Diagnosis penyakit Alzheimer dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami serta menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dengan gejala serupa.
Pada tahap awal, dokter akan melakukan wawancara medis secara menyeluruh. Dokter menanyakan gejala yang dirasakan, perubahan perilaku yang terjadi, serta sejauh mana gangguan daya ingat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, terutama yang berkaitan dengan Alzheimer atau demensia, juga akan digali untuk membantu menilai adanya faktor risiko. Setelah pemeriksaan ini, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:
1. Tes kognitif
Tes ini digunakan untuk menilai kemampuan berpikir, daya ingat, konsentrasi, kemampuan berbahasa, serta keterampilan memecahkan masalah. Hasil tes membantu menentukan tingkat gangguan fungsi otak yang dialami pasien.
2. Tes darah
Pemeriksaan darah dilakukan untuk mencari kemungkinan penyebab lain dari penurunan daya ingat, seperti kekurangan vitamin B12, gangguan tiroid, infeksi, atau gangguan metabolik yang dapat menimbulkan gejala mirip Alzheimer.
3. CT scan atau MRI otak
Tes pemindaian otak ini bertujuan untuk melihat perubahan struktur otak, seperti penyusutan jaringan otak, adanya stroke, tumor, atau kelainan lain yang dapat menjelaskan gejala yang muncul.
4. Pungsi lumbal
Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel cairan serebrospinal melalui tulang belakang. Tujuannya untuk mendeteksi infeksi atau gangguan lain pada sistem saraf pusat jika hasil pemeriksaan sebelumnya belum cukup jelas.
5. Tes neuropsikologis
Tes ini digunakan untuk menilai fungsi kognitif secara lebih mendalam, termasuk memori jangka panjang, pemahaman bahasa, kemampuan berpikir logis, dan daya konsentrasi.
6. PET scan otak
Pemeriksaan ini dapat membantu melihat pola aktivitas otak serta mendeteksi penumpukan protein khas Alzheimer apabila diagnosis masih belum dapat dipastikan melalui pemeriksaan lain.
7. Tes genetik
Tes ini dapat dipertimbangkan pada pasien usia muda atau pada mereka yang memiliki riwayat Alzheimer dalam keluarga, untuk menilai kemungkinan peran faktor keturunan.
Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi pasien serta hasil evaluasi dokter. Jika Anda atau anggota keluarga mulai mengalami gangguan daya ingat, kebingungan, atau perubahan perilaku yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Untuk mendapatkan arahan awal, Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter. Melalui layanan ini, Anda bisa mendiskusikan gejala yang muncul, memahami pemeriksaan yang mungkin dibutuhkan, serta mengetahui kapan perlu menjalani pemeriksaan langsung di fasilitas kesehatan.