Citicolin

Pengertian Citicolin

Citicolin juga merupakan senyawa kimia otak yang  secara alami muncul di dalam tubuh manusia. Obat citicolin berfungsi untuk mengurangi kerusakan jaringan otak saat otak cedera. Citicolin adalah obat yang diduga dapat digunakan untuk menangani beberapa penyakit, seperti:

  • Glaukoma.
  • Demensia.
  • Alzheimer.
  • Trauma kepala.
  • Stroke.
  • Pikun akibat usia.
  • Penyakit Parkinson.
  • ADHD.
Citicolin - Alodokter

Citicolin tampaknya mampu meningkatkan senyawa kimia di otak bernama phosphatidylcholine yang penting bagi berjalannya fungsi otak. Metabolisme glukosa pada otak, aliran darah, dan konsumsi oksigen ke otak diduga juga bisa ditingkatkan dengan pemberian obat ini. Citicolin biasanya dimasukkan ke dalam tubuh dalam bentuk kapsul, tablet, melalui infus, atau suntikan.

Tentang Citicolin

Golongan Nootropik & Neurotonik/NeurotropikVasodilator Perifer & Aktivator Serebral
Kategori Obat resep
Manfaat
  • Mencegah degenerasi saraf dan melindungi kerusakan mata akibat degenerasi saraf optik.
  • Meningkatkan phosphatidylcholine.
  • Meningkatkan metabolisme glukosa di otak.
  • Meningkatkan aliran darah dan oksigen otak.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk Tablet, infus, suntik, kapsul.

Peringatan:

  • Wanita yang sedang merencanakan kehamilan, sedang hamil, atau menyusui, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi citicolin.
  • Harap berhati-hati bagi yang memiliki gangguan fungsi hati, ginjal, trauma kepala, atau sedang mengonsumsi obat lain.
  • Sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat, karena obat ini bisa menyebabkan sakit kepala dan penglihatan buram.
  • Untuk pengidap stroke, berikan citicolin bersama dengan obat tekanan intrakranial atau antihemoragik. Pemberian lewat infus harus dilakukan secara perlahan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Citicolin

Berikut dosis citicolin yang dibedakan berdasarkan bentuk dan proses masuk ke dalam tubuh:
  • Suntik. Suntikan citicolin akan diresepkan oleh dokter untuk pasien penyakit serebrovaskular kronis.
  • Tablet dan kapsul. Untuk mengatasi penurunan kemampuan berpikir, konsumsilah Citicolin 1000 sampai 2000 miligram per hari. Untuk mengobati penyakit pada pembuluh darah otak konsumsi 600 miligram per hari. Untuk penanganan cepat penanggulaangan stroke akibat penggumpalan darah, konsumsi 500 – 2000 miligram per hari sesegera mungkin dalam waktu 24 jam setelah serangan stroke.
  • Infus. Dokter akan memberikan citicolin melalui infus ke pembuluh darah untuk menangani penurunan kemampuan berpikir akibat penuaan dan penyakit serebrovaskular kronis.

Mengonsumsi Citicolin Dengan Benar

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi citicolin. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Untuk Citicolin yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui infus dan suntik, biasanya dokter atau perawat akan membantu prosesnya. Sedangkan untuk citicolin yang berbentuk tablet larut, obat harus dibiarkan larut di dalam mulut. Citicolin bisa dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan atau di antara waktu makan. Ada pula citicolin yang bisa dikonsumsi tanpa makan terlebih dahulu.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi citicolin pada jam yang sama setiap hari untuk memaksimalkan efeknya. Jangan menggandakan dosis citicolin pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Citicolin

Untuk penggunaan untuk jangka waktu kurang dari 90 hari, citicolin cukup aman. Namun bahaya penggunaan citicolin untuk jangka waktu lebih dari 90 hari tidak diketahui. Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda. Beberapa efek samping citicolin yang umumnya terjadi adalah:
  • Insomnia.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Tekanan darah rendah atau hipotensi.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Mual.
  • Penglihatan terganggu.
  • Sakit di bagian dada.
Segera temui dokter jika Anda mengalami sakit atau gangguan pada otot. Jika efek samping yang terjadi terus berkepanjangan, mengganggu aktivitas, atau terjadi reaksi alergi, temui dokter atau datangi rumah sakit terdekat.