Pendarahan Implantasi Menyerupai Menstruasi, Ini Cara Membedakannya

Pendarahan implantasi adalah terjadinya bercak darah pada awal kehamilan. Tidak jarang yang salah menganggap bercak darah tersebut sebagai menstruasi. Apalagi seringkali munculnya perdarahan implantasi berdekatan dengan waktunya menstruasi.

Perdarahan implantasi umumnya terjadi pada masa 6-12 hari setelah pembuahan. Sehingga wajar jika sebagian wanita belum menyadari dirinya hamil dan mengira bahwa pendarahan implantasi tersebut adalah menstruasi.

pendarahan implantasi - alodokter

Penyebab Pendarahan Implantasi

Penyebab terjadinya pendarahan implantasi berhubungan dengan melekatnya sel telur di dinding rahim. Setelah dibuahi oleh sel sperma, sel telur yang mulai berubah menjadi embrio bergerak ke rahim.

Selanjutnya, embrio menempel pada dinding rahim dan siap berkembang menjadi janin. Pada saat menempel di dinding rahim itulah, kemungkinan terjadinya pendarahan. Jangan khawatir, perdarahan implantasi tidak mengganggu embrio dan perkembangannya.

Mengenali Ciri-Cirinya  

Agar Anda tidak salah dalam mengenali, ada beberapa ciri atau perbedaan antara pendarahan implantasi dan menstruasi. Ciri atau perbedaan tersebut adalah:
  • Warna
Bercak darah pada pendarahan implantasi berwarna pink atau cokelat dan tampak samar-samar. Sementara, darah pada menstruasi berwarna lebih terang dan bercaknya tampak jelas.
  • Aliran
Aliran darah pada pendarahan implantasi ringan saja. Darah mengalir pelan dan tidak bertambah deras. Darah yang keluar juga tidak terdapat gumpalan-gumpalan seperti darah menstruasi. Sebaliknya, aliran darah menstruasi meski awalnya perlahan, semakin lama semakin deras.
  • Kram
Sebagaimana kram yang terjadi saat menstruasi, perdarahan implantasi mungkin memicu juga kram pada perut. Namun, cobalah perhatikan. Jika kram ringan diiringi bercak darah sedikit berwarna pink,  kemungkinan Anda mengalami pendarahan implantasi. Sementara, jika kram terasa jauh lebih hebat, apalagi dibarengi keluarnya darah berwarna cerah, dengan jumlah yang cukup banyak, maka kemungkinan itu berarti Anda sedang mengalami menstruasi.
  • Jeda waktu
Berbeda dengan darah menstruasi yang keluar terus menerus sekitar 2-7 hari, pendarahan implantasi memiliki jeda waktu. Misalnya, saat ini muncul bercak, beberapa saat kemudian tidak muncul lagi sampai beberapa jam ke depan. Pagi muncul bercak, kemudian berhenti dan muncul lagi pada sore hari. Hal ini berlangsung selama 1-2 hari. Umumnya perdarahan implantasi akan berhenti, tidak lama setelah Anda mulai mengalami gejala mual muntah atau morning sicknes yang umumnya dialami ibu hamil.

Risiko Pendarahan Saat Hamil Muda

Meski perdarahan implantasi tidak berbahaya dan tidak membutuhkan penanganan khusus, namun perdarahan saat hamil muda juga perlu diwaspadai. Ada kemungkinan dan penyebab lain yang membuat Anda mengalami pendarahan.

Salah satunya adalah pertanda terjadinya keguguran. Untuk mengenalinya, cermati perdarahan yang disertai kram setelahnya. Biasanya hal ini terjadi pada beberapa bulan di awal kehamilan. Perdarahan saat awal kehamilan, juga memiliki kemungkinan lain yaitu karena kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan.

Hal lain yang dapat menyebabkan perdarahan saat awal kehamilan bisa karena faktor hormon yang dipicu oleh hubungan seks. Perdarahan semacam ini bisa terjadi bukan pada saat hamil muda saja.

Sebenarnya tidak semua pendarahan merupakan gejala kelainan yang berbahaya, termasuk pendarahan implantasi. Namun, jika Anda mengalaminya, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mengantisipasi jika ternyata yang Anda alami adalah hal yang benar-benar serius.

Pendarahan implantasi memang seringkali menjadi indikasi awal yang menandakan kehamilan. Meski demikian, sebaiknya tetap melakukan pemeriksaan kehamilan, untuk memastikan kondisi kehamilan Anda.