Mulut Terasa Asam Bisa Jadi Pertanda Penyakit

Rasa tidak enak pada mulut, bisa menjadi pertanda bahwa Anda mengalami kondisi medis tertentu. Mulut terasa asam, bisa menjadi pertanda bahwa Anda mengalami masalah kesehatan terkait beberapa penyakit seperti nyeri dada, refluks empedu, dan refluks asam lambung (GERD).

Mulut terasa tidak enak erat dikaitkan dengan gangguan rasa yang disebut dengan dysgeusia. Gangguan ini dapat ditandai dengan mulut yang terasa pahit, asam, dan juga asin. Pada kondisi yang parah, penderita juga mungkin merasakan mulutnya berbau tengik, terasa seperti logam, dan busuk.

mulut terasa asam bisa jadi pertanda penyakit - alodokter

Namun, jika mulut terasa asam dan disertai dengan gejala tertentu, bisa jadi Anda mengalami penyakit berikut ini:

  • Refluks empedu

Mulut terasa asam mungkin bisa jadi pertanda Anda mengalami refluks empedu. Umumnya mulut terasa asam, disertai dengan gejala lain seperti munculnya sensasi terbakar pada bagian dada yang menyebar ke tenggorokan, merasakan mual, memuntahkan cairan kuning kehijauan, merasa mulas, dan mengalami sakit perut yang parah.

Refluks empedu terjadi ketika cairan pencernaan yang di produksi di hati atau empedu kembali mengalir ke lambung dan kerongkongan. Terkadang, penyakit ini juga disertai dengan refluks asam lambung yaitu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Penderita dicurigai mengalami refluks empedu ketika tidak ada perbaikan gejala dengan pemberian obat-obat yang bersifat menekan asam lambung.

Tidak seperti refluks asam lambung, refluks empedu diduga tidak berhubungan dengan gaya hidup. Walau demikian, dikarenakan refluks asam lambung dan refluks empedu sering terjadi bersamaan, maka perubahan gaya hidup mungkin dapat sedikit mengurangi gejala. Beberapa gaya hidup yang dapat dimodifikasi adalah dengan berhenti merokok, makan secukupnya dan kurangi makanan berlemak dan pedas, hindari minuman berkafein, beralkohol dan berkarbonasi, hingga duduk tegap setelah makan. Untuk obat-obatan, dokter mungkin akan memberikan asam ursodeoksikolat, penghambat asam empedu, Proton Pump Inhibitor (PPI), hingga pembedahan.

  • Refluks asam lambung (GERD)

Selain mulut terasa asam, gejala dari penyakit refluks asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) bisa berupa nyeri pada bagian dada, suara serak, sulit menelan, bertambahnya air liur, batuk dan mual. Adapun penyebab dari penyakit ini umumnya dikarenakan cincin otot antara lambung dan kerongkongan, yang mencegah isi lambung berbalik ke atas dan masuk ke kerongkongan, tidak berfungsi dengan baik.

Gaya hidup dan pilihan diet yang tidak tepat berkontribusi terhadap penyakit ini. Adapun makanan dan minuman seperti cokelat, peppermint, kopi, minuman beralkohol, makanan yang bersifat asam, gorengan dan makanan berlemak menjadi pemicu refluks terjadi. Selain itu, beberapa kondisi seperti obesitas, hernia hiatal dan kehamilan, membuat seseorang lebih berisiko mengalami GERD.

Untuk pengobatan, hal yang pertama yang disarankan adalah mengubah gaya hidup, berhenti merokok, dan mengurangi makanan dan minuman yang menyebabkan terjadinya refluks dan iritasi pada lapisan dalam dinding kerongkongan. Kemudian, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan seperti antasida yang dapat membantu menetralkan asam lambung.

Bagi yang menderita refluks kronis, dokter mungkin akan memberikan penghambat H2 yang dapat menghambat sekresi asam di perut. Atau obat penghambat pompa proton (PPI) seperti omeprazole dan lansoprazole untuk mengatasi asam lambung yang diderita. Perlu dicatat, obat-obat ini haruslah dalam pengawasan dokter.

Jika mulut terasa asam diikuti dengan gejala lain atau terjadi berlarut-larut, segera konsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.