Kenali Sumber Flavonoid, si Penjaga Kesehatan Tubuh

Tubuh kita membutuhkan asupan flavonoid guna melawan radikal bebas. Karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, maka penting bagi Anda untuk mengenali makanan apa saja yang bisa memberikan flavonoid. Mari berkenalan dengan fungsi flavonoid dan makanan apa saja yang memiliki kandungan kaya manfaat ini.

Flavonoid merupakan senyawa yang biasanya ada di dalam tumbuhan, baik pada buah maupun sayuran. Senyawa flavonoid memiliki efek positif bagi tubuh manusia yaitu sebagai antioksidan, antiinflamasi, anti virus, anti alergi, dan bahkan memiliki sifat anti kanker. Itulah mengapa flavonoid dapat dikatakan penting bagi kesehatan tubuh Anda. Bahan ini tidak kalah dengan vitamin lainnya.

 

kenali sumber flavonoid, si penjaga kesehatan tubuh - alodokter

Kenali Sumbernya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, flavonoid hadir pada beberapa jenis tumbuhan yang bisa menjadi sumber asupan flavonoid Anda. Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi guna menjaga kesehatan tubuh,  dengan kemampuan flavonoid melawan radikal bebas.
  • Teh hijau Pada dasarnya, semua jenis teh mengandung antioksidan flavonoid karena kandungan senyawa alaminya, polifenol. Hanya saja, jika dibandingkan dengan teh hitam, maka teh hijau dua kali lebih banyak kandungan flavonoid atau antioksidan. Proses pengolahannya pun sedikit berbeda, karena teh hijau tidak difermentasi. Mereka dikukus dengan sebelumnya dibiarkan lapuk. Menurut penelitian yang diterbitkan salah satu lembaga kanker nasional, senyawa polifenol teh hijau diduga dapat menurunkan pertumbuhan tumor, dengan percobaan terhadap binatang di laboratorium. Senyawa ini juga melindungi sel dari kerusakan akibat paparan radiasi oleh sinar UVB. Teh hijau juga dikaitkan dengan penurunan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah, serta penurunan risiko terserang stroke. Karena teh hijau diduga dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL, menurut sebuah jurnal. Selain itu, penelitian lainnya menduga teh hijau  bisa mencegah maupun mengobati obesitas dan diabetes tipe 2 bila diminum secara rutin setiap hari. Beberapa manfaat lain dari teh hijau adalah mengobati peradangan pada kulit (karena teh hijau memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan anti kanker), dan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak yang berpengaruh pada perbaikan demensia atau kepikunan.
  • Cocoa Seperti teh hijau, cocoa juga mengandung flavonoid yang dibutuhkan oleh tubuh. Meski cocoa merupakan bahan dalam produksi cokelat, tidak jarang jumlahnya dikurangi guna mengurangi rasa pahit. Cocoa yang kaya akan flavonoid diduga dapat membantu Anda dalam meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh dan menurunkan jumlah kolesterol jahat, terutama mereka yang berusia dibawah 50 tahun. Bahkan, cocoa dan kandungan flavonoid di dalamnya juga dipercaya bagus untuk kesehatan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
  • Stroberi Berbeda dengan cocoa yang meski mengandung flavonoid, tapi rasanya pahit, stroberi memiliki rasa yang segar dan akan menjadi buah yang menyenangkan untuk disantap. Flavonoid yang terkandung di dalam stroberi adalah anthocyanin. Kandungan ini dapat membantu tubuh dalam menurunkan risiko serangan jantung. Sedangkan flavonoid quercetin yang terdapat di dalam stroberi memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan ini bisa membantu tubuh mengurangi risiko meningkatnya kolesterol jahat, serta aterosklerosis.
Selain beberapa jenis sumber flavonoid di atas, sumber flavonoid lainnya antara lain peterseli, blueberry, jeruk, teh hitam, kacang dengan kulit merah, serta minuman anggur atau wine.

Flavonoid berperan sebagai antioksidan yang dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang dapat membuat Anda sakit di kemudian hari. Mulailah rajin dalam mengonsumsi beberapa jenis makanan di atas dan tabung manfaatnya. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tentu tidak ada salahnya menambahkan bahan-bahan di atas dalam menu harian Anda. Jika Anda mengalami reaksi alergi akibat mengonsumsi makanan atau minuman di atas, segera hubungi dokter.