Tanda Khas Perilaku Menyimpang yang Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Perilaku menyimpang umumnya berkaitan dengan perilaku yang dianggap bertentangan dengan norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Namun di balik itu, ternyata perilaku menyimpang merupakan gejala dari gangguan psikologis yang bisa berujung pada disabilitas sosial maupun fisik, jika tidak ditangani dengan baik.

Walau kadang bisa dianggap normal pada kebudayaan tertentu, perilaku menyimpang mesti diwaspadai dan ditangani dengan serius. Seseorang yang melakukan penyimpangan perilaku kemungkinan menderita salah satu atau beberapa jenis gangguan psikologis, termasuk gangguan suasana hati, kecemasan, kognitif, perkembangan, dan penyesuaian.

Behavior disorderdeviant - alodokter

Berbagai Tanda Khas Menyimpang yang Perlu Diwaspadai

Untuk menentukan apakah suatu tindakan merupakan perilaku menyimpang, para ahli psikologi dan psikiater biasanya akan memeriksa kehadiran empat tanda khas abnormalitas yang umum ditemui pada perilaku menyimpang, yaitu:

Deviance atau penyimpangan. Perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan norma atau budaya yang berlaku dalam masyarakat di suatu wilayah dapat dikatakan perilaku yang abnormal atau menyimpang. Misalnya berbicara sendiri, yang dalam masyarakat modern dianggap abnormal. Namun pada beberapa masyarakat yang masih memiliki pola pikir magis, perilaku ini dipandang memiliki nilai spiritual tinggi, dan bukan perilaku menyimpang. Sementara dalam ilmu kedokteran jiwa, berbicara sendiri dapat menjadi salah satu gejala gangguan persepsi misalnya pada skizofrenia, atau pada gangguan kepribadian disosiatif.

Distress atau gangguan. Suatu tindakan yang tidak biasa atau tidak umum dilakukan, misalnya bersepeda keliling dunia, tidak bisa dikatakan sebagai perilaku yang menyimpang karena tidak menimbulkan gangguan, baik pada orang lain maupun pada diri si pelaku. Selama suatu perilaku yang tidak lazim tidak menimbulkan gangguan, maka perilaku tersebut lebih tepat dianggap sebagai suatu perilaku yang eksentrik.

Dysfunction atau ketidakmampuan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada saat seseorang berkabung, kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan selama beberapa waktu adalah sesuatu yang wajar. Namun tidak demikian halnya pada penderita depresi, perilaku menarik diri dari rutinitas dan dari orang-orang di sekitarnya berlangsung secara berkelanjutan. Dan perilaku demikian dapat dikatakan menyebabkan disfungsi dalam kehidupan sehari-harinya.

Danger atau perilaku yang membahayakan dirinya dan orang-orang di sekitarnya, misalnya usaha bunuh diri atau menyakiti orang lain. Keinginan atau percobaan bunuh diri merupakan gejala berat pada gangguan kejiwaan yang memerlukan penanganan medis dan psikologis secara menyeluruh.

Menanggapi perilaku seseorang memang memiliki unsur subjektivitas yang tinggi, bahkan tak jarang menimbulkan kontroversi hingga perdebatan karena beberapa orang mungkin sulit menentukan bahwa perilaku seseorang dianggap menyimpang atau tidak. Namun intinya, secara medis perilaku dianggap menyimpang dan perlu mendapat penanganan apabila disertai dengan gangguan psikologis yang sudah mengganggu fungsinya dalam kehidupan sehari-hari, serta membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, misalnya usaha untuk bunuh diri, atau menarik diri serta menolak untuk makan dan minum.

Perlu diingat, seseorang yang mabuk bisa melakukan perilaku menyimpang namun bukan berarti ia memiliki gangguan psikologis. Perilaku menyimpang yang perlu mendapat perhatian serius adalah jika perilaku atau gejalanya berkaitan dengan tanda-tanda di atas. Adapun beberapa gangguan psikologis atau penyakit yang memiliki gejala dan tanda penyimpangan perilaku tersebut antara lain depresigangguan bipolar, OCD dan beberapa jenis fobia yang parah. Beberapa gejala khas yang umum dialami oleh penderitanya, yaitu perasaan khawatir yang berlebihan, perubahan suasana hati, selalu merasa cemas hingga gejala fisik yang cukup umum seperti pusing dan mual. Gangguan psikologis lain yang umum ditemui dan terkait dengan perilaku menyimpang, termasuk:

Jika tidak ditangani dengan benar, perilaku menyimpang juga bisa menimbulkan disabilitas sosial dan fisik yang berpengaruh pada kualitas hidup penderitanya. Tiga jenis terapi dasar yang umumnya digunakan untuk menangangi kondisi ini antara lain terapi kognitif, terapi perilaku, dan obat-obatan. Tidak jarang juga ketiga terapi ini digabungkan satu sama lain atau hanya menggabungkan dua jenis terapi saja. Dokter akan menyesuaikan terapi gangguan psikologis dengan jenis gangguan dan kondisi kesehatan penderitanya.