Wanita Hamil Hati-hati Terinfeksi Virus Zika

Kekhawatiran terhadap dampak infeksi virus zika pada wanita hamil semakin tinggi. Hal ini disebabkan kemungkinan penularan kepada janin dalam kandungan.

Beberapa kelainan bawaan yang dialami bayi serta gangguan saraf, dikaitkan dengan infeksi virus zika yang dialami ibu selama hamil.

wanita hamil hati hati terinfeksi virus zika - alodokter

Risiko terhadap Janin

Virus Zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini dikenal juga sebagai pembawa penyakit demam berdarah dengue (DBD), demam kuning dan chikungunya. Infeksi akibat virus Zika umumnya hanya menimbulkan gejala ringan, bahkan sebagian tanpa gejala.

Beberapa gejala infeksi virus Zika bisa berupa demam, ruam, nyeri sendi, nyeri otot  mata kemerahan dan sakit kepala. Biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. Tidak banyak yang memerlukan rawat inap di rumah sakit ataupun kematian akibat infeksi virus Zika.

Hanya saja kekhawatiran yang muncul adalah ketika infeksi virus Zika menyerang ibu hamil. Infeksi ini dikaitkan dengan kemungkinan janin mengalami mikrosefali, yaitu kelainan bawaan dengan kondisi otak tidak berkembang dengan baik, menjadikan ukuran kepala yang lebih kecil dibandingkan janin normal. Kondisi ini dapat memicu kejang dan pertumbuhan yang terhambat.

Sebagian kasus bayi yang lahir karena ibunya terinfeksi virus Zika juga ada yang mengalami struktur otak tidak sempurna, kelainan penglihatan dan pendengaran serta tumbuh kembang yang buruk. Sejauh ini belum diketahui dengan pasti mengenai usia kehamilan berapa yang paling rentan terkena dampak infeksi virus Zika.

Selain mikrosefali, infeksi virus Zika juga dikaitkan dengan pemicu sindrom Guillain-Barre, yaitu kelainan saraf yang dapat memicu kelumpuhan bahkan kematian. Sindrom ini menyebabkan sistem imunitas menyerang sel saraf yang menyebabkan otot melemah di sekitar lengan, kaki, dan otot pernapasan. Hingga saat ini masih diteliti lebih lanjut mengenai hubungan infeksi virus Zika dengan sindrom Guillain-Barre.

Penularan Melalui Hubungan Seksual

Kini kewaspadaan terhadap infeksi virus Zika makin ditingkatkan setelah diketahui bahwa virus ini juga dapat ditularkan melalui pertukaran cairan dari hubungan seksual. Selain itu, virus Zika juga ditemukan di dalam darah, urine, cairan ketuban, air ludah, termasuk di dalam cairan otak dan tulang belakang.

Sebagian besar kasus yang dilaporkan terkait penularan virus Zika melalui hubungan seksual adalah dari pria kepada wanita. Hingga kini belum ada laporan tentang kasus yang mengungkap penularan melalui hubungan seksual dari wanita kepada pria.

Selain menginformasikan pada orang yang berisiko menularkan, namun tidak kalah penting untuk memberikan informasi terhadap pasangannya mengenai kemungkinan penularan infeksi virus Zika melalui hubungan seksual.

Baik pria dan wanita yang baru bepergian dari area penyebaran virus Zika, diharuskan mempraktikkan seks aman dengan menggunakan kondom atau menghindari hubungan seksual selama delapan minggu. Sedangkan bagi pria yang mengalami gejala infeksi virus Zika, diwajibkan menggunakan kondom tiap berhubungan seksual atau menghindarinya minimal selama enam bulan.

Untuk Anda yang sedang merencanakan untuk hamil, sebaiknya menunda upaya kehamilan paling sedikit delapan minggu setelah terekspos dengan virus Zika.

Cara Penanganan yang Tepat

Umumnya sekitar satu minggu setelah hari pertama timbul gejala, virus Zika akan segera hilang dari aliran darah. Meski untuk sebagian orang, virus ini dapat bertahan lebih lama. Diagnosis terhadap infeksi virus Zika didasarkan kepada gejala dan area terinfeksi yang baru saja dikunjungi. Untuk memastikan infeksi tersebut, dapat dilakukan tes laboratorium untuk melihat keberadaan virus Zika dalam darah.

Dalam menangani infeksi virus Zika, pengobatan oleh dokter akan didasari kepada gejala yang muncul. Kemudian, penderita diminta banyak beristirahat dan mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

Obat-obatan yang diberikan, berupa parasetamol atau acetaminophen, ditujukan mengurangi rasa nyeri dan demam. Penggunaan aspirin dan obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) sebaiknya dihindari, terutama jika terdapat kemungkinan infeksi ini disebabkan demam dengue.

Obat-obatan lain yang dikonsumsi selama masa pengobatan infeksi virus Zika seharusnya diberitahukan dan diberikan melalui pengawasan dokter.

Upaya Pencegahan

Wanita hamil sebaiknya menunda kunjungan ke negara atau daerah yang tengah dilanda infeksi virus Zika. Bagi orang-orang yang terpaksa, maka sebelumnya harus melakukan upaya pencegahan gigitan nyamuk dengan cara:
  • Menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang, atau yang menutupi tubuh dengan baik.
  • Menggunakan obat antinyamuk.
  • Memanfaatkan kelambu atau alat lain yang yang dapat menghalau nyamuk saat tidur.
Selain itu, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia juga menyarankan suatu upaya pencegahan dalam bentuk gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas. Disarankan juga untuk menaburkan bubuk larvasida pada tiap tempat penampungan air.

Jika Anda baru kembali dari negara yang diketahui sedang terjangkit infeksi virus Zika, perhatikan dengan cermat kondisi kesehatan Anda. Segera konsultasikan dengan dokter jika mencurigai timbulnya gejala infeksi Zika.