6 Tips Aman Berenang Bersama Bayi Tercinta

Bayi memiliki refleks yang membuatnya terlihat mampu berenang, walau sebenarnya bayi tidak terlahir dengan kemampuan untuk berenang. Bayi memiliki risiko tenggelam maupun menelan terlalu banyak air. Secara fisik, bayi juga belum sanggup menahan napas untuk waktu lama, apalagi menjaga kepalanya tetap di atas permukaan air.

Bayi tidak direkomendasikan untuk melakukan program atau latihan renang sebelum mencapai usia minimal satu tahun. Namun, setidaknya bayi diperbolehkan menikmati bermain-main di dalam bak air bersama orang tua tercinta. Demi menjaga momen menyenangkan ini tetap berlangsung aman, orang tua perlu memerhatikan beberapa hal, seperti kapan bayi bisa mulai berkecipak di dalam bak, berapa lama, dan bagaimana tekniknya.

6 Tips Aman Berenang Bersama Bayi Tercinta - Alodokter

Setelah berusia enam bulan, bayi mulai bisa diajak bermain-main air di kolam renang yang dangkal. Tetapi ingatlah bahwa kegiatan ini tidak ditujukan untuk melatih keterampilan renang sungguhan. Anak akan siap untuk menerima pelajaran renang sungguhan saat mencapai usia 3-4 tahun. Berikut adalah beberapa teknik yang bisa Bunda atau Ayah lakukan ketika berenang bersama Buah Hati tercinta.

  • Sebelum mulai berenang di kolam, biasakan dulu bayi dengan rutinitas mandi yang seru agar dia terbiasa dengan air. Saat mandi, percikkan air ke tubuhnya atau posisikan dirinya telentang di permukaan air dan gerakkan badannya dengan lembut ke kanan atau ke kiri. Kamu juga bisa berendam di bak mandi dengan si kecil di atas dadamu.
  • Setelah terbiasa dengan bermain air saat mandi, Ayah dan Bunda bisa mulai mencoba menggunakan kolam. Mulailah dengan sesi 10 menit, lalu bila masih memungkinkan, cobalah perpanjang durasi menjadi 20 menit. Batasi durasi maksimal selama 30 menit bila si Buah Hati masih berusia di bawah satu tahun. Bayi dapat kehilangan panas tubuh lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa sehingga tidak perlu terlalu lama di dalam kolam.

Mengenai pelajaran berenang untuk bayi, masih banyak pro kontra seputar hal tersebut. Bagi kamu yang menemani bayi, fokuslah pada bayimu, jangan meyakini rasa aman yang palsu atau merasa semua baik-baik saja tanpa mau repot memastikan apakah memang benar-benar aman. Para pakar mengkhawatirkan kelalaian orang tua pada momen berenang bersama-sama. Ada indikasi bahwa orang tua tidak benar-benar mengawasi bayi di kolam renang dan hanya memiliki rasa aman yang palsu. Selain itu, pelajaran berenang mungkin bisa bersifat traumatis bagi anak atau anak dapat menderita keracunan air setelah air kolam tertelan, mengalami hipotermia atau kedinginan, infeksi kulit, maupun infeksi saluran pencernaan.

  • Ketika di kolam renang, pegangi bayimu dan jagalah agar tetap dekat dengan badanmu. Dengan kata lain, jangan sampai dia terlepas dari pandangan kita. Ketika dia sudah menikmati dan makin percaya diri, cobalah sedikit memperpanjang lengan Bunda sambil menggerak-gerakkan dirinya ke sekitar.
  • Pasang mimik wajah gembira atau lucu. Lontarkan pujian padanya, walau kemungkinan dirinya belum dapat memahami perkataan orang dewasa, tapi ekspresi senang Bunda bisa membantunya merasa senang dan aman untuk bermain air.
  • Letakkan mulut Ayah atau Bunda di bawah air untuk menunjukkan kepada bayi bagaimana caranya meniup gelembung. Ini merupakan pelajaran penting karena bila dia meniup gelembung, air tidak akan terhirup. Hal ini juga bisa dilatih di tiap rutinitas mandi. Tiup mainan mandi di depan bayimu agar dia menirunya dan menjadikannya mulai mampu meniup.
  • Posisikan bayi telentang dengan kepalanya disandarkan ke bahu Ayah atau Bunda agar kepalanya tetap di atas permukaan air. Dengan posisi ini, bayi akan bebas menendang-nendangkan kakinya di dalam air sekaligus membuat bayi tetap hangat.
Persiapan Sebelum Berenang

Selain teknik berenang, orang tua juga harus siap siaga dengan perlengkapan bayi sebelum memulai berenang. Inilah beberapa benda yang perlu dipersiapkan.

  • Handuk, sebisa mungkin bawalah handuk bertudung untuk bayi.
  • Sebotol susu hangat untuk bayi minum setelah berenang, jika bayimu mengonsumsi susu formula.
  • Makanan ringan boleh diberikan bila si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat. Berenang bisa membuatnya lapar, jadi jangan lupa membawa serta makanan bayi.
  • Popok bayi.
Selain itu, sebuah penelitian menyarankan untuk berhati-hati kolam renang yang dibubuhi dengan bahan kimia, seperti klorin. Sebetulnya bahan kimia pada kolam renang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri, namun menurut penelitian tersebut, terpapar bahan kimia secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada mata, saluran pernapasan atas, dan kulit. Seorang spesialis anak menerangkan jika kamu sampai mencium bau klorin dari air kolam renang, maka kadar klorin sudah terlalu kuat untuk bayi. Bau klorin sendiri tercium seperti bau khas kolam renang.

Pastikan suhu air di kolam renang sudah cukup hangat. Bayi yang berusia di bawah enam bulan memerlukan suhu air sekitar 32°Celcius, Ayah atau Bunda bisa menggunakan termometer untuk mengecek suhu. Bila bayi menggigil, segera keluarkan dari kolam dan balut dengan handuk atau kain agar tubuhnya hangat. Selain itu, kondisi kesehatan bayi sebelum berenang perlu diperhatikan juga. Bila bayi terlihat tidak sehat, misalnya sedang flu atau sakit perut, jangan memaksakan untuk berenang hingga kondisinya benar-benar sehat.