Gangguan Retina Mata, Salah Satu Risiko Utama kepada Kebutaan

Retina mata adalah sebuah lapisan jaringan yang terdapat di bagian belakang mata. Organ ini berfungsi menerima cahaya dan mengirimkan gambar ke otak.

Pada jaringan ini pula, tepatnya di bagian tengah retina, terdapat jaringan saraf yang disebut makula. Bagian inilah yang memungkinkan Anda melihat dengan lebih jelas, membaca buku dengan baik, mengemudi dengan benar, serta melihat objek-objek detail lainnya.

Penyakit yang menyerang retina dapat merusak bagian retina yang berbeda. Misalnya, penyakit yang menyerang tepi retina dapat berdampak buruk bagi kemampuan mata dalam melihat objek yang ada atau datang dari samping (lapang pandang samping/ peripheral vision). Ada juga penyakit retina yang berdampak kepada penglihatan bagian tengah (makula dan fovea).

retina mata - alodokter

Contoh Gangguan Retina Mata dan Penanganannya

Salah satu gangguan pada retina mata adalah distrofi retina herediter (hereditary retinal dystrophies). Penyakit ini merupakan kumpulan beberapa gangguan retina yang luas dan didapat secara genetik. Karenanya, baik anak-anak maupun orang dewasa bisa saja mengalaminya. Pola gangguan dan tingkat keparahan dari penyakit ini berbeda-beda.

Distrofi retina yang paling umum terjadi adalah retinitis pigmentosa. Kondisi ini menyerang sel-sel batang pada mata yang berefek pada lapang pandang samping penderita. Sebaliknya, distrofi makular, kondisi lain dari distrofi retina herediter, dapat  mengurangi tingkat sensitivitas dan kualitas ketajaman penglihatan saat melihat warna dan kejernihan pandangan.

Untuk mengetahui kesehatan retina mata, ada beberapa tes yang biasanya dilakukan. Tes-tes tersebut meliputi:

  • Pemeriksaan klinis dan tes subjektif untuk membantu memastikan jenis penyakit yang diderita.
  • Funduskopi, yaitu pemeriksaan menggunakan oftalmoskop untuk melihat struktur bagian dalam mata.
  • Tes warna menggunakan tes ishihara. Prosedur ini untuk memastikan apakah pasien mengalami buta warna merah/hijau atau tidak. Selain tes ishihara, pasien juga akan menjalani pemeriksaan buta warna kuning atau tidak. Tes ini turut membantu memastikan tingkat keparahan buta warna.
  • Tes adaptometri kegelapan, yaitu tes untuk memeriksa kemungkinan pasien rabun ayam (kemampuan melihat sangat menurun ketika malam hari).
Sementara itu, tes uji genetik juga dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat gangguan retina mata yang diakibatkan oleh faktor genetik. Pada teknologi sebelumnya, tes ini bisa memakan waktu lama dan memerlukan biaya yang tidak sedikit disebabkan oleh banyaknya kemungkinan mutasi gen yang harus diperiksa, yaitu melebihi 200 gen.

Namun metode pemeriksaan retina mata terbaru akan memakan waktu lebih pendek dan biaya lebih sedikit sebagaimana prosedur ini mampu memeriksa gen secara berlipat ganda secara sekaligus. Konsultasikan kepada dokter mata Anda untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat untuk mencegah waktu dan uang yang terbuang percuma.

Dengan memandang pentingnya retina mata bagi penglihatan, mencegah retina mengalami gangguan memang sudah seharusnya dilakukan sejak dini. Namun, jika Anda telanjur mengalaminya, diwajibkan untuk segera menjalani pengobatan. Tujuannya tentu saja untuk menyembuhkan penyakit sekaligus memperlambat tingkat keparahan penyakit yang diderita, mempertahankan kesehatan retina serta kondisi mata secara keseluruhan, hingga akhirnya bisa memulihkan indera penglihatan.