Masih Takut ke Dokter Gigi?

Masih takut ke dokter gigi? Anda tidak sendiri. Banyak orang yang hingga dewasa masih takut dengan jarum dan suara dengung alat bor dokter gigi.

Rasa takut ini kadang begitu hebat sehingga Anda memilih untuk tetap merasakan ngilu daripada pergi ke dokter gigi. Padahal kesehatan gigi dan mulut yang tidak terjaga dapat menjadi faktor risiko terjadinya sakit jantung, infeksi, stroke, dan bahkan kanker. Kabar baiknya, ada cara yang dapat ditempuh untuk melawan rasa takut dan sakit di ruang pemeriksaan gigi.

Masih Takut ke Dokter Gigi-Alodokter

Kenapa Takut ke Dokter Gigi?

Ada banyak hal yang dapat melatarbelakangi kenapa sebagian orang takut ke dokter gigi. Berikut ini adalah beberapa alasannya:

  • Takut dengan rasa sakit yang mungkin ditimbulkan akibat suntikan pada gusi, pencabutan gigi, atau tindakan lain, seperti menambal lubang gigi.
  • Takut obat bius lokal tidak bekerja dengan baik, sehingga mereka masih dapat merasakan rasa sakit.
  • Takut dengan efek samping obat bius yang mungkin dirasakan, seperti rasa pusing, mual, dan lemas.
  • Merasa tidak berdaya karena tidak dapat melihat apa yang sedang dikerjakan dokter pada giginya.

Beberapa orang merasa tidak nyaman karena ada orang lain yang dianggap asing, yang memeriksa bagian dalam mulut yang dianggap personal.

Lebih jauh, rasa takut ke dokter gigi sebenarnya bersumber dari nasihat yang kurang tepat di masa kecil, seperti, “Ayo, sikat gigi. Jika tidak, nanti harus ke dokter gigi.” Kalimat semacam ini dapat membuat seseorang mempersepsikan bahwa kunjungan ke dokter gigi adalah hal yang menyeramkan. Padahal tiap orang sebaiknya memeriksakan gigi secara teratur, setidaknya 6 bulan sekali.

Selain kecemasan, terdapat juga kondisi lain yang lebih serius, seperti fobia dokter gigi. Kondisi ini lebih parah dibandingkan kecemasan umum yang dirasakan pasien. Orang yang fobia dokter gigi merasa ketakutan, panik, dan benar-benar melakukan segala cara agar tidak pergi ke dokter gigi. Biasanya kondisi ini ditandai dengan gejala-gejala:

  • Sulit tidur di malam sebelum ke dokter gigi.
  • Merasa ketakutan tiap kali berpikir tentang kunjungan ke dokter gigi.
  • Ketakutan memuncak di ruang tunggu dokter gigi.

Umumnya orang yang mengalami fobia menyadari bahwa ketakutan mereka berlebihan, tapi tidak mampu meredamnya. Kondisi ini bisa jadi memerlukan penanganan psikiater. Namun secara umum, kecemasan terhadap dokter gigi dapat ditangani dengan cara-cara tertentu.

Trik Agar Merasa Nyaman ke Dokter Gigi

Agar tidak ketakutan lagi saat berkunjung ke dokter, berikut beberapa persiapan yang dapat dilakukan:

Temukan dokter gigi yang dapat Anda percayai

Anda bisa menjadi takut terhadap rasa sakit, bau, atau suara alat di ruang pemeriksaan. Namun semua kekhawatiran akan reda ketika Anda tahu sedang ditangani dokter gigi yang Anda percayai. Anda dapat mencari tahu referensi dokter terpercaya di sekitar Anda dari kerabat, teman, atau sesama pasien di forum-forum kesehatan di internet.

Percaya pada teknologi terbaru

Jarum suntik yang digunakan dokter gigi di masa kini jauh lebih kecil dibandingkan lima tahun lalu dan umumnya hanya sekali pakai. Penggunaan jarum besar yang dipakai ulang dan disterilisasi sering menyebabkan rasa sakit pada pemeriksaan masa lalu. Demikian juga dengan teknologi perawatan gigi, seperti alat pengebor gigi menggunakan laser untuk menutup lubang pada gigi, dapat mengurangi risiko sakit yang dirasakan pasien.

Obat bius dan pereda rasa sakit

Selain teknologi, pengobatan terbaru memungkinkan dokter gigi untuk meminimalisasi rasa sakit pasien.

  • Obat bius lokal yang disuntikkan untuk melumpuhkan saraf di area tertentu pada gusi atau mulut.
  • Obat bius yang diberikan secara elektronik, disebut transcutaneous electrical nerve stimulation atau TENS.
  • Obat penenang yang disuntikkan ke pembuluh darah tangan atau lengan.
  • Obat penenang yang diminum akan berdampak pada pusat sistem saraf untuk membantu menenangkan pasien.
  • Obat bius total yang diberikan agar pasien “tertidur” selama menjalani operasi. Umumnya dilakukan di rumah sakit karena lebih berisiko dibandingkan penggunaan obat bius lokal.

Beberapa dokter gigi menghindari pemberian obat penenang karena risiko yang mungkin terjadi. Oleh karenanya, sebelum diberikan, penting bagi tiap pasien untuk memberikan informasi mengenai alergi obat atau penyakit tertentu yang sedang diderita kepada dokter gigi.

Fasilitas lebih lengkap

Selain itu, kini makin banyak dokter gigi yang melengkapi ruang praktiknya dengan perlengkapan yang bertujuan memberikan rasa nyaman, seperti TV, air minum, dan mainan bagi pasien anak. Sebagian dokter gigi juga mempercantik ruangan mereka dengan interior yang menenangkan, seperti pelapis dinding warna cerah, bunga segar, dan sentuhan alunan musik.

Kesehatan gigi penting untuk dipertahankan agar Anda bisa melakukan aktivitas sederhana sehari-hari, seperti makan dan bekerja dengan tenang. Karenanya, daripada menghindari perawatan ke dokter gigi, lebih baik mulai mencoba suatu cara agar lebih nyaman memeriksakan diri.