Anda pernah merasakan nyeri atau bengkak di beberapa bagian tubuh setelah bermain-main di laut yang dangkal? Bisa jadi Anda mengalami sengatan ikan pari. Sengatan ikan pari biasanya tidak berbahaya, tetapi Anda tetap perlu memberikan pertolongan pertama agar lukanya tidak bertambah parah.

Ikan pari adalah ikan berbentuk datar seperti cakram dengan sirip yang menyerupai sayap. Ikan pari dapat hidup di air laut atau air tawar. Ikan pari paling sering ditemukan di laut daerah tropis. Sengatan ikan pari paling sering terjadi di pantai, dan bisa menyebabkan luka atau cedera.

4 Langkah Pertolongan Pertama pada Luka Sengatan Ikan Pari - Alodokter

Ekor ikan pari panjang, tipis, dan meruncing, seperti cambuk. Di ujung ekor, ada satu atau lebih duri yang ditutupi oleh selaput. Setiap duri mengandung racun. Ekor ikan pari dapat menghasilkan sengatan yang kuat dan sangat menyakitkan. Umumnya, ikan pari hanya akan menyengat jika diganggu atau terinjak oleh perenang.

Tanda-Tanda Sengatan Ikan Pari

Jika disengat ikan pari, Anda dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Nyeri parah yang dapat berlangsung hingga 2 hari pada bagian tubuh yang tersengat
  • Perdarahan di area yang tersengat
  • Bengkak di sekitar lokasi sengatan
  • Kemerahan atau kebiruan pada lokasi sengatan
  • Pusing
  • Kram otot atau kelemahan anggota gerak
  • Kejang

Pada banyak kasus, sengatan terjadi ketika ikan pari terinjak oleh orang yang sedang bermain air di pantai. Oleh karena itu, sebagian besar lokasi cedera terjadi pada tungkai dan kaki.

Meski demikian, luka sengatan ikan pari juga bisa terjadi di bagian tubuh yang lain, misalnya di tangan. Sengatan di tangan umumnya dialami oleh nelayan. 

Pertolongan Pertama pada Sengatan Ikan Pari

Anda tidak perlu khawatir berlebihan jika tersengat ikan pari. Sebagai pertolongan pertama pada sengatan ikan pari, lakukan beberapa langkah di berikut ini:

1. Bersihkan luka dengan air laut

Saat masih di dalam air, cuci luka dengan air laut untuk menghilangkan serpihan duri dan potongan tubuh ikan pari. Setelah itu, segera keluar dari air. Bila masih ada duri atau potongan tubuh ikan pari yang tertinggal, lepaskan secara perlahan.

2. Hentikan perdarahan

Bila tampak ada perdarahan, segera berikan tekanan di atas luka atau tutup luka dengan kain untuk menghentikan perdarahan.

3. Rendam luka dengan air hangat

Air hangat dapat melarutkan racun yang tersisa dan dapat meredakan rasa sakit. Namun, jangan merendam luka dengan air hangat lebih dari 90 menit atau dengan air yang terlalu panas, karena kulit dapat mengalami luka bakar.

4. Tutup luka dengan perban

Sebelum menutup luka, bersihkan dulu luka dengan air bersih dan sabun. Setelah perawatan luka dilakukan, tutup luka dengan perban, tetapi jangan diplester terlalu kencang.

Kapan Perlu ke Dokter?

Umumnya, luka sengatan ikan pari akan membaik setelah Anda melakukan langkah pertolongan pertama di atas. Namun, segera periksakan ke dokter bila Anda mengalami reaksi alergi dengan gejala-gejala di bawah ini:

  • Sulit bernapas
  • Mual
  • Gatal
  • Pusing

Jika reaksi alergi yang terjadi cukup parah, Anda bisa mengalami penurunan kesadaran. Oleh karena itu, Anda perlu segera dibawa ke IGD di rumah sakit.

Bila masih didapatkan duri ikan pari di tubuh pasien, dokter akan mencabut duri tersebut. Terkadang dokter perlu melakukan Rontgen atau CT scan pada daerah yang mengalami sengatan ikan pari. Bila perlu, dokter akan memberikan tambahan suntikan antitetanus, obat pereda nyeri, dan antibiotik.

Pada dasarnya, ikan pari tidak berbahaya. Namun, ikan ini dapat menyengat saat diganggu. Untuk menghindari terjadinya sengatan ikan pari, sebaiknya Anda berhati-hati saat beraktivitas di pantai atau di laut. Jika Anda tersengat atau mendapati orang lain tersengat ikan pari, segera lakukan pertolongan pertama.

Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, Sp.B, FINACS
(Dokter Spesialis Bedah)