Memahami Nilai Nutrisi Melalui Label Produk

Memilih produk berdasarkan keterangan pada label kemasan makanan atau minuman adalah salah satu kunci utama hidup lebih sehat. Label kemasan akan menginformasikan nilai gizi atau nilai nutrisi, termasuk jumlah kalori dan kandungan bahan dalam tiap produk.

Dengan membaca label kemasan, Anda dapat menentukan pilihan yang lebih sehat dan sesuai untuk dikonsumsi.

Memahami Nilai Nutrisi Melalui Label Produk-Alodokter (2)

Manfaat Membaca Label

Jika dibaca dan digunakan dengan tepat, keterangan pada label produk dapat membawa banyak manfaat, yaitu:

  • Mengelola jumlah total konsumsi kalori yang masuk ke tubuh tiap hari

Kebutuhan kalori wanita rata-rata tiap hari adalah 2.000 kkal. Sementara pria adalah 2.500 kkal. Berat badan akan tetap ideal jika Anda menjaga jumlah konsumsi kalori agar tidak melebihi kebutuhan harian.

Pada tiap label kemasan, tertulis angka energi total dalam satuan kkal per takaran saji. Angka ini dapat menjadi patokan berapa jumlah kalori yang Anda dapatkan jika mengonsumsi satu takaran produk yang dimaksud.

Sebagai contoh, pada label tertulis bahwa satu cangkir atau 250 ml susu mengandung 200 kalori. Maka jika di pagi hari Anda mengonsumsi 2 cangkir susu, maka Anda telah mengonsumsi 400 kalori. Ini berarti, jika Anda laki-laki, sisa kalori yang perlu Anda konsumsi adalah 2.100 kkal sedangkan jika Anda perempuan, 1.600 kkal.

Menghitung kalori berperan penting bagi mereka yang ingin menaikkan atau menurunkan berat badan. Jika ingin menaikkan berat badan, asupan kalori harus lebih besar daripada kalori yang dibakar selama beraktivitas sehari-hari. Sebaliknya, jika ingin menurunkan berat badan, asupan kalori harus lebih kecil daripada yang dibakar.

  • Memilih produk sesuai kandungan nutrisi yang Anda butuhkan

Kunci memilih makanan dan minuman kemasan adalah dengan membandingkan jenis dan nilai nutrisi dalam dua produk serupa. Sebagai contoh, membandingkan kandungan lemak jenuh pada produk keripik kentang A dan B. Keripik kentang A mengandung 5 gram lemak jenuh dalam tiap takaran saji 100 gram. Sementara keripik kentang B mengandung 3 gram lemak jenuh per takaran saji 100 gram. Dalam hal ini, keripik kentang B menjadi pilihan lebih sehat dibanding A.

Memerhatikan Nilai Nutrisi

Agar dapat memilih produk makanan yang lebih sehat, Anda perlu memerhatikan nilai nutrisi yang tertera pada label. Ada sejumlah nutrisi yang sebaiknya dibatasi, namun ada pula yang perlu ditingkatkan jumlah asupannya.

Berikut beberapa panduan nilai nutrisi yang perlu dibatasi:

  • Karbohidrat atau gula

Kadar karbohidrat dalam suatu produk dikategorikan tinggi jika produk tersebut mengandung lebih dari 22,5 g karbohidrat atau gula per 100 g, dan dikategorikan rendah jika bernilai 5 g atau kurang per 100 g.

  • Total lemak

Dikategorikan tinggi jika lebih dari 17,5 g per 100 g, dan rendah jika mengandung 3 g atau kurang dalam 100 g.

  • Lemak jenuh (saturated fat)

Dikategorikan tinggi jika terdapat lebih dari 5 g per 100 g, dan digolongkan rendah jika ada 1,5 g atau kurang dalam 100 g.

  • Garam (sodium atau natrium)

Kandungan garam dapat tertera dengan keterangan sodium maupun natrium pada kemasan, termasuk tinggi jika dalam produk terkandung lebih dari 1,5 g garam per 100 g (atau 0,6 g sodium/natrium), dan rendah jika terdapat 1,5 g garam atau kurang dalam 100 g (atau 0,1 g sodium/natrium).

 

Sebaliknya, beberapa jenis nutrisi sebaiknya dipilih dengan kadar yang lebih tinggi seperti:

  • Lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fat).
  • Lemak tidak jenuh tunggal (monosaturated fat).
  • Kalsium (Ca).
  • Serat (fiber).
  • Vitamin-vitamin, seperti vitamin A dan C.
  • Zat besi.
  • Protein.

Mengelola Kondisi Kesehatan Tertentu

Jika Anda atau anggota keluarga Anda menderita penyakit tertentu seperti tekanan darah atau kolesterol tinggi yang membutuhkan diet khusus, membaca label produk akan memudahkan Anda untuk menentukan mana pilihan yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi.

Berikut ini adalah beberapa penyakit beserta nutrisi yang kadarnya perlu dibatasi atau ditambahkan:

  • Diabetes

Penderita diabetes perlu membatasi produk dengan kadar gula dan karbohidrat yang tinggi.

  • Penyakit jantung dan kolesterol tinggi

Hindari konsumsi produk yang mengandung kolesterol, lemak jenuh, lemak trans, dan garam berkadar tinggi.

  • Tekanan darah tinggi

Kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi harus membatasi konsumsi produk tinggi garam (sodium/natrium).

  • Osteoporosis

Penderita osteoporosis perlu memperbanyak konsumsi makanan/minuman tinggi kalsium.

  • Penyakit autoimun atau kekebalan tubuh

Penderita penyakit autoimun perlu memperbanyak konsumsi produk yang mengandung mineral dan vitamin, seperti zat besi, vitamin A dan C.

Selain itu, jangan lupa untuk tetap memerhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada label kemasan. Jangan sampai Anda membeli atau mengonsumsi produk yang sudah melewati masa berlaku karena dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Lebih telitilah membandingkan nilai nutrisi dari dua produk yang sama jenisnya. Dengan begitu, Anda mampu mengontrol asupan nutrisi dari makanan atau minuman yang masuk ke tubuh, agar berat badan tetap ideal.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi