Manfaat Teh Tawar Tak Sepahit Rasanya

Es teh manis di tengah udara panas dan menyeruput teh manis hangat ketika hujan, itulah salah satu kebiasaan yang bisa dinikmati oleh hampir semua orang Indonesia. Tapi, manfaat teh tawar juga tak kalah dari dua saudaranya tersebut.

Teh dianggap sebagai superfood alias penganan super. Ini semua berkat kandungan antioksidan polifenol dalam teh yang berfungsi membuang radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh.

Manfaat Teh Tawar Tak Sepahit Rasanya - alodokter

Meskipun sama-sama memiliki antioksidan, ternyata teh tawar lebih direkomendasikan untuk diminum daripada teh yang telah dicampur dengan gula atau pemanis lainnya. Apa pasal? Teh manis tanpa disadari bisa merusak gigi. Gula dalam makanan atau minuman manis akan dipecah oleh bakteri di dalam mulut dan menghasilkan asam. Asam tersebut mampu melarutkan permukaan gigi hingga mengakibatkan gigi menjadi rusak.

Selain itu, teh yang diberi gula juga akan menambah kalori yang tidak perlu dalam makanan. Dalam 355 ml teh manis kemasan setidaknya terdapat 129-143 kalori, bandingkan dengan teh tawar yang hanya mengandung 4 kalori. Jika kita mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh, kalori yang tersisa akan diubah menjadi lemak. Terlalu banyak lemak dalam tubuh akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Lagipula, jika minum teh tawar, ada sensasi tersendiri yang bisa kita rasakan. Kita bisa menghirup wangi teh yang telah diseduh dan mengecap rasa teh asli tanpa bahan tambahan apa pun. Tak ketinggalan berbagai manfaat teh tawar yang bisa didapat oleh tubuh. Berikut manfaat teh tawar berdasarkan jenis tehnya.

  • Teh hitam. Jenis teh yang sering dijadikan bahan baku teh instan ini diproduksi dengan cara memfermentasi daun teh. Penelitian menunjukkan bahwa teh hitam dapat menurunkan tekanan darah meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
  • Teh hijau, dibuat dengan mengukus daun teh. Teh hijau memiliki tingkat antioksidan EGCG dan diduga mampu mengganggu pertumbuhan kanker usus besar, pankreas, lambung, paru-paru, payudara, dan kandung kemih; mencegah penyumbatan arteri; membakar lemak; melawan stres pada otak; mengurangi risiko stroke dan gangguan saraf seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson; dan memperbaiki kadar kolesterol.
  • Teh putih. Menurut sebuah penelitian, teh yang tidak diawetkan dan tidak difermentasi ini memiliki sifat yang dapat mencegah perkembangan sel kanker pada usus besar.
  • Teh oolong. Menurut studi di china konsumsi teh oolong dalam jangka panjang berhubungan dengan penurunan risiko dislipidemia.
  • Teh pu-erh. Menurut penelitian tahap awal, teh yang dibuat dengan cara difermentasi ini dapat membantu menurunkan berat badan pada pria dengan sindrom metabolik.

Supaya manfaat teh tawar di atas bisa kita dapatkan secara maksimal, disarankan untuk merendam teh lebih lama. Semakin lama teh direndam atau dicelup dalam air panas, semakin banyak flavonoid yang dilepaskan oleh teh. Selain itu, konsultasikan juga dengan dokter tentang manfaat teh bila Anda ingin mengonsumsinya. Yuk, rasakan manfaat teh tawar mulai dari sekarang.