Makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan perlu benar-benar diperhatikan karena ini adalah fase penting perkembangan janin. Dengan mengetahui makanan-makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi Bumil, risiko terjadinya gangguan atau komplikasi kehamilan, seperti hipertensi gestasional, bayi lahir cacat atau prematur, bahkan keguguran, pun dapat dicegah.
Pada masa awal kehamilan, janin sedang membentuk organ-organ penting dan sangat rentan terhadap zat berbahaya dari makanan. Oleh karena itu, penting bagi Bumil untuk memperhatikan segala jenis makanan yang akan dikonsumsi.

Selain mencegah paparan zat berbahaya yang bisa menghambat pertumbuhan organ vital bayi, memahami makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan juga dapat membantu Bumil terhindar dari infeksi berbahaya atau keracunan.
Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil 1 Bulan
Berikut ini beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat ibu hamil 1 bulan karena berisiko membahayakan kesehatan Bunda maupun janin:
1. Telur setengah matang
Salah satu makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan adalah telur yang tidak dimasak hingga benar-benar matang, termasuk telur rebus setengah matang atau telur ceplok dengan kuning telur yang masih cair. Pasalnya, mengonsumsi telur yang belum matang sempurna bisa meningkatkan risiko Bumil terkena infeksi bakteri Salmonella.
Infeksi Salmonella dapat menyebabkan muntah, diare, demam tinggi, hingga dehidrasi berat pada ibu hamil. Bahkan, pada beberapa kasus, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin dan menyebabkan keguguran.
Jadi, jika Bumil ingin mengonsumsi telur, pastikan telur sudah benar-benar matang hingga bagian putih dan kuningnya benar-benar keras atau padat ya.
2. Daging yang dimasak kurang matang
Jika Bumil ngidam makan sate, steak, atau daging yang di grill, pastikan dagingnya sudah dimasak sampai matang, tidak ada bagian merah muda atau darah yang tersisa ya. Pasalnya, daging yang dimasak kurang matang termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan karena bisa saja mengandung bakteri Salmonella atau E. coli, serta parasit Toxoplasma yang membahayakan kehamilan.
Parasit Toxoplasma, misalnya, dapat meningkatkan risiko Bumil mengalami toksoplasmosis yang berisiko menyebabkan keguguran, bayi lahir cacat, atau infeksi serius pada janin.
3. Ikan mentah atau kurang matang
Bumil, ikan mentah atau kurang matang, seperti sushi mentah dan sashimi juga termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan. Hal ini karena makanan tersebut bisa membawa parasit dan bakteri penyebab infeksi, seperti Listeria, Salmonella, dan Vibrio.
Infeksi tersebut dapat menyebabkan Bumil mengalami mual, muntah, dan diare. Bahkan, pada kasus yang serius, infeksi tersebut juga bisa menyebabkan dehidrasi pada ibu hamil dan infeksi pada janin.
4. Ikan asin
Selain ikan mentah atau kurang matang, Bumil juga sebaiknya hari-hati saat mengonsumsi ikan asin. Pasalnya, ikan asin mengandung kadar garam yang sangat tinggi, bahkan melebihi kebutuhan garam harian Bumil yang hanya sekitar 1 sendok teh per harinya.
Jika Bumil tidak hati-hati dan mengonsumsi ikan asin berlebihan, maka kelebihan garam di tubuh bisa meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi selama kehamilan (hipertensi gestasional), kaki bengkak akibat retensi cairan, serta meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
5. Makanan laut tinggi merkuri
Ikan tenggiri, ikan tuna, ikan todak (swordfish), ikan king mackerel, ikan marlin, dan ikan hiu merupakan makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan. Pasalnya, makanan laut tersebut mengandung tinggi merkuri yang bisa mengganggu perkembangan otak dan sistem saraf janin, terutama pada trimester pertama.
Nah, jika dikonsumsi berlebihan dan terus-menerus, merkuri dapat meningkatkan risiko anak mengalami kecacatan, serta gangguan pertumbuhan, bicara, koordinasi, dan fungsi otak. Oleh karena itu, jika Bumil ingin mengonsumsi makanan laut, pilihlah makanan laut rendah merkuri dan batasi porsinya.
