Jauhkan Bayi Kamu dari 7 Jenis Makanan ini!

Bayi berusia 1 tahun ke bawah belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Reaksi alergi, rentan mengalami keracunan, atau hal-hal buruk lainnya mungkin bisa menimpa Si Kecil. Oleh karena itu, jangan sembarangan dalam memberi asupan pada bayi kamu.

Kamu mungkin mengira aman memperkenalkan Si Kecil dengan beberapa jenis makanan tertentu. Apalagi, jika makanan tersebut sudah sering diberikan kepada bayi secara turun-temurun di masyarakat. Namun, mulai sekarang berhati-hatilah. Bisa jadi makanan yang kamu berikan belum bisa diterima dengan baik oleh bayi kamu yang masih berusia di bawah 1 tahun.

Jauhkan Bayi Kamu dari 7 Jenis Makanan Ini - alodokter

Ini dia 7 jenis makanan yang disarankan untuk tidak diberikan pada bayi 1 tahun ke bawah:

Susu sapi, susu kambing, atau susu kedelai utuh. Ada beberapa alasan mengapa kamu harus menjauhkan Si Kecil dari susu jenis tersebut. Pertama, bayi berusia 1 tahun ke bawah belum bisa mencerna protein yang ada pada susu tersebut, tidak semudah saat tubuhnya mencerna ASI atau susu formula. Kedua, susu tersebut tidak mengandung cukup gizi dan nutrisi yang dibutuhkannya untuk menunjang tumbuh kembangnya. Ketiga, tingginya konsentrasi protein dan mineral dalam susu sapi utuh bisa merusak ginjalnya yang masih belum tumbuh sempurna. Protein tersebut juga bisa mengiritasi saluran pencernaannya yang bisa memicu buang air besar berdarah pada bayi.

Makanan mengandung garam. Demi menambah selera makannya, kamu mungkin menambahkan garam ke dalam makanan padatnya. Namun, bayi belum terlalu membutuhkannya. Lagipula, garam tidak baik bagi kesehatan ginjalnya. Hindari pula memberinya makanan cepat saji khusus bayi seperti sereal, karena makanan ini mengandung kadar garam yang tinggi.

Madu. Terkadang, madu mengandung bakteri bernama Clostridium botulinum yang bisa memicu botulisme (keracunan makanan) pada bayi. Botulisme merupakan penyakit yang sangat serius. Tanda-tanda bayi kamu mengalami botulisme adalah kehilangan selera makan, konstipasi, atau lesu. Tanda-tanda ini mungkin terlihat sekitar 8 jam hingga 36 jam setelah mengonsumsi madu. Alasan lain mengapa tidak memberikan asupan ini karena madu mengandung gula yang dapat merusak giginya.

Makanan mengandung gula. Mengonsumsi makanan mengandung gula bisa membuat giginya rusak. Lagipula, bayi belum membutuhkan tambahan gula pada makanannya. Jika ingin menambah rasa manis pada makanannya, kamu bisa menambah ASI, susu formula, atau buah-buahan segar.

Makanan berlemak jenuh. Disarankan untuk tidak memberinya makanan yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi seperti keripik kentang, kue, atau biskuit. Untuk mengetahui kadar lemak jenuh pada makanan, kamu bisa melihatnya pada label nutrisi pada kemasan.

Telur setengah matang. Telur sudah bisa diberikan kepada bayi berusia 6 bulan ke atas. Namun, pastikan kamu memasaknya dengan matang secara menyeluruh. Telur yang belum matang sepenuhnya mungkin mengandung bakteri Salmonella yang bisa membuatnya keracunan. Hindari pula memberinya olahan makanan yang dicampur oleh telur mentah seperti mayonaise.

Beberapa jenis ikan. Ada beberapa jenis ikan yang mengandung kadar merkuri tinggi. Zat ini bisa memengaruhi sistem pencernaannya. Hidangan laut yang harus dijauhi oleh bayi kamu antara lain ikan makarel, daging ikan hiu, ikan marlin, atau ikan todak.

Jika kamu pernah memberikan 7 jenis makanan di atas, mulai sekarang berhentilah dan jauhkan asupan tersebut dari piring bayi kamu.