Sebagian besar kasus kanker rahim berkembang pada lapisan dalam rahim (endometrium), tetapi ada juga yang berasal dari otot atau jaringan penunjang rahim.

Berdasarkan jaringan asalnya, kanker rahim dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

1. Adenokarsinoma (Kanker Endometrium)

Adenokarsinoma adalah jenis kanker rahim yang paling sering terjadi. Kanker ini berkembang pada lapisan dalam rahim (endometrium) dan mencakup lebih dari 80% kasus kanker rahim.

Sebagian besar kanker endometrium berkaitan dengan paparan hormon estrogen yang tidak seimbang, terutama bila kadar estrogen lebih tinggi dibandingkan progesteron dalam jangka panjang.

2. Sarkoma Uterus

Sarkoma uterus merupakan jenis kanker rahim yang lebih jarang terjadi. Kanker ini berkembang pada otot rahim atau jaringan penunjang di sekitar rahim.

Dibandingkan kanker endometrium, sarkoma uterus cenderung tumbuh lebih agresif dan lebih sulit terdeteksi pada tahap awal.

Faktor Risiko Kanker Rahim

Penyebab pasti kanker rahim belum diketahui secara jelas. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, terutama faktor yang memengaruhi keseimbangan hormon estrogen di dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa faktor risiko kanker rahim:

Faktor hormonal dan reproduksi

Beberapa kondisi yang berkaitan dengan hormon reproduksi dapat meningkatkan risiko kanker rahim, antara lain:

  • Sudah menopause
  • Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun
  • Menopause setelah usia 55 tahun
  • Belum pernah hamil
  • Mengalami gangguan ovulasi, termasuk pada sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Menggunakan terapi hormon estrogen tanpa progesteron setelah menopause

Riwayat penyakit dan kondisi medis tertentu

Beberapa penyakit atau kondisi medis diketahui dapat meningkatkan risiko kanker rahim, yaitu:

  • Obesitas
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Hiperplasia endometrium atau penebalan lapisan rahim
  • Sindrom Lynch atau kelainan genetik tertentu

Riwayat pengobatan dan kanker lain

Risiko kanker rahim juga dapat meningkat pada seseorang yang memiliki kondisi berikut:

  • Pernah menjalani radioterapi di area panggul
  • Menggunakan tamoxifen untuk pengobatan kanker payudara
  • Memiliki riwayat kanker payudara, kanker ovarium, atau kanker usus besar
  • Memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat kanker rahim atau kanker terkait sindrom Lynch

Faktor usia

Risiko kanker rahim meningkat seiring bertambahnya usia dan paling sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Meski memiliki satu atau beberapa faktor risiko di atas tidak berarti seseorang pasti mengalami kanker rahim, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai. Pemeriksaan rutin dan mengenali gejala sejak dini dapat membantu meningkatkan keberhasilan penanganan kanker rahim.