Diagnosis penyakit Parkinson bertujuan untuk memastikan bahwa gejala yang dialami pasien benar disebabkan oleh penyakit Parkinson. Selain itu, diagnosis juga dilakukan untuk membedakan penyakit Parkinson dari gangguan saraf lain yang dapat menimbulkan keluhan serupa.

Melalui proses diagnosis yang tepat, dokter dapat menilai tingkat keparahan penyakit, memantau perkembangan gejala, serta menentukan penanganan yang paling sesuai bagi pasien.

Pemeriksaan untuk Diagnosis Penyakit Parkinson

Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit Parkinson:

Tanya jawab

Sebagai langkah awal, dokter akan melakukan sesi tanya jawab untuk memahami kondisi pasien secara menyeluruh. Pertanyaan yang diajukan biasanya meliputi:

  • Keluhan yang dialami, seperti tremor (tangan gemetar), gerakan melambat, kaku otot, atau gangguan keseimbangan
  • Waktu mulai munculnya gejala serta perkembangan keluhan dari waktu ke waktu
  • Bagian tubuh yang pertama kali mengalami gejala
  • Dampak keluhan terhadap aktivitas sehari-hari, misalnya kesulitan berjalan, menulis, atau melakukan pekerjaan rumah tangga
  • Gejala lain yang menyertai, seperti gangguan tidur, perubahan suasana hati, atau penurunan kemampuan penciuman
  • Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita
  • Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu
  • Riwayat penyakit Parkinson atau gangguan saraf lain dalam keluarga
  • Riwayat paparan zat kimia tertentu, seperti pestisida atau logam berat

Pemeriksaan fisik

Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai fungsi saraf dan kemampuan gerak pasien. Pemeriksaan ini meliputi:

  • Penilaian postur tubuh dan keseimbangan
  • Pemeriksaan kekakuan otot (rigiditas)
  • Penilaian kecepatan dan koordinasi gerakan
  • Pengamatan cara berjalan dan langkah pasien
  • Pemeriksaan tremor, terutama saat tangan dalam keadaan istirahat

Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat menilai tanda-tanda khas penyakit Parkinson, seperti gerakan melambat (bradikinesia), tremor, dan kekakuan otot.

Pemeriksaan penunjang

Belum ada satu metode pemeriksaan yang dapat memastikan diagnosis penyakit Parkinson secara pasti. Namun, beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis atau menyingkirkan kemungkinan penyakit lain, yaitu:

  • Tes darah, untuk mendeteksi kondisi medis lain yang dapat menimbulkan gejala serupa
  • Single photon emission computed tomography (SPECT), untuk mengetahui aktivitas dopamin di otak
  • Pemindaian otak dengan MRI, CT scan, atau PET scan, untuk melihat struktur otak dan mendeteksi kemungkinan kelainan lain

Pada beberapa kasus, hasil pemeriksaan pencitraan dapat terlihat normal. Oleh karena itu, diagnosis penyakit Parkinson umumnya ditegakkan berdasarkan kombinasi gejala klinis, hasil pemeriksaan fisik, serta respons pasien terhadap pengobatan tertentu.

Diagnosis penyakit Parkinson yang tepat sangat penting agar penanganan dapat diberikan secara optimal sejak dini. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan mengenai proses diagnosis penyakit Parkinson atau ingin memahami pemeriksaan yang perlu dijalani, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter.