Ciri-ciri air ketuban berkurang penting diketahui sejak awal kehamilan, karena kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan ibu dan janin. Dengan mengenali ciri-cirinya, Bumil bisa segera mencari pertolongan medis untuk mencegah komplikasi yang berbahaya.
Air ketuban adalah cairan yang melindungi janin, mendukung perkembangan organ vital, menjaga suhu rahim, dan memberi ruang agar janin bergerak bebas. Normalnya, jumlah air ketuban terus bertambah seiring seiring usia kehamilan dan akan mulai berkurang secara alami menjelang waktu persalinan.
Namun, Bumil bisa mengalami penurunan jumlah air ketuban lebih cepat dari seharusnya atau yang dikenal sebagai oligohidramnion. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari dehidrasi, gangguan plasenta, ketuban pecah dini, diabetes, hipertensi, hingga IUGR.
Jika tidak segera ditangani, air ketuban yang kurang ini dapat meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan, seperti gangguan pertumbuhan janin dan kelahiran prematur. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali ciri-ciri air ketuban berkurang sejak dini agar penanganan bisa segera dilakukan oleh dokter.
Ciri-Ciri Air Ketuban Berkurang yang Perlu Diperhatikan
Bun, ciri-ciri air ketuban berkurang atau oligohidramnion memang tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun, ada beberapa ciri-ciri yang bisa Bumil perhatikan, di antaranya:
1. Gerakan janin berkurang
Salah satu ciri-ciri air ketuban berkurang adalah gerakan janin yang terasa lebih sedikit. Air ketuban berperan sebagai “bantal” yang memberi ruang bagi janin untuk bergerak bebas.
Nah, ketika jumlah air ketuban berkurang, gerakan janin di dalam kandungan menjadi lebih terbatas. Hal ini yang menyebabkan ibu hamil tidak merasakan gerakan janin seperti