Ada beragam hal yang bisa menjadi penyebab sakit ginjal, mulai dari faktor usia hingga penyakit tertentu. Namun, kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya sehingga baru terdeteksi dan ditangani ketika sudah parah. Untuk mencegahnya, yuk, kenali apa saja penyebab sakit ginjal.

Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sekitar 0,2% orang Indonesia yang berusia di atas 15 tahun menderita penyakit ginjal kronis. Meski presentasinya kecil, angka kematian akibat penyakit ginjal masih tergolong tinggi. Pada tahun 2012, penyakit ginjal menempati urutan ke-10 sebagai penyebab utama kematian di Indonesia.

Waspadai Beberapa Penyebab Sakit Ginjal Berikut - Alodokter

Berbagai Fungsi Ginjal pada Manusia

Setiap manusia normalnya memiliki dua buah ginjal yang berada di dalam punggung, tepatnya dekat tulang rusuk bagian belakang di sebelah kiri dan kanan. Ginjal memiliki berbagai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, yaitu:

  • Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, seperti natrium dan kalium
  • Menyaring racun dari darah dan membuangnya melalui urine
  • Memproduksi hormon eritropoietin, yaitu hormon yang berfungsi untuk meningkatkan produksi sel darah merah
  • Mengatur tekanan darah dan keseimbangan asam basa (pH) darah
  • Menjaga kekuatan dan kesehatan tulang

Ketika ginjal mengalami kerusakan, berbagai fungsi ginjal di atas tidak dapat berjalan dengan lancar. Akibatnya, penderita penyakti ginjal bisa mengalami berbagai masalah kesehatan mulai dari anemia, gangguan elektrolit, tekanan darah tinggi, hingga gagal ginjal. Jika tidak ditangani sejak dini, penyakit ginjal bahkan bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen atau bahkan kematian.

Itulah sebabnya penting bagi Anda untuk mengenali dan menjauhi apa saja penyebab sakit ginjal agar risiko Anda terkena penyakit ginjal pun akan berkurang.

Berbagai Faktor Penyebab Sakit Ginjal

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ginjal, yaitu:

1. Faktor usia

Sebenarnya, penyakit ginjal bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Namun, para lansia atau orang yang berusia 60 tahun ke atas diketahui lebih rentan terserang peyakit ginjal.

Fungsi ginjal seseorang akan menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini akan lebih cepat terjadi pada orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat, misalnya kurang menjaga pola makan, sering merokok, dan jarang berolahraga.

2. Penyakit tertentu

Penyakit kronis tertentu, seperti diabetes, gangguan autoimun, penyakit jantung, dan hipertensi, merupakan beberapa contoh penyebab sakit ginjal yang sering terjadi. Berbagai kondisi tersebut lama-kelamaan dapat membuat pembuluh darah di ginjal rusak, sehingga aliran darah di ginjal menjadi tidak lancar. Akibatnya, fungsi ginjal akan terganggu dan penderita penyakit tersebut pun dapat mengalami komplikasi berupa gagal ginjal.

3. Efek samping obat-obatan

Ada banyak jenis obat-obatan yang diketahui dapat menimbulkan efek samping berupa kerusakan ginjal. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam dosis tinggi, obat-obatan tersebut berisiko tinggi menyebabkan seseorang mengalami sakit ginjal. Obat-obatan yang dimaksud adalah:

  • Antibiotik
  • Obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti aspirin, ibuprofen, dan ketoprofen
  • Antijamur, misalnya amphotericin B
  • Antivirus
  • Obat pereda asam lambung
  • Kemoterapi
  • Zat kontras yang digunakan untuk pemeriksaan radiologi, seperti foto Rontgen, MRI, dan CT scan

Selain obat-obatan tersebut, obat-obatan lain seperti narkoba dan obat herbal juga dapat menimbulkan efek samping berupa kerusakan ginjal. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan apa pun dan hindari konsumsi obat-obatan tanpa indikasi atau tujuan yang jelas.

4. Gaya hidup kurang sehat

Gaya hidup kurang sehat merupakan salah satu penyebab sakit ginjal yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan buruk yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena sakit ginjal:

  • Kurang minum air putih
  • Tidak menjaga pola makan, misalnya terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak
  • Kurang tidur
  • Kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Jarang berolahraga

5. Faktor keturunan

Selain usia, faktor keturunan juga bisa menjadi salah satu pemicu risiko Anda terserang penyakit ginjal. Meski jarang terjadi, terdapat beberapa jenis penyakit ginjal yang diketahui bisa diturunkan, salah satunya adalah penyakit ginjal polikistik.

Penyakit ginjal polikistik adalah penyakit keturunan yang ditandai dengan munculnya sekelompok kista di dalam ginjal. Kista adalah benjolan jinak atau nonkanker yang berisi cairan menyerupai air. Perlu diketahui bahwa kelainan genetik ini dapat mengganggu fungsi ginjal hingga menyebabkan gagal ginjal.

Jika Anda sering melakukan beberapa kebiasaan di atas, cobalah untuk menghentikannya mulai sekarang. Dengan rutin menjalani gaya hidup sehat, kesehatan dan fungsi ginjal Anda akan terjaga sehingga risiko Anda untuk terkena penyakit ginjal pun akan berkurang.

Beberapa penyebab sakit ginjal seperti faktor umur dan turunan atau genetik memang tidak bisa dihindari. Akan tetapi, beberapa faktor penyebab sakit ginjal yang lain bisa Anda cegah mulai dari sekarang.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin (check up) ke dokter untuk mengevaluasi fungsi ginjal Anda.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala penyakit ginjal, seperti mudah lelah, bengkak-bengkak, sulit tidur, sering mengalami kram otot, berkurangnya jumlah urine atau justru tidak buang air kecil sama sekali, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Setelah dokter memastikan diagnosis penyakit ginjal dan mengetahui penyebab sakit ginjal yang Anda alami, dokter akan memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi tersebut.