Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah langkah pertama dalam perjalanan akademis anak dan menjadi bekal pembelajaran menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya cermat dalam memilih PAUD yang tepat dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak.

Menurut Kemendikbud, PAUD adalah suatu upaya untuk membina anak sejak lahir hingga usia 6 tahun. Pembinaaan dilakukan guna mendukung tumbuh kembang anak agar siap memasuki pendidikan lebih lanjut.

9 Cara Memilih PAUD yang Tepat untuk Anak - Alodokter

Selain mempelajari hal-hal dasar, seperti huruf dan angka, PAUD juga mengajarkan keterampilan sosial, misalnya hidup mandiri, saling berbagi, dan kemampuan berinteraksi.

Umumnya, PAUD dikelompokkan dalam program kelompok bermain, yaitu program pendidikan untuk anak usia 3–6 tahun. Namun, ada juga PAUD yang menyediakan program untuk anak berusia kurang dari 3 tahun.

Tips Memilih PAUD yang Tepat

Ada beragam aspek yang perlu orang tua perhatikan saat memilih PAUD agar dapat mendukung perkembangan anak dengan baik dan anak pun nyaman di tempat ia belajar. Berikut ini adalah beberapa panduan dalam memilih PAUD yang tepat:

1. Cari informasi sebanyak mungkin

Pertama-tama, Anda perlu mencari informasi sebanyak mungkin tentang PAUD yang ada di lingkungan Anda. Misalnya, Anda bisa meminta rekomendasi PAUD dari teman atau keluarga.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan riset sendiri dengan mengunjungi situs online atau media sosial dari PAUD yang dituju. Dari sumber tersebut, Anda bisa mengetahui berbagai informasi, mulai dari program belajar, biaya, cara pendaftaran, jadwal harian, waktu sekolah, dan jarak lokasinya dari rumah Anda.

Selain itu, fokuslah bertanya pada orang yang memiliki anak seusia anak Anda dan memiliki kepribadian yang mirip. Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter anak mengenai pemilihan PAUD, terutama bila anak Anda memiliki beberapa masalah medis atau masalah kesehatan mental.

2. Pastikan memiliki lisensi dan reputasi yang baik

Pastikan PAUD yang Anda pilih memiliki lisensi, sehingga dapat menjamin keselamatan dan kesehatan anak. Untuk memastikannya, Anda bisa menghubungi dinas pendidikan setempat.

Sementara untuk mengecek reputasi PAUD, Anda bisa tanyakan ke orang tua lain yang sedang atau telah menyekolahkan anaknya di tempat tersebut atau lihat berbagai ulasan di media sosial.

Jika Anda mendengar tidak banyak hal baik tentang sekolah tertentu, teruslah mencari pilihan lain hingga benar-benar mendapatkan PAUD yang terbaik.

3. Perhatikan kurikulum dan metode pengajaran

Setiap PAUD memiliki kurikulum dan metode pengajaran yang berbeda. Kurikulum yang baik umumnya memiliki jadwal harian yang mencakup variasi waktu, misalnya aktivitas fisik, jadwal untuk kegiatan kelompok dan individu, waktu luang untuk makan, belajar, bermain, olahraga, serta sesi seni dan kreativitas.

Kurikulum yang dirancang dengan baik dapat merangsang perkembangan anak dan membuat segala aktivitas terasa menyenangkan. Selain itu, kurikulum juga harus selalu berubah menyesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan setiap anak sekaligus memberi anak kesempatan untuk mencoba hal-hal baru.

4. Perhatikan fasilitas permainan yang dimiliki

Orang tua juga perlu memastikan keberadaan fasilitas di PAUD, seperti perpustakaan, ruang perawatan untuk siswa yang sakit, dan sarana untuk kegiatan yang disukai anak, misalnya menari, bermain musik, berolahraga, atau membaca dongeng.

Semua hal ini berperan dalam menjaga kesehatan serta mendorong kemampuan dan kreativitas anak.

