Jangan Abaikan Gangguan Tidur, Ini Efek Buruknya!

Umumnya, orang dewasa butuh waktu tidur selama 7-8 jam tiap malam agar tubuh tetap fit. Namun, bila mereka yang mengalami gangguan tidur, beberapa efek buruk dapat mengintai pengidap gangguan ini.

Gangguan tidur disebabkan oleh banyak hal, seperti insomnia, mendengkur, sistem kerja bergilir, alergi, pilek, apnea tidur (sleep apnea), narkolepsi, tidur dengan gerak mata cepat, dan parasomnia. Kemungkinan Anda mengalami kurang tidur jika terbangun dengan kondisi tubuh lelah dan sering mengantuk di siang hari.

jangan abaikan gangguan tidur ini efek buruknya - alodokter

Ini Dia Efek Buruknya

Gangguan tidur yang hanya terjadi sesekali sebenarnya tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan, namun Anda harus waspada jika kondisi ini terjadi berulang-ulang dan berkepanjangan. Berikut adalah risiko yang Anda dapat alami akibat gangguan tidur.

Penuaan. Saat tidur nyenyak, tubuh melepas hormon pertumbuhan. Saat usia muda, hormon inilah yang berperan untuk pertumbuhan tubuh. Tapi saat usia bertambah, hormon ini berperan untuk memperkuat tulang, meningkatkan massa otot, dan menebalkan kulit. Namun, tubuh tidak mendapat asupan hormon-hormon jenis itu dengan cukup ketika Anda kurang tidur.

Ketika kurang tidur, tubuh justru melepas hormon stres bernama kortisol yang bisa memecah kolagen, protein yang menjaga kulit tetap elastis dan halus. Hasilnya, kebanyakan orang yang kurang tidur secara terus menerus mengalami kulit pucat, lingkaran hitam di bawah mata, garis-garis halus pada wajah, dan kulit tidak cerah.

Ingatan yang buruk. Saat tidur dengan nyenyak, otak kita memproses dan menguatkan ingatan kita. Namun sepertinya ingatan itu tidak tersimpan dengan baik dan justru bisa hilang ketika kita mengalami kurang tidur.

Obesitas. Kurang tidur bisa membuat berat badan Anda bertambah. Menurut penelitian, orang yang memiliki gangguan tidur sepertinya memiliki nafsu makan dan rasa lapar yang lebih tinggi. Mereka juga cenderung mengonsumsi makanan dengan kadar lemak dan karbohidrat tinggi.

Depresi. Hubungan antara depresi dan gangguan tidur sangat erat. Kurang tidur bisa memicu depresi, sementara depresi bisa membuat Anda sulit tidur. Gangguan tidur paling umum yang dapat memicu depresi adalah insomnia.

Penurunan sistem imun. Kurang tidur membuat sistem kekebalan tubuh Anda melemah. Hasilnya, Anda lebih mudah terserang penyakit. Menurut penelitian, orang yang tidur 7 jam atau kurang tiap malamnya lebih mudah terserang pilek ketimbang yang tidur 8 jam.

Sulit berpikir jernih. Cara berpikir dipengaruhi oleh kualitas tidur yang Anda miliki. Kognitif dan pengambilan keputusan Anda cenderung memburuk ketika tidak mendapat tidur yang cukup. Kurang tidur sepertinya juga membuat Anda teledor, seperti lupa membawa dompet atau ponsel.

Gairah seks menurun. Baik pada pria dan wanita, kurang tidur dapat menurunkan libido dan keinginan untuk melakukan hubungan seksual. Kadar testosteron pria juga mungkin bisa menurun jika mengalami gangguan tidur jenis apnea tidur, sebuah gangguan tidur yang disebabkan terhentinya pernapasan beberapa kali selama tidur sehingga seluruh tubuh dan otak kekurangan oksigen.

Kesuburan terganggu. Produksi hormon reproduksi akan menurun ketika Anda mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan. Jadi, jika ingin cepat punya anak, upayakan untuk tidur nyenyak dengan durasi yang direkomendasikan.

Memicu penyakit serius. Gangguan tidur dan kurang tidur bisa memicu penyakti serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, atau stroke.

Gangguan tidur jangan dipelihara. Ada baiknya periksakan diri ke dokter jika Anda merasa sulit untuk tidur dengan nyenyak. Dengan mengetahui penyebab pastinya, dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai dengan gangguan tidur yang Anda alami.