Ketika tumpukan tugas di kantor atau pekerjaan rumah yang belum selesai membuatmu stres, tiba-tiba kamu menyadari ada jerawat muncul di wajah atau merasa gatal-gatal di leher. Apakah stres bisa menimbulkan gangguan kulit tersebut?  

Salah satu efek stres pada kulit adalah peningkatan produksi hormon kortisol. Peningkatan produksi hormon ini akan membuat kulit lebih berminyak, sehingga kulit rentan untuk berjerawat dan mengalami berbagai gangguan.

4 Masalah Kulit Ini Bisa Menjadi Efek Stres pada Kulit - Alodokter

Selain itu, saat sedang stres, kamu juga mungkin lupa untuk merawat kulit, seperti mencuci wajah atau menggunakan pelembap. Hal ini akan memperparah kondisi kulit.

Masalah Kulit yang Biasanya Muncul saat Stres

Berikut ini adalah beberapa masalah kulit yang sering muncul akibat stres:

1. Jerawat

Stres dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon kortisol yang bisa memicu produksi minyak pada kulit. Selain produksi minyak yang berlebih, sering kali orang lupa merawat kulit saat sedang mengalami stres. Kedua hal ini dapat memicu munculnya jerawat.

2. Biduran

Biduran merupakan salah satu reaksi imun terhadap zat pemicu alergi (alergen). Saat stres, tubuh mengeluarkan zat kimia neuropeptida dan neurotransmitter. Zat-zat kimia ini dapat mengubah respon tubuh terhadap paparan alergen, sehingga kulit akan menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami alergi dalam bentuk biduran.

3. Eksim atopik

Eksim atopik akan menyebabkan kulit penderitanya merah, gatal, bersisik, dan menebal. Walaupun penyebab eksim atopik sendiri tidak diketahui secara pasti, namun stres diketahui dapat memicu peradangan pada kulit yang kemudian menimbulkan eksim atopik.

4. Psoriasis

Psoriasis merupakan salah satu gangguan pada kulit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Psoriasis ditandai dengan bercak merah pada kulit yang bersisik dan gatal. Salah satu pemicunya adalah stres.

Selain memicu, stres juga bisa memperparah psoriasis. Sebagian orang memiliki kebiasaan menggaruk kulit saat sedang stres, walaupun sebenarnya tidak merasa gatal. Kebiasaan ini dapat membuat keluhan pada kulit akibat psoriasis menjadi semakin parah.

Selain beberapa kondisi di atas, stres dalam jangka panjang dapat membuat kulit lebih cepat keriput, kehilangan elastisitas, dan kusam.

Cara Mengatasi Efek Stres pada Kulit

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi efek stres pada kulit, yaitu:

1. Tetap jaga kebersihan dan kesehatan kulit

Walaupun sedang mengalami stres jangan lupa untuk membersihkan dan merawat kulit. Bersihkan wajah 2 kali sehari dan gunakan pelembab atau tabir surya agar kulit tetap sehat.

2. Konsumsi makanan bergizi

Saat stres, nafsu makan dan keinginan untuk ngemil biasanya akan meningkat. Hati-hati, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, misalnya makanan yang manis atau berminyak, akan memperburuk kondisi kulitmu. Pilihlah makanan yang bergizi saat ingin ngemil, misalnya popcorn buatan rumah, kacang, atau salad sayur dan buah.

3. Cukupi kebutuhan tidur

Mencukupi kebutuhan tidur bermanfaat untuk mengatasi efek stres pada kulit. Saat tidur, tubuh akan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, termasuk jaringan kulit. Lamanya tidur malam yang ideal adalah 8 jam.

4. Lakukan teknik relaksasi dan meditasi

Meskipun terlihat sederhana, melakukan teknik relaksasi dan meditasi bisa mengatasi stres, lho. Hal ini tentunya juga akan meredakan efek stres pada kulit, seperti eksim dan psoriasis.

5. Oleskan salep atau krim

Bila perlu, kamu bisa menggunakan salep atau krim untuk mengatasi masalah kulitmu. Misalnya, menggunakan krim yang mengandung retinoid untuk mengatasi psoriasis, atau krim yang mengandung glycerin untuk mengatasi eksim.  Namun sebelum menggunakan salep, kamu sebaiknya berkonsultasi ke dokter kulit terlebih dahulu ya.

Ketika mengalami stres, beberapa masalah kulit dapat terjadi. Lakukanlah beberapa cara di atas untuk mengatasinya. Namun bila masalah kulit akibat stres sudah sangat mengganggu aktivitasmu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter kulit.