Fungsi Vitamin K Krusial Bagi Bayi Hingga Orang Dewasa

Fungsi vitamin K sangat krusial bagi tubuh meski sayangnya senyawa ini tidak biasa digunakan sebagai suplemen makanan. Vitamin ini sendiri sebenarnya merupakan sekelompok senyawa. Vitamin K1 dan K2 merupakan bagian yang paling penting dari kelompok ini.

Golongan vitamin K1 bisa didapatkan dari konsumsi sayur-sayuran, terutama yang berwarna hijau. Sementara itu, kelompok vitamin K2 merupakan senyawa yang sebagian besar diperoleh dengan cara mengonsumsi daging, keju, dan telur yang kemudian akan disintesis oleh bakteri.

fungsi vitamin k krusial bagi bayi hingga orang dewasa - alodokter

Jumlah Vitamin K yang Dibutuhkan Tubuh

Untuk tiap kilogram berat badan orang dewasa, dibutuhkan sekitar 0,001 mg vitamin K. Melihat jumlah tersebut secara sederhana, bisa digambarkan bahwa jika ada orang dewasa dengan berat badan 55 kg, maka dia membutuhkan vitamin K sebanyak 0,055 mg tiap harinya. Sementara itu, orang dewasa dengan berat badan 95 kg membutuhkan jumlah vitamin ini sebanyak 0,095 mg tiap hari.

Demi bisa mendapatkan kecukupan jumlah vitamin K bagi tubuh, hal yang dilakukan mudah saja. Seseorang hanya perlu mengonsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang. Jangan terlalu khawatir jika terlalu banyak mengonsumsi vitamin K. Hingga kini, belum ada penelitian yang memberikan bukti memadai bahwa ada efek negatif jika tubuh kelebihan vitamin K.

Kabar baiknya, sesekali tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan juga tidak masalah. Sebab vitamin K yang masuk dalam tubuh tidak langsung digunakan. Ketika senyawa ini masuk, vitamin akan disimpan di dalam organ hati untuk digunakan di kemudian hari. Meski demikian, tentu akan lebih arif memenuhinya sesuai kebutuhan karena keseimbangan selalu lebih baik daripada terlalu sedikit atau terlalu banyak.

Inilah Fungsi Penting Vitamin K

Beberapa hal di bawah ini merupakan fungsi vitamin K untuk tubuh yang sebaiknya diketahui.

  • Mempercepat penyembuhan luka

Salah satu fungsi vitamin K yang tergolong penting adalah untuk pembekuan darah. Jika tubuh tidak memiliki cukup vitamin K, maka luka kecil sekalipun bisa membutuhkan waktu sangat lama untuk sembuh.

  • Mencegah penyakit pendarahan pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir memiliki kadar vitamin K yang sangat sedikit karena vitamin K tidak bisa menembus jaringan plasenta. Selain itu, bayi baru lahir tidak memiliki bakteri yang membantu proses pembentukan vitamin K pada saluran cernanya. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit haemorrhagic disease of the newborn (HDN) atau penyakit pendarahan pada bayi baru lahir. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan pada otak bayi akibat pendarahan. Oleh karena itu, bayi baru lahir sangat disarankan untuk mendapatkan suntikan vitamin K.

  • Berperan dalam memperkuat tulang

Selain membantu proses pembekuan darah, vitamin K juga berpotensi terlibat di dalam proses pembangunan tulang. Sebuah penelitian medis menyatakan adanya kaitan antara rendahnya tingkat peredaran vitamin K di dalam tubuh dengan rendahnya kepadatan tulang seseorang.

Mengingat fungsi vitamin K di atas sangat vital bagi keberlangsungan hidup manusia, maka sudah sewajarnya kita tidak menganggap remeh tentang perlunya keseimbangan senyawa ini di dalam tubuh. Jika ingin mengonsumsi suplemen vitamin K, pastikan jumlahnya tidak berlebihan karena belum diketahui efeknya apakah bisa membahayakan tubuh. Agar lebih akurat, maka hal yang sebaiknya dilakukan adalah mendiskusikannya dengan dokter.