Jenis makanan tertentu dapat membuat Anda lebih mudah mengalami gangguan pencernaan, termasuk sembelit. Nah, agar pencernaan tetap lancar saat berpuasa, ada beberapa makanan penyebab sembelit yang perlu dibatasi saat berbuka ataupun sahur.

Berdasarkan penelitian, sembelit atau susah buang air besar lebih rentan terjadi saat berpuasa. Selain karena kurangnya asupan cairan dan serat, sembelit saat puasa juga dapat terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan tertentu. Yuk, cari tahu lebih lanjut apa saja makanan penyebab sembelit saat berpuasa!

Yuk, Ketahui Makanan Penyebab Sembelit saat Berpuasa - Alodokter

Berbagai Makanan Penyebab Sembelit

Agar puasa lancar dan terhindar dari sembelit, Anda perlu membatasi konsumsi berbagai makanan penyebab sembelit, seperti:

1. Daging merah

Daging merah mengandung banyak protein dan lemak. Kedua zat nutrisi ini lebih sulit dan lebih lama dicerna ketimbang karbohidrat. Itulah alasannya mengapa mengonsumsi terlalu banyak daging merah saat puasa berisiko menimbulkan sembelit.

2. Susu dan produk olahan susu

Terlalu banyak mengonsumsi susu dan produk olahan susu, seperti keju, yoghurt, dan es krim, juga dapat membuat Anda berisiko mengalami sembelit. Hal ini dikaitkan dengan tingginya kandungan protein dan laktosa di dalam susu.

3. Makanan olahan

Makanan penyebab sembelit saat puasa berikutnya adalah produk makanan olahan, seperti sosis, kornet, dendeng, daging ham, dan tuna atau sarden kalengan. Meski praktis untuk disiapkan sebagai hidangan berbuka atau sahur, namun makanan olahan umumnya mengandung lemak dan garam yang cukup tinggi. Hal ini membuat tubuh harus bekerja lebih keras dalam mencernanya, sehingga dapat memicu sembelit.

4. Makanan tinggi gula

Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula, seperti kue lupis, kolak, atau biji salak, dapat membuat Anda mengalami sembelit. Bila ingin mengonsumsi makanan manis, Anda lebih dianjurkan untuk makan buah-buahan,  seperti kurma yang kaya akan serat dan dapat mencegah sembelit.

5. Gorengan 

Makanan yang digoreng memang menggoda, apalagi untuk disantap saat berbuka. Namun, gorengan mengandung lemak yang tinggi sehingga lebih sulit dicerna.  Oleh karena itu, konsumsi gorengan sebaiknya dibatasi jika tidak ingin menderita sembelit saat puasa.

6. Telur

Selain tinggi protein, telur tidak mengandung serat yang cukup untuk membantu kinerja pencernaan. Agar konsumsi telur tidak menyebabkan sembelit saat puasa, disarankan untuk menambahkan sayur ke dalam olahan telur yang Anda makan.

7. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji, seperti kentang goreng, burger, dan pizza, memang menggiurkan, namun jenis makanan ini termasuk makanan penyebab sembelit. Makanan cepat saji dapat menyebabkan sembelit karena kandungan seratnya rendah, sementara kandungan lemaknya tinggi.

Cara Mengatasi Sembelit

Selain membatasi konsumsi makanan penyebab sembelit, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sembelit saat berpuasa, di antaranya:

1. Menambah asupan makanan berserat

Untuk mengatasi sembelit saat puasa, tambahkan makanan berserat, seperti sayur dan buah, ke dalam menu berbuka atau sahur. Makanan berserat dapat membuat tinja lebih lunak, sehingga efektif mencegah sembelit.

2. Memperbanyak konsumsi air putih

Selain menambah asupan serat, Anda juga disarankan untuk memperbanyak minum air putih. Konsumsi air putih yang cukup tidak hanya membuat tubuh terhidrasi, tetapi juga melunakkan tinja dan melancarkan buang air besar.

3. Berolahraga secara rutin

Puasa tidak seharusnya menghalangi Anda berolahraga. Selain menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, berolahraga secara rutin selama 30 menit setiap hari juga dapat membantu pergerakan usus sehingga Anda terhindar dari sembelit.

4. Mengonsumsi obat pencahar

Jika perubahan gaya hidup telah dilakukan, namun sembelit belum juga teratasi, konsumsi obat pencahar bisa menjadi solusinya. Salah satu jenis obat pencahar yang bisa Anda coba adalah yang mengandung bisacodyl. Obat ini bekerja dengan cara merangsang pergerakan atau kontraksi usus, sehingga masalah sembelit pun dapat teratasi.  Selain itu, obat pencahar jenis ini juga tidak mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh, sehingga tidak membuat tubuh menjadi lemas saat berpuasa.

Agar terhindar dari sembelit saat berpuasa, mulailah membatasi konsumsi makanan-makanan di atas. Setidaknya, lengkapilah menu saat berbuka dan sahur dengan makanan yang mengandung tinggi serat, seperti buah dan sayuran, serta perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas per hari.

Namun jika keluhan sembelit tidak kunjung berkurang, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang dibutuhkan. Terutama jika sembelit disertai dengan perdarahan pada dubur, penurunan berat badan, atau demam.

Sponsored by: