Episiotomi untuk Keselamatan Bayi

Episiotomi dulunya adalah bagian tidak terpisahkan dari proses persalinan. Namun hari ini prosedur tersebut hanya direkomendasikan untuk kasus-kasus tertentu.

Episiotomi adalah sayatan pada bagian di antara jalan lahir bayi dan anus atau disebut perineum. Sebelumnya, proses ini dianggap bermanfaat mencegah melebarnya robekan vagina pada persalinan. Episiotomi juga dulu dianggap menjaga agar kandung kemih dan rektum ibu tetap berada di tempatnya setelah bayi lahir. Akan tetapi kini penelitian membuktikan bahwa manfaat tersebut tidak terbukti.

Episiotomi untuk Keselamatan Bayi, Alodokter

Kenapa Perlu Episiotomi?

Kini episiotomi dijalankan pada sekitar 1 dari 7 wanita dalam proses persalinan dengan tujuan agar jalan lahir bayi keluar menjadi lebih lebar, sehingga bayi dapat keluar dengan lebih cepat. Prosedur ini hanya akan diterapkan pada kondisi-kondisi tertentu, yaitu:

Gawat janin (foetal distress), yaitu jika bayi tidak mendapat cukup oksigen dan harus segera dikeluarkan agar terhindar dari risiko lahir dalam keadaan meninggal atau cacat. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan atau penurunan detak jantung bayi secara drastis.

Jika operasi caesar tidak dapat dijalani karena kepala bayi sudah bergerak turun ke jalan lahir.

Perlu digunakannya instrumen lain seperti forsep atau vakum untuk mengeluarkan bayi sehingga vagina perlu dilebarkan. Langkah ini umumnya perlu diambil jika:

  • Bayi dalam posisi sungsang.
  • Sang ibu mengalami penyakit serius, seperti sakit jantung, sehingga proses persalinan perlu dilakukan sesingkat mungkin.
  • Ibu sudah sangat kelelahan karena telah berjam-jam mengejan.
Episiotomi pada dasarnya adalah operasi yang tergolong sederhana. Dokter menyuntikkan bius lokal ke area vagina agar pasien tidak terasa sakit. Dokter kemudian akan membuat sayatan yang kemudian akan dijahit setelah bayi lahir.

Menangani Rasa Nyeri di Masa Pemulihan

Episiotomi umumnya akan meninggalkan rasa sakit pada sang ibu selama beberapa minggu, terutama saat berjalan, duduk, dan buang air kecil. Dokter akan menyarankan untuk menunda beberapa aktivitas selama masa ini demi memperlancar proses penyembuhan. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri atau mempercepat proses penyembuhan.
  • Sesekali, kompres area bekas episiotomi untuk meredakan nyeri. Hindari menempatkan es langsung pada bekas luka. Bungkus es dengan kain.
  • Gunakan bantal berbentuk donat untuk menyamankan diri saat duduk.
  • Biarkan bekas jahitan terpapar udara. Lepaskan celana dalam dan tengkuraplah di atas tempat tidur selama 10 menit, satu atau dua kali sehari.
  • Pasca-episiotomi, beberapa wanita akan merasakan sakit yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Obat pereda nyeri dapat dikonsumsi untuk meringankannya. Parasetamol aman digunakan untuk ibu menyusui, sementara ibuprofen sebaiknya tidak dikonsumsi jika bayi lahir prematur (sebelum 37 minggu), terlahir dengan berat badan terlalu rendah atau dengan kondisi medis tertentu. Penggunaan aspirin tidak dianjurkan karena dapat mengontaminasi ASI.
Lavender dipercaya dapat meredakan nyeri. Jika diperkenankan oleh dokter, tuang beberapa tetes minyak esensial lavender ke dalam air mandi. Anda juga dapat mengoleskan minyak langsung ke perineum.

Buang air kecil

Ketika membuang air kecil, rasa sakit biasa muncul. Yang terpenting adalah senantiasa menjaga area luka tetap bersih agar terhindar dari infeksi. Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan dan meredakan rasa sakit.

  • Setelah buang air kecil, basuh vagina dengan air hangat. Sementara setelah buang air besar, bersihkan area tersebut dengan gerakan dari depan ke belakang (dari vagina ke anus) untuk mencegah bakteri pada anus menginfeksi jahitan.
  • Anda juga dapat menyiramkan air hangat selama buang air kecil ke vagina untuk mengurangi nyeri.
  • Menggunakan toilet jongkok akan lebih meredakan nyeri saat buang air kecil daripada menggunakan toilet duduk.
  • Jika buang air besar terasa sangat menyakitkan atau mengalami konstipasi, Anda dapat mengonsumsi obat pencahar dalam dosis rendah agar tinja lebih mudah dikeluarkan. Namun sebelum mengonsumsinya, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu ke dokter.

Berhubungan seksual

Nyeri pada area vagina pasca persalinan adalah hal yang umum, bahkan pada wanita yang tidak menjalani episiotomi. Oleh karenanya sangat wajar jika orang yang menjalani prosedur ini enggan berhubungan seksual selama beberapa waktu akibat rasa sakit yang dirasakan.  Umumnya 4-6 minggu adalah waktu yang dibutuhkan hingga luka episiotomi sembuh. Namun tidak ada patokan pasti kapan sebaiknya wanita yang menjalani episiotomi dapat kembali berhubungan seksual. Maka sebaiknya ambil waktu selama yang diperlukan hingga Anda merasa benar-benar pulih.

Berhati-hatilah agar jangan sampai luka mengalami infeksi. Kondisi ini ditandai dengan nyeri yang tidak kunjung reda pada area luka, kulit merah dan bengkak, juga keluar cairan dari jahitan. Jika situasi ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

Selain itu olah tubuh dengan latihan panggul dapat menguatkan otot-otot di sekitar vagina dan anus sehingga mengurangi tekanan pada sayatan dan di jaringan sekitar.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Episiotomi?

Kulit perineum dapat merenggang dengan baik, tapi bisa juga robek. Bidan atau dokter dapat membantu mempersiapkan agar Anda tidak perlu menjalani episiotomi saat persalinan. Latihan pernapasan dan meniup adalah salah satunya. Hal ini diperlukan agar kepala bayi dapat keluar secara perlahan-lahan, sehingga memungkinkan otot dan kulit perineum untuk melebar tanpa robek.

Penelitian menunjukkan bahwa memijat area perineum beberapa minggu menjelang persalinan (setidaknya setelah usia kehamilan 35 minggu) dapat mengurangi risiko episiotomi saat melahirkan. Pemijatan umumnya dilakukan setidaknya dua kali seminggu dengan memasukkan satu atau dua jari ke vagina, kemudian menekannya ke arah perineum. Proses ini dikenal dengan sebutan pijatan perineal yang dapat dilakukan sendiri dengan cara sebagai berikut:

  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun. Pastikan kuku Anda telah dipotong pendek.
  • Jika dibutuhkan,  Anda dapat melumuri ujung jempol dengan pelumas.
  • Tempatkan jari  di dalam vagina, tekan dengan perlahan selama 10 menit.
Sementara bidan lain mungkin akan menyarankan kompres hangat pada jaringan di antara vagina dan anus untuk melunakkan perineum dan mencegah robek.

Pada akhirnya, tidak ada wanita yang ingin menjalani episiotomi. Namun kondisi saat persalinan bisa saja berubah seketika. Penting bagi tiap wanita untuk tetap tenang dan memasuki ruang persalinan dengan pikiran positif. Selalu ingat bahwa episiotomi terkadang memang dibutuhkan demi bayi dapat lahir dengan selamat dan ibu pun sehat.