Metode penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab meningitis, tingkat keparahan penyakit, usia pasien, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Pada banyak kasus, meningitis perlu ditangani di rumah sakit agar pasien dapat dipantau secara ketat dan mendapatkan terapi yang tepat. Setelah menilai kondisi pasien secara menyeluruh, dokter dapat merekomendasikan salah satu atau kombinasi beberapa metode pengobatan berikut.
1. Pengobatan meningitis akibat virus
Meningitis virus umumnya tergolong lebih ringan dibandingkan meningitis bakteri dan pada sebagian kasus dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu 7–10 hari. Penanganan biasanya bertujuan untuk meredakan gejala dan membantu proses pemulihan.
Beberapa langkah penanganan yang dapat dilakukan, meliputi:
- Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi.
- Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih 8 gelas per hari.
- Konsumsi obat pereda nyeri atau penurun demam, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter.
Pada kasus tertentu, terutama bila meningitis disebabkan oleh virus herpes, dokter dapat memberikan obat antivirus, seperti acyclovir, untuk membantu mengatasi infeksi.
2. Pengobatan meningitis akibat bakteri
Meningitis bakteri merupakan kondisi serius yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Pengobatan utama adalah pemberian antibiotik melalui infus untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.
Beberapa jenis antibiotik yang sering digunakan adalah golongan sefalosporin, seperti ceftriaxone atau cefotaxime. Pemilihan antibiotik akan disesuaikan dengan jenis bakteri penyebab meningitis serta kondisi pasien.
Selain antibiotik, dokter juga dapat memberikan kortikosteroid, seperti dexamethasone, untuk membantu mengurangi peradangan pada selaput otak dan menurunkan risiko komplikasi, misalnya pembengkakan otak atau gangguan saraf.
3. Pengobatan meningitis akibat jamur
Meningitis yang disebabkan oleh infeksi jamur umumnya ditangani dengan obat antijamur. Jenis obat yang dapat diberikan, antara lain amphotericin B atau fluconazole.
Pengobatan ini biasanya berlangsung cukup lama dan harus dilakukan dengan pemantauan dokter karena obat antijamur dapat menimbulkan efek samping tertentu.
4. Pengobatan meningitis akibat kondisi lain
Pada beberapa kasus, meningitis tidak disebabkan oleh infeksi, tetapi oleh kondisi lain, seperti penyakit autoimun, reaksi terhadap obat tertentu, atau kanker. Pada kondisi ini, pengobatan akan difokuskan pada penanganan penyakit yang mendasarinya.
Sebagai contoh, dokter dapat memberikan obat imunosupresan untuk meningitis yang berkaitan dengan penyakit autoimun atau terapi khusus untuk menangani kanker yang memicu peradangan pada selaput otak.
Perlu diketahui bahwa meningitis merupakan kondisi yang berpotensi serius dan memerlukan penanganan medis yang tepat. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada meningitis atau sedang menjalani pengobatan dan gejala tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter.