Cara Memilih dan Memanfaatkan Dokter Anak

Menentukan dokter anak yang tepat untuk anak Anda bukanlah keputusan yang mudah. Dia harus mampu menjadi sosok yang ahli, sekaligus dapat dipercaya dalam membantu Anda merawat sang buah hati.

Meski banyak orang yang menekuni profesi dokter anak, mencari yang cocok dengan Anda dan si Kecil bukan hal yang mudah. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum memilih dokter anak yang tepat bagi buah hati Anda.

cara memilih dan memanfaatkan dokter anak - alodokter

Seperti Apa Dokter Anak yang Dibutuhkan?

Banyak yang bisa dimintai saran terkait rekomendasi dokter anak yang tepat untuk Anda dan si Kecil. Selain merangkum rekomendasi dari pihak-pihak terpercaya, beberapa hal berikut bisa dijadikan ukuran terhadap seberapa bagus dokter anak untuk Anda jadikan mitra merawat dan membesarkan buah hati.
  • Kenyamanan si Kecil

Sejak pertama kali menemui dokter, kecocokan sebenarnya bisa diukur. Lihat saja bagaimana respons anak kepada dokter dan sebaliknya. Anda juga bisa memperhatikan bagaimana cara dokter menangani buah hati Anda. Makin nyaman si Kecil dengan si Dokter, berarti makin layak dokter tersebut dijadikan kandidat.

  • Keramahan dan kesabaran

Selain mampu membuat anak merasa nyaman, lihat juga bagaimana keramahan dokter anak tersebut kepada staf di klinik dan keluarga pasien. Perhatikan pula bagaimana dia menangani keluhan Anda dan anak Anda. Penting kiranya bahwa sang Dokter memiliki kesabaran lebih banyak dalam mendengarkan keluhan pasien. Satu lagi yang krusial adalah mengenai apakah si Dokter mudah dihubungi bila si Kecil mendadak sakit di luar jam praktiknya.

  • Kenyamanan tempat praktik

Perhatikan ruang tunggu yang disediakan. Selain harus nyaman, ruang tunggu hendaknya aman bagi si Kecil. Selain itu, perhatikan pula berapa lama Anda harus menunggu dokter menangani pasien lain. Jangan lupa untuk memperhatikan kenyamanan dan luas tempat parkir juga.

  • Peralatan dan bantuan

Salah satu yang terpenting adalah memastikan kualitas dokter anak pilihan Anda. Selain dia wajib memiliki pengetahuan yang mumpuni mengenai bidangnya, perhatikan juga kelengkapan alat di tempat dia menjalani praktik. Anda juga harus yakin bahwa para perawat dan staf di tempat dokter anak tersebut memiliki kualitas yang dibutuhkan. Penyediaan mobil ambulans dan peralatan gawat darurat di rumah sakit tersebut dapat menjadi pertimbangan yang penting sebagai fasilitas tambahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kapan Dokter Anak Dibutuhkan?

Jangan karena Anda memiliki dokter anak maka semua hal harus diserahkan kepadanya. Memiliki dokter anak bukan berarti Anda harus menemuinya tiap kali anak Anda bermasalah. Jika dengan cukup meminta saran melalui layanan telepon kepada perawat atau petugas kesehatan di tempat tersebut, kondisi anak Anda dapat membaik, maka tidak perlu repot harus berkunjung ke tempat praktiknya.

Ada beberapa kondisi anak dengan gejala yang mengkhawatirkan yang mengharuskan Anda mengunjungi dokter anak. Kondisi-kondisi tersebut antara lain:

  • Problem sistem pencernaan

Masalah pencernaan pada anak tidak memandang usia. Masalah kesehatan ini biasanya berisiko mengakibatkan muntah, diare, batuk dan gejala flu. Anda wajib membawa si Kecil ke dokter anak jika ada darah pada muntah atau feses anak. Selain itu, anak yang mengalami sakit perut di lokasi tertentu dan mengalami diare berat sehingga mengalami dehidrasi atau buang air kecil kurang dari tiga kali sehari, wajib dibawa untuk menemui dokter anak.

  • Demam

Anda wajib mengunjungi dokter jika demam melanda anak Anda yang berusia di bawah 3 bulan, meski demamnya berada di bawah 38ºC. Saat usia 3 bulan ke atas, Anda bisa ke dokter anak jika demam berlangsung lebih dari tiga hari yang disertai lemah atau tampak sangat sakit. Sementara untuk demam pada anak mencapai 40ºC atau lebih, bawa buah hati Anda ke dokter anak sesegera mungkin. Demikian juga jika demam disertai gejala-gejala lainnya, seperti muntah, kejang, susah bernapas, menangis terus-menerus, dan susah bangun dari tidur.

  • Konstipasi

Jika anak Anda mengalami susah buang air besar dibarengi dengan perut yang membengkak, muntah, lesu, dan tidak mau makan, maka saatnya meminta bantuan kepada dokter anak. Konstipasi yang wajib diwaspadai sendiri adalah tidak BAB tiap hari pada bayi usia empat bulan ke bawah dan tidak BAB dalam seminggu untuk bayi usia empat minggu ke atas.

  • Dehidrasi

Kekurangan cairan sangat mungkin terjadi kepada anak apabila mereka mengalami muntah-muntah dan diare. Gejala diare yang wajib meminta pertolongan dokter antara lain buang air besar lebih dari delapan kali sehari dan feses berdarah atau berlendir.

Sementara itu, muntah-muntah pada tingkatan yang bisa menyebabkan dehidrasi dan wajib mendapat pertolongan dokter adalah jika tidak berhenti selama 24 jam. Pada bayi di bawah tiga bulan dengan muntah lebih dari 8 atau 10 kali dan anak di atas tiga bulan dengan muntah 10 -20 kali, wajib untuk ditangani dokter anak.

  • Flu dan batuk

Flu dan batuk sangat biasa menyerang anak-anak, namun Anda tetap harus mewaspadainya. Jika flu dibarengi dengan susah bernapas, demam lebih dari tiga hari, dan mengindikasikan dehidrasi maka temui dokter anak.

Sementara batuk yang perlu meminta bantuan dokter adalah batuk yang terus-menerus dan membuat napas berdengik. Batuk juga berbahaya jika menyebabkan anak mengalami muntah, terbangun di malam hari, atau terjadi lebih dari dua minggu.

  • Ruam

Ruam bisa disebabkan beberapa hal, seperti infeksi, alergi, dan iritasi akibat pemakaian sabun dan popok. Tanda-tanda ruam yang harus melibatkan dokter anak adalah ruam disertai muntah, ruam tidak membaik selama dua atau tiga hari, dan disertai demam. Ruam yang tampak seperti memar dan tidak berubah warna saat ditekan juga wajib segera diperiksakan ke dokter anak.

Mengetahui dokter anak yang baik untuk Anda dan buah hati, serta dapat memastikan kapan membutuhkannya, dapat lebih mengoptimalkan kesehatan si Kecil. Yang pasti, dokter anak harus selalu siap sedia untuk berdiskusi dengan Anda mengenai perkembangan si Kecil.