Hati-hati, Makan Junk Food Saat Hamil Ada Risikonya

Seiring dengan selera makan yang meningkat, sebagian ibu hamil tidak lagi pilah pilih jenis makanan yang dikonsumsi, termasuk sajian cepat saji. Padahal makanan yang sering disebut junk food ini memiliki risiko bagi perkembangan janin. 

Perubahan hormon dapat memicu perubahan indra perasa dan indra penciuman pada ibu hamil. Dengan rasa dan wangi menggoda, Apalagi mendapatkannya cukup mudah, tidak perlu repot-repot memasak, dan harganya cukup terjangkau.

Hati-hati, Makan Junk Food Saat Hamil Ada Risikonya

Alasan Tepat Menghindari Junk Food Saat Hamil

Berikut beberapa alasan mengapa ibu hamil perlu menghindari konsumsi makanan cepat saji, di antaranya:

  • Tidak menyediakan nutrisi yang diperlukan
    Makanan cepat saji umumnya tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh perkembangan bayi, seperti untuk otak, tulang, sistem kekebalan dan berbagai organ tubuh bayi.
  • Meningkatkan risiko alergi
    Menurut penelitian, wanita yang banyak mengonsumsi gula baik dalam bentuk olahan, madu atau jus pada masa kehamilan, dikhawatirkan lebih berisiko memiliki anak yang mengalami alergi atau asma.
  • Meningkatkan risiko penyakit jatung
    Sebuah penelitian klinis menunjukan adanya peningkatan risiko penyakit jantung pada bayi yang ibunya banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak saat masa kehamilan. Namun memang hal ini belum bisa dipastikan karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
  • Dapat mengalami kecanduan
    Setelah diteliti, ibu hamil yang terbiasa makan junk food yang tinggi akan lemak, dapat memperbesar risiko anak untuk lebih menyukai makanan tinggi lemak pula setelah disapih.
  • Berisiko mengalami obesitas
    Uji klinis juga menunjukkan bayi yang lahir dan disusui dari ibu yang terbiasa mengonsumsi makanan junk food sejak hamil, lahir dengan berat badan yang lebih gemuk dan berisiko tinggi terserang obesitas.

Selain berdampak buruk pada perkembangan bayi, terlalu banyak mengonsumsi makanan junk food juga bisa membuat kehamilan lebih rentan. Ibu hamil menjadi lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, seperti kelelahan, sakit maag, diabetes, ataupun stretch mark.

Berbagai risiko makanan cepat saji tersebut, angka kejadiannya lebih tinggi pada ibu hamil yang mengonsumsi junk food saat kehamilan trimester akhir, dibandingkan ibu hamil yang mengonsumsinya di awal kehamilan saja.

Tips Menghindari Junk Food untuk Ibu Hamil  

Mengonsumsi makanan sehat saat hamil sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi. Untuk menghindari dampak bahaya makan cepat saji, cara yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Membiasakan sarapan setiap hari
    Memulai hari dengan gizi yang baik bisa mengurangi keinginan untuk makan camilan pada jam-jam selanjutnya. Untuk itu, ibu hamil bisa mengonsumsi telur rebus, jeruk, sereal gandum atau segelas susu pada saat sarapan.
  • Menyiapkan camilan sehat
    Siapkan camilan sehat saat hamil, yang dapat dikonsumsi sewaktu-waktu ketika ibu hamil mulai merasa lapar. Sebab, jika kamu merasa lapar secara tiba-tiba dan tidak punya sesuatu untuk dimakan, kemungkinan akan memilih jenis makanan yang tidak tepat. 
  • Cari alternatif junk food
    Jika kamu sangat ingin mengonsumsi makanan junk food, kamu bisa mencari menu alternatif yang lebih memberikan nutrisi. Misalnya, kalau kamu ingin sekali mengonsumsi kentang goreng, kamu bisa menggantinya dengan kentang atau ubi manis yang dikukus dengan bumbu secukupnya. Kamu juga bisa mengganti es krim dengan buah beku dan yoghurt, serta meminum air dengan perasan jeruk nipis atau infused water untuk mengganti minuman bersoda.

Selain memerhatikan jenis makanan, ibu hamil dapat mempertimbangkan untuk mengganti kebiasaan menggoreng makanan, dengan mengukus atau merebus. Untuk camilan seperti keripik atau kentang goreng, kamu bisa menggantinya dengan keripik yang terbuat dari buah-buahan atau sayur.

Mengonsumsi makanan sehat saat hamil adalah langkah awal untuk mempersiapkan bayi sehat dengan perkembangan otak dan kekebalan tubuh yang baik. Sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mengetahui pola makan sehat saat hamil yang mendukung kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi