Cara Menghindari Macam-Macam Penyakit Kulit akibat Kosmetika

Kosmetika dan produk perawatan tubuh seharusnya membuat wajah dan tubuh menjadi lebih sehat dan menarik, tetapi ada kalanya pemakaian kosmetika tertentu justru dapat menyebabkan macam-macam penyakit kulit.

Macam-macam penyakit kulit dapat berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahan dan gejalanya. Sebagian dapat disebabkan oleh penyebab khusus yang spesifik, sedangkan yang lain dapat bersifat genetis. Ada juga penyakit kulit yang dapat membahayakan nyawa, namun yang lain dapat mereda dengan sendirinya.

penyakit kulit-alodokter

Pada sebagian kasus, seseorang dapat mengalami gangguan kulit akibat penggunaan produk kecantikan. Gejala macam-macam penyakit kulit seperti ini dapat terjadi dalam waktu seketika, beberapa hari, atau bahkan bertahun-tahun setelah penggunaan produk yang sama.

Macam-macam penyakit kulit ini dapat dikategorikan menjadi dua reaksi utama, yaitu:

  • Gangguan dermatitis kontak yang secara langsung menyebabkan kerusakan kulit saat menggunakan kosmetik tertentu. Gejala utama yang ditimbulkan dapat berupa kulit terasa gatal, melepuh, memerah, perih, atau lecet.
  • Alergi akibat gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Kulit kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal adalah gejala-gejala yang dianggap paling umum. Gejala semacam ini dapat terlihat pada leher, wajah, telinga, mata, dan bibir.

Reaksi alergi ataupun iritasi memang jarang dapat dibedakan dengan cepat. Ada kalanya seseorang dapat mengalami kombinasi dari kedua gangguan di atas. Macam-macam penyakit kulit akibat penggunaan kosmetik ini umumnya terpicu oleh kandungan pengawet dan pewangi yang menimbulkan gejala, misalnya produk yang mengandung asam alfa hidroksi (AHA) melebihi 10 persen. Kadang-kadang reaksi alergi pada kulit juga dapat berupa warna kulit yang menggelap, muncul komedo, hingga folikulitis.

Reaksi kulit tadi dapat disebabkan oleh berbagai produk, seperti sampo, sabun, deodoran, makeup, pewarna rambut yang mengandung ammonium persulfate (APS) dan p-phenylenediamine (PPD), pemoles kuku, serum, dan krim antikerut retin-A. Produk yang mengandung tabir surya juga dapat menyebabkan reaksi dermatitis pada sebagian orang yang menggunakannya.

Bagaimana Upaya Meminimalkan Risiko Penyakit Kulit?

Macam-macam penyakit kulit akibat penggunaan kosmetika umumnya dapat mereda dengan sendirinya. Namun untuk menghindari akibat serius, ada baiknya menghindari dan mencegah produk kecantikan yang dinilai berisiko dengan cara-cara berikut.

  • Krim hydrocortisone yang dijual bebas dapat membantu meredakan peradangan. Tetapi hindari menggunakannya pada wajah tanpa mengonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter.
  • Hentikan penggunaan produk yang diduga menjadi penyebab gangguan kulit.
  • Pilih produk dengan bahan kandungan kimia paling sedikit untuk mencegah reaksi alergi.
  • Untuk mengurangi risiko saat menggunakan parfum, aplikasikan pada pakaian dan bukan pada kulit. Untuk lebih aman, utamakan produk-produk yang tidak mengandung bahan pewangi.
  • Produk berlabel tidak menyebabkan iritasi, hipoalergenik, serta lulus uji tes sensitivitas ¬†tidak menjamin bahwa produk tersebut memang tidak menyebabkan gangguan kulit.
  • Umumnya produk yang berbahan dasar cair mengandung bahan pengawet, seperti imidazolidinyl urea, phenoxyethanol, parabens, Quaternium-15, DMDM hydantoin, methylchloroisothiazolinone, dan formaldehyde.

Produk yang dianggap aman untuk digunakan pada satu orang belum tentu dapat bereaksi sama pada orang lain. Jika merasa ragu-ragu, coba lakukan pengetesan dengan mengoleskan produk tersebut pada salah satu bagian kecil tubuh, seperti pada bagian dalam lipatan siku. Tunggu reaksinya 2-3 hari untuk memastikan reaksinya pada kulit. Jangan diteruskan jika kulit terasa gatal, bengkak, melepuh, atau memerah.