Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi pada pria yang dilakukan dengan cara memutus saluran sperma dari buah zakar (testis). Dengan demikian, air mani tidak akan mengandung sperma sehingga kehamilan dapat dicegah.

Vasektomi merupakan prosedur bedah kecil yang umumnya dilakukan dengan bius lokal pada area skrotum. Prosedur ini tergolong aman, efektif, dan tidak memerlukan waktu pemulihan yang lama. Karena bersifat permanen, vasektomi sering disebut sebagai metode sterilisasi pada pria.

Vasektomi, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Vasektomi memiliki tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dalam mencegah kehamilan. Namun, prosedur ini tidak melindungi dari infeksi menular seksual sehingga penggunaan kondom tetap diperlukan untuk hubungan seksual yang berisiko.

Tujuan dan Indikasi Vasektomi

Vasektomi dilakukan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang atau permanen pada pria. Prosedur ini umumnya disarankan bagi pria yang:

  • Tidak ingin memiliki anak lagi
  • Menginginkan metode kontrasepsi yang efektif dan praktis
  • Memiliki pasangan dengan kondisi medis tertentu yang berisiko jika hamil
  • Ingin menghindari penggunaan kontrasepsi jangka panjang lainnya

Selain itu, vasektomi dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang telah mempertimbangkan dengan matang jumlah anak yang diinginkan.

Peringatan dan Larangan Vasektomi

Sebelum menjalani vasektomi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Vasektomi bersifat permanen dan tidak selalu dapat dikembalikan seperti semula
  • Pria berusia di bawah 30 tahun atau yang belum memiliki anak perlu mempertimbangkan keputusan ini dengan matang
  • Vasektomi tidak melindungi dari infeksi menular seksual

Beri tahu dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin
  • Memiliki gangguan pembekuan darah
  • Mengalami infeksi atau luka pada area skrotum
  • Memiliki kelainan pada organ reproduksi, seperti varikokel atau hidrokel besar
  • Pernah menjalani operasi pada area kelamin
  • Mengalami infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual

Pada kondisi tertentu, dokter mungkin akan menunda atau mempertimbangkan kembali tindakan vasektomi.

Sebelum Vasektomi

Sebelum menjalani vasektomi, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan kesiapan pasien, baik secara fisik maupun psikologis. Dokter juga akan menjelaskan manfaat, risiko, serta kemungkinan kegagalan prosedur.

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Menghentikan konsumsi obat pengencer darah beberapa hari sebelum tindakan, sesuai anjuran dokter
  • Membersihkan dan mencukur area skrotum sehari sebelum prosedur
  • Mengonsumsi makanan ringan sebelum tindakan, sesuai instruksi dokter
  • Membawa pakaian dalam yang ketat untuk menopang skrotum setelah prosedur
  • Meminta bantuan keluarga atau teman untuk mengantar pulang

Prosedur Vasektomi

Vasektomi biasanya berlangsung sekitar 10–30 menit dan dilakukan oleh dokter spesialis urologi di rumah sakit atau klinik.

Berdasarkan tekniknya, vasektomi dibagi menjadi dua jenis:

Teknik konvensional

Pada teknik ini, dokter akan:

  • Memberikan bius lokal pada skrotum
  • Membuat satu atau dua sayatan kecil pada kulit skrotum
  • Mengambil dan memotong saluran sperma (vas deferens)
  • Menutup ujung saluran dengan cara diikat, dijahit, atau menggunakan panas (kauterisasi)
  • Menutup luka sayatan dengan jahitan yang dapat diserap

Teknik tanpa pisau bedah (no-scalpel vasectomy)

Pada teknik ini, dokter akan:

  • Memberikan bius lokal
  • Menjepit saluran sperma dari luar kulit
  • Membuat lubang kecil pada kulit skrotum
  • Mengeluarkan sebagian saluran sperma melalui lubang tersebut
  • Menutup atau menyumbat saluran sperma dengan kauterisasi

Teknik tanpa pisau bedah umumnya menimbulkan perdarahan dan nyeri yang lebih ringan dibandingkan teknik konvensional.

Setelah Vasektomi

Setelah vasektomi, pasien biasanya dapat pulang pada hari yang sama. Efek bius akan hilang dalam beberapa jam, dan pasien mungkin merasakan nyeri ringan atau pembengkakan pada skrotum selama beberapa hari.

Untuk membantu pemulihan, lakukan hal berikut:

  • Kompres dingin pada skrotum selama 24–48 jam untuk mengurangi bengkak
  • Gunakan celana dalam yang ketat atau penyangga skrotum
  • Istirahat dan hindari aktivitas berat selama beberapa hari
  • Konsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter
  • Menjaga kebersihan area operasi

Pasien juga perlu memperhatikan hal berikut:

  • Hindari hubungan seksual selama beberapa hari hingga nyeri membaik
  • Gunakan kontrasepsi tambahan sampai pemeriksaan air mani menunjukkan tidak ada sperma (biasanya setelah 8–12 minggu atau sekitar 15–20 kali ejakulasi)

Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi paling efektif, dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99% setelah dipastikan tidak ada sperma dalam air mani.

Namun, kehamilan masih dapat terjadi jika pemeriksaan belum menunjukkan hasil tersebut atau dalam kasus yang sangat jarang ketika saluran sperma tersambung kembali secara alami.

Efek Samping dan Komplikasi Vasektomi

Vasektomi umumnya aman, tetapi tetap memiliki risiko efek samping atau komplikasi, seperti:

  • Nyeri, bengkak, atau memar pada skrotum
  • Infeksi pada luka operasi
  • Penumpukan darah di skrotum (hematoma)
  • Granuloma sperma (benjolan kecil akibat kebocoran sperma)
  • Nyeri testis berkepanjangan (jarang terjadi)

Segera ke dokter jika Anda mengalami:

  • Demam
  • Nyeri hebat atau semakin memburuk
  • Pembengkakan atau kemerahan pada skrotum
  • Perdarahan atau keluarnya nanah dari luka
  • Muncul benjolan yang tidak biasa pada skrotum

Jika keluhan yang muncul setelah vasektomi tidak kunjung membaik atau menimbulkan kekhawatiran, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui fitur booking atau melalui layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Untuk kondisi yang lebih serius, segera periksakan diri ke IGD rumah sakit terdekat.