Terapi Infus Hanya untuk Kondisi-kondisi Medis Berikut

Infus atau terapi intravena lazim digunakan untuk tujuan pengobatan dengan cara mendistribusikan zat cair langsung menuju pembuluh darah pasien. Namun, selain dengan diberikan langsung ke pembuluh darah vena, perkembangan dunia medis telah menciptakan teknik-teknik pengobatan yang lain. Teknik pemberian obat yang diasosiasikan dengan sebutan obat nonoral ini meliputi metode suntikan intramuskuler dan rute epidural.

Pemakaian infus sendiri bukan tanpa alasan. Salah satu alasan utamanya adalah karena kondisi darurat medis, pasien diharuskan menerima obat secepatnya. Kebutuhan pasien akan pemberian obat secara perlahan-lahan, tapi bersifat kontinu, biasanya menjadi alasan di balik pemberian terapi intravena ini.

terapi infus hanya untuk kondisi-kondisi medis berikut - alodokter

Pada kondisi medis darurat seperti itu, obat harus diserap tubuh dengan cepat. Sebagian obat halus juga dikhawatirkan akan terpecah oleh enzim tertentu di dalam perut. Hal inilah yang kemudian mengharuskan obat dialirkan langsung ke dalam pembuluh darah. Terapi infus dipandang sebagai jalan keluarnya.

Beberapa Kondisi yang Memerlukan Peralatan Infus

Beberapa kondisi yang memerlukan penggunaan infus dalam prosedur medis antara lain:

  • Transfusi darah

Salah satu prosedur yang membutuhkan peralatan infus adalah transfusi darah. Teknik ini membutuhkan pengambilan darah dari tubuh seseorang (donor) secara langsung untuk kemudian disimpan dan diberikan kepada orang lain yang membutuhkan pasokan darah dengan tipe yang sama. Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan prosedur transfusi darah, antara lain ketika harus menggantikan kehilangan darah akibat operasi besar, melahirkan, atau kecelakaan.

Selain itu, transfusi darah bisa juga dilakukan dengan tujuan mengobati kondisi anemia yang diakibatkan kegagalan dalam merespons pengobatan lain. Kondisi kelainan darah akibat faktor genetik seperti talasemia atau anemia sel sabit juga bisa ditangani dengan prosedur transfusi darah.

  • Menggantikan cairan tubuh

Pemakaian infus juga bisa dilakukan untuk menggantikan cairan tubuh. Hal ini umumnya dilakukan pada pasien rawat inap guna mencegah atau memperbaiki masalah cairan atau elektrolit di dalam tubuh mereka. Prosedur terapi intravena dilakukan karena pasien tidak bisa memenuhi kebutuhan cairan melalui jalur mulut secara konvensional. Selain itu, kekurangan cairan ini bisa juga terjadi karena pasien menderita penyakit atau cedera tertentu yang tidak memungkinkannya untuk makan atau minum.

  • Karena menderita penyakit tertentu

Penyakit tertentu membutuhkan terapi infus guna mempercepat penanganannya. Umumnya adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi yang menjadikan penderita tidak responsif terhadap efek antibiotik oral. Kanker atau penyakit yang terkait kanker juga biasanya membutuhkan terapi infus.

Daftar penyakit yang penanganannya bisa terbantu dengan terapi infus banyak sekali, antara lain:

  • Gastrointestinal
  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit Crohn
  • Defisiensi imun
  • Multiple sclerosis
  • Rheumatoid arthritis
Pemberian terapi infus pada pasien tentu tidak terbatas kepada kondisi-kondisi di atas. Pemakaiannya pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi pasien terkait. Tentu saja, keputusan mengenai perlu atau tidak perlunya penggunaan terapi ini datang dari pihak ahli medis. Maka dari itu, terapi infus tidak boleh dilakukan sendiri.