Sering Alami Gejala Stress, Waspadai Penyakit Ini

Gejala stress bisa muncul berbeda-beda pada setiap orang. Tidak hanya dari sisi emosional, gejala stress juga mampu memicu beragam gangguan kesehatan pada tubuh.

Bisa dibilang, stress merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Ada beragam pemicu stress, mulai dari tubuh, pemikiran, dan lingkungan di sekitar.

Sering Alami Gejala Stres Waspadai Penyakit Ini - Alodokter

Reaksi Alami Tubuh

Stress sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh dalam menghadapi perubahan atau kejadian tertentu. Stress bermanfaat secara positif karena membuat seseorang waspada dalam menghindari bahaya, namun juga dapat menjadi negatif jika stress berlangsung berlarut-larut.

Gejala stress dapat memengaruhi berbagai aspek, termasuk emosi, perilaku, kemampuan berpikir, bahkan kondisi kesehatan. Seluruh tubuh rentan terkena dampak stress. Gejala stress semakin berbahaya jika orang memilih cara yang tidak sehat untuk mengatasinya, seperti memanfaatkan kecanduan alkohol, merokok, ataupun narkoba.

Masing-masing orang dapat mengalami gejala yang berbeda-beda. Mulai dari gelisah, frustrasi, mood yang berubah-ubah, merasa kehilangan kendali, sulit merasa rileks, kesepian, menurunnya rasa percaya diri, merasa tidak berharga, hingga depresi. Gejala stress juga bisa berupa tindakan menarik diri dari orang lain atau lingkungan sosial.

Selain itu, perlu diketahui bahwa tingkat stress yang dirasakan tiap orang juga berbeda, tergantung masing-masing individu. Beberapa faktor yang memengaruhi seperti hubungan dengan orang lain, besarnya tanggung jawab, kejadian traumatis, dukungan yang diperoleh, dan lain-lain.

Memicu Penyakit

Gejala stress juga mampu memicu gangguan kesehatan walaupun seringkali tanpa disadari. Berikut beberapa jenis penyakit yang terkait dengan stress:

  • Otot tegang

Tubuh yang stress membuat otot menegang dan baru bisa kembali rileks saat stress mereda. Hal itu merupakan cara alami tubuh melindungi diri dari rasa sakit dan cedera. Stress yang terjadi terus-menerus dan dalam jangka panjang dapat memicu penyakit seperti sakit kepala dan migrain yang diakibatkan tegangnya otot di sekitar kepala, leher dan bahu.

  • Rambut rontok

Gejala stress dapat meningkatkan kecepatan rambut rontok hingga lebih dari normal. Bila pada kondisi normal rambut rontok sekitar 100 helai per hari, pada saat stress rontok bisa mencapai setengah atau tiga perempat total rambut. Kerontokan pada rambut akan muncul beberapa minggu bahkan bulan setelah stress muncul dan membaik 6-8 bulan setelahnya.

  • Penyakit kulit

Gejala stress diketahui dapat memperparah kulit sensitif dan gangguan kulit yang sudah ada. Misalnya jerawat, psoriasis, rosacea dan lain-lain.

  • Pelupa

Semakin berat gejala stress yang dirasakan, penelitian menunjukkan semakin sering kemungkinan seseorang menjadi pelupa. Bahkan, stress yang hanya terjadi beberapa saat, mampu memengaruhi komunikasi antara sel otak dalam menyimpan informasi dan memori.

  • Sakit gigi

Saat stress melanda, banyak yang bereaksi menggeratakkan gigi. Hal ini dapat terjadi saat tersadar ataupun saat tidur. Kebiasaan ini dapat merusak gigi hingga menyebabkan gangguan sendi rahang yang memicu rasa sakit pada rahang dan leher.

  • Gangguan pernapasan

Stress dapat membuat kesulitan bernapas, kondisi ini sangat berbahaya bagi penderita asma atau gangguan paru-paru. Sebaliknya, stress juga dapat membuat napas tersengal-sengal, pada orang yang rentan mengalami serangan panik.

  • Gangguan pola makan dan pencernaan

Perubahan pola makan terjadi pada sebagian orang yang merasa stress, ada yang memilih mengonsumsi lebih banyak makanan dari biasanya. Sebaliknya, ada yang memilih untuk makan lebih sedikit. Hal itu dapat memicu rasa tidak nyaman pada perut, bahkan muntah. Selain itu, stress dapat memengaruhi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pada tubuh, sehingga bisa menyebabkan diare atau sembelit.

  • Penyakit jantung dan tekanan darah tinggi

Stress yang terjadi dalam jangka pendek, seperti kemacetan atau menjelang tenggat waktu suatu pekerjaan, akan meningkatkan detak jantung dan kontraksi otot jantung menjadi lebih kuat. Jika stress terjadi terus menerus, maka kemungkinan akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke, atau serangan jantung.

Tidak dapat dipungkiri, stress merupakan bagian dari kehidupan. Hanya saja penting untuk mengenali gejala stress agar dapat mencegah efek stress secara berlebihan dan mengelola stress dengan lebih baik.  Konsultasikan dengan psikolog untuk mengatasi gejala stress yang dirasakan.