Cairan di dalam tubuh kita terdiri dari banyak zat, salah satunya adalah elektrolit. Elektrolit ini memiliki peran penting dalam fungsi tubuh kita. Apa sajakah itu?

Di dalam darah, urine, jaringan tubuh, dan cairan tubuh kita lainnya terdapat zat yang bernama elektrolit. Elektrolit merupakan mineral yang membawa muatan listrik, contohnya kalsium, klorida, magnesium, fosfat, kalium (potasium), dan natrium (sodium). Elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi. Zat kimia terkecil ini dibutuhkan oleh sel agar tubuh dapat berfungsi dengan baik dan normal.

Mengenal Berbagai Elektrolit dalam Tubuh - Alodokter

Berbagai Elektrolit: Manfaatnya dan Dampaknya pada Tubuh

Tiap elektrolit tersebut memainkan peran penting dan spesifik dalam tubuh kita. Namun terkadang, jumlah elektrolit dalam tubuh kita bisa berkurang atau berlebih. Hal tersebut terjadi karena jumlah air dalam tubuh kita berubah, bisa disebabkan oleh kekurangan cairan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau menderita suatu penyakit. Yuk, kenali lebih dalam elektrolit-elektrolit yang ada dalam tubuh kita.

Sodium atau natrium

Sodium dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan elektrolit, mengendalikan cairan dalam tubuh, memengaruhi tekanan darah, dan mengatur kontraksi otot dan fungsi saraf. Normalnya, kadar sodium dalam darah adalah 135-145 milimol/liter (mmol/L). Kelebihan sodium, atau disebut juga hipernatremia, biasanya terjadi karena kurang minum air; dehidrasi parah akibat pengeluaran cairan berlebihan, misalnya akibat muntah yang berkepanjangan, diare, berkeringat, atau gangguan ginjal dan  pernapasan; atau minum obat tertentu, contohnya kortikosteroid.

Sedangkan kekurangan sodium, atau disebut juga hiponatremia, dapat terjadi karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat atau luka bakar; muntah atau diare; terlalu banyak mengonsumsi cairan; kecanduan alkohol; mengonsumsi obat tertentu seperti obat diuretik, obat kejang; menderita gizi buruk, kelainan tiroid, kelainan hipotalamus, kelainan kelenjar adrenal, gagal ginjal, gagal jantung, gagal hati, atau mengalami penyakit yang mengganggu hormon antidiuretik (SIADH).

Kalsium

Kalsium merupakan mineral penting yang digunakan oleh tubuh untuk menstabilkan tekanan darah, mengendalikan kontraksi otot rangka, membangun tulang dan gigi yang kuat, berperan dalam penghantaran impuls saraf dan gerakan otot, serta membantu proses pembekuan darah.

Kelebihan kalsium disebut hiperkalsemia, dan kondisi ini bisa terjadi apabila kita menderita hiperparatiroidisme; penyakit ginjal; gangguan tiroid; penyakit paru-paru seperti tuberkulosis atau sarkoidosis; beberapa jenis kanker; mengonsumsi suplemen vitamin D, kalsium, atau antasida secara berlebihan; atau minum obat litium dan teofilin.

Sedangkan kekurangan kalsium dapat disebabkan oleh gagal ginjal, hipoparatiroidisme, kekurangan vitamin D, pankreatitis, kanker prostat, gangguan pencernaan, dan obat tertentu termasuk heparin, obat osteoporosis, dan obat antiepilepsi.

Kalium atau potasium

Elektrolit yang satu ini berfungsi mengatur fungsi jantung dan tekanan darah, membantu hantaran rangsang saraf, kontraksi otot, kesehatan tulang, dan keseimbangan elektrolit; serta menjaga kesehatan saraf dan otot. Dalam darah, jumlah kalium normal berada di kisaran 3,5-5 milimol/liter (mmol/L).

Kekurangan elektrolit ini disebut hipokalemia. Dapat terjadi pada orang yang memiliki gangguan makan; menderita diare, muntah parah, atau dehidrasi; minum obat pencahar, diuretik, atau kortikosteroid. Sedangkan hiperkalemia adalah kondisi di mana jumlah kalium dalam darah berlebih, biasanya disebabkan oleh dehidrasi parah, gagal ginjal, asidosis berat, minum obat penurun tekanan darah atau diuretik, atau karena kadar hormon kortisol dalam tubuh terlalu rendah.

Klorida

Klorida dibutuhkan untuk membantu keseimbangan elektrolit atau cairan tubuh, menjaga asam/basa (pH) tubuh, dan penting untuk pencernaan. Tubuh dapat mengalami hipokloremia (kekurangan klorida) akibat gagal ginjal akut, terlalu banyak berkeringat, muntah, menderita gangguan makan, gangguan kelenjar adrenal, cystic fibrosis, atau karena disengat kalajengking. Sedangkan hiperkloremia (kelebihan klorida) bisa terjadi akibat dehidrasi parah, gangguan kelenjar paratiroid, gagal ginjal, atau menjalani cuci darah. Nah, berapakah kadar klorida yang normal itu? Kadar klorida yang normal adalah 98-108 mmol/L.

Magnesium

Magnesium merupakan mineral elektrolit penting untuk produksi DNA dan RNA, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatur kadar glukosa darah, menjaga irama atau ritme jantung, serta berkontribusi pada fungsi saraf dan kontraksi otot. Magnesium juga dapat memperbaiki kualitas tidur pada penderita insomnia. Kelebihan magnesium atau hipermagnesemia biasanya terjadi pada pasien penyakit Addison atau penderita penyakit ginjal stadium akhir. Dan tubuh dapat kekurangan magnesium (hipomagnesemia), biasanya karena gagal jantung, keringat berlebihan, diare kronis, gangguan pencernaan, kecanduan alkohol, atau minum obat seperti diuretik dan antibiotik.

Fosfat

Bersama dengan kalsium, fosfat bertugas menguatkan tulang dan gigi, serta membantu sel menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Kekurangan fosfat (hipofosfatemia) biasanya diakibatkan oleh kelenjar paratiroid yang terlalu aktif, kekurangan vitamin D, kelaparan, luka bakar parah, penyalahgunaan alkohol akut, atau obat-obatan tertentu. Sementara kelebihan fosfat (hiperfosfatemia), biasanya terjadi karena cedera otot parah, kelenjar paratiroid kurang aktif, gagal nafas, penyakit ginjal kronis, kadar kalsium rendah, sedang menjalani pengobatan kanker, dan minum obat pencahar yang mengandung fosfat secara berlebihan.

Bikarbonat

Mineral yang kadar normalnya 22-30 mmol/L ini berfungsi membantu tubuh mempertahankan pH yang sehat, mengatur kadar cairan tubuh dan mengatur fungsi jantung. Gangguan pada jumlah bikarbonat dalam darah bisa disebabkan oleh gangguan pernapasan, gagal ginjal, dan penyakit metabolik.

Gangguan elektrolit ringan bisa saja tidak menimbulkan gejala. Gejala akibat gangguan elektrolit seringkali muncul ketika sudah masuk dalam derajat yang lebih berat. Gejala-gejala yang dapat terjadi gangguan elektrolit yaitu:

  • mual muntah
  • lemas
  • bengkak pada tubuh
  • detak jantung cepat (dada berdebar)
  • keram atau kelemahan otot
  • sakit kepala
  • kejang
  • penurunan kesadaran
  • koma

Mengingat bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, penting untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan yang dini oleh dokter. Jika Anda mengalami gejala-gejala gangguan elektrolit segeralah datangi unit gawat darurat terdekat untuk mendapatkan pengobatan tepat.