakan kondisi yang dapat ditangani dengan baik jika dikenali sejak awal. Jadi, jika Anda mengalami gejala seperti benjolan, nyeri hebat, pembengkakan testis, atau gangguan pencernaan, sebaiknya segera konsultasikan terlebih dulu melalui fitur Chat Bersama Dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.