Namun, untuk ikan tuna dan tenggiri, Bumil masih boleh mengonsumsinya kok, asalkan konsumsinya tidak lebih dari 2–3 porsi per minggu.
6. Susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasi
Susu dan produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt memang bagus untuk ibu hamil karena mengandung banyak nutrisi penting bagi perkembangan janin. Namun, pastikan Bumil mengonsumsi susu atau produk olahannya yang telah dipasteurisasi ya.
Pasalnya, susu dan produk olahan susu yang tidak melewati proses pasteurisasi bisa saja mengandung bakteri Listeria, yang bisa meningkatkan risiko Bumil terkena listeriosis. Kondisi ini bisa sangat berbahaya karena bakteri Listeria dapat dengan mudah masuk ke dalam plasenta sehingga berisiko menyebabkan janin meninggal dalam kandungan (keguguran), bayi lahir prematur, atau infeksi parah pada janin.
Oleh karena itu, sebelum membeli susu dan produk olahannya, pastikan Bumil sudah membaca label kemasannya terlebih dahulu agar risiko tersebut dapat dicegah.
7. Junk food dan makanan cepat saji
Saat hamil 1 bulan, Bumil juga sebaiknya mengurangi konsumsi junk food dan makanan cepat saji, seperti kentang goreng, burger, pizza, dan hot dog. Pasalnya, makanan-makanan tersebut umumnya tinggi lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam, tetapi rendah nutrisi, seperti protein, vitamin, dan mineral yang penting untuk mendukung perkembangan janin.
Selain itu, kandungan dalam junk food dan makanan cepat saji juga bisa meningkatkan risiko terjadinya obesitas, hipertensi, hingga diabetes gestasional selama masa kehamilan.
8. Jeroan
Selama bulan pertama kehamilan, Bumil juga perlu berhati-hati saat mengonsumsi jeroan, seperti hati, ampela, usus, otak, babat, dan paru, jangan sampai lebih dari 2–3 porsi per minggu. Karena meski kaya akan zat besi dan protein, jeroan mengandung vitamin A, kolesterol, dan purin (asam urat) dalam jumlah besar.
Asupan vitamin A yang berlebihan selama masa kehamilan dapat mengganggu pembentukan organ janin sehingga menyebabkan kelainan kongenital pada janin. Selain itu, jeroan juga tinggi kolesterol sehingga jika dikonsumsi berlebihan bisa membahayakan kesehatan ibu.
9. Makanan kaleng dan instan
Makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan lainnya adalah makanan kalengan dan makanan instan, seperti mie instan, nugget, dan sosis. Pasalnya, makanan jenis ini mengandung tinggi natrium (garam), pengawet, serta zat aditif yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, retensi cairan, serta gangguan metabolisme pada ibu.
10. Makanan olahan
Produk olahan, seperti sosis, nugget, bakso kemasan, dan makanan beku lainnya, kerap mengandung bahan pengawet, pewarna buatan, MSG, natrium, dan zat aditif kimia lain. Nah, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak saat bulan pertama atau selama masa kehamilan, bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan berat badan berlebih pada ibu.
11. Sayur dan buah yang tidak dicuci bersih
Jika Bumil ngidam ingin mengonsumsi lalapan mentah atau buah segar, pastikan sayuran dan buah-buahan tersebut sudah dicuci dengan bersih ya, Bumil.
Pasalnya, sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci dengan bersih berisiko membawa pestisida, bakteri, dan parasit berbahaya. Nah, jika dikonsumsi, hal itu dapat menyebabkan infeksi dan keracunan pada ibu hamil, yang kemudian membahayakan kesehatan janin.
Itulah beberapa makanan yang dilarang untuk ibu hamil 1 bulan. Meski begitu, bukan berarti Bumil harus benar-benar menghindari konsumsinya kok. Jika Bumil ngidam, makanan-makanan tersebut tetap boleh dikonsumsi Bumil asalkan porsinya tidak berlebihan.
Bila Bumil ragu mengenai keamanan makanan tertentu atau butuh saran nutrisi kehamilan, jangan ragu untuk chat dokter di aplikasi ALODOKTER ya. Mendapatkan panduan yang tepat sejak bulan pertama kehamilan akan membantu Bunda dan janin tetap sehat hingga waktu persalinan tiba.