5. Perhatikan sikap para guru dan staf kepada anak-anak

Sikap guru dan staf PAUD juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Guru dan staf yang berkualitas adalah salah stau keunggulan yang harus dimiliki oleh prasekolah.

Guru PAUD setidaknya harus memiliki latar belakang dan pengalaman yang sesuai dengan peraturan yang ada, misalnya telah menempuh pendidikan minimal SMA, memahami tahap tumbuh kembang anak usia dini, dan memiliki kemampuan seputar proses pembelajaran yang baik.

Saat berada di PAUD, Anda bisa mengamati bagaimana guru dan anggota staf berinteraksi dengan anak-anak. Seorang guru yang baik haruslah bertanggung jawab, antusias, ramah, dan peduli.

6. Pertimbangkan jumlah anak dalam tiap kelas

Persoalan jumlah anak dalam tiap kelas juga perlu diperhatikan dalam memilih PAUD. Sebuah prasekolah sebaiknya tidak boleh memiliki lebih dari 20 anak dalam satu kelas dan satu guru untuk setiap 10 anak.

Sebuah prasekolah haruslah memiliki guru dan staf yang cukup untuk memberikan perhatian dan perawatan yang dibutuhkan setiap anak.

7. Pilih lokasi yang dekat dari rumah

Penting untuk memastikan lokasi PAUD berada dalam jarak yang mudah diakses dari rumah dan tidak menghabiskan waktu perjalanan terlalu lama. Selain memudahkan saat mengantar dan menjemput anak, hal ini juga bertujuan agar ia tidak lelah selama perjalanan.

Tak hanya itu, memilih lokasi PAUD yang dekat dari rumah juga dapat memudahkan anak untuk membangun persahabatan dengan anak-anak lain di sekitar rumah.

8. Pastikan kondisinya bersih, aman, dan terawat

PAUD akan menjadi rumah kedua bagi anak. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa ia berada di lingkungan yang bersih, aman, dan terawat. Jika PAUD menyediakan makanan untuk anak-anak di sekolah, sebisa mungkin pastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

9. Ajak anak untuk ikut survei sekolah

Prasekolah haruslah menjadi tempat untuk membangun minat dan ketertarikan anak untuk sekolah serta menumbuhkan semangat belajarnya. Oleh karena itu, sebelum Anda memilih PAUD, ajaklah Si Kecil untuk melakukan survei ke sekolah tersebut.

Dengan begitu, Anda bisa melihat interaksi antara Si Kecil dan staf di dalamnya, apakah anak terlihat nyaman dan tertarik di lingkungan prasekolah tersebut atau justru terlihat gelisah. Memilih PAUD yang bisa membuat Si Kecil merasa senang dan nyaman juga merupakan faktor penting yang tak boleh disepelekan.

Setelah itu, Anda bisa jelaskan kepada Si Kecil mengenai alasan ia perlu bersekolah dan hal-hal menyenangkan yang bisa ia lakukan di sana. Selanjutnya, ajak ia memilih perlengkapan sekolahnya sendiri, seperti sepatu dan tas, sehingga ia senang menyambut momen baru di kehidupan prasekolah.

Hal lain yang perlu dipahami orang tua adalah PAUD seharusnya menjadi lembaga bermain yang menyenangkan bagi anak. Jika anak terlihat belum siap untuk masuk PAUD di usia kurang dari 3 tahun, sebaiknya jangan terlalu memaksakannya.

Jika dipaksa, PAUD justru bisa menjadi tempat yang menakutkan bagi anak. Bahkan, sebagian anak yang tidak nyaman dengan stimulasi tertentu, seperti musik atau suara keras, lebih berisiko mogok sekolah.

Dengan mengikuti langkah-langkah memilih PAUD di atas, diharapkan anak bisa memperoleh manfaat pembinaan dan pembelajaran yang baik. Jika Anda masih ragu untuk mendaftarkan Si Kecil ke PAUD atau masih bingung memilih PAUD yang sesuai kondisi dan karakter anak, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan psikolog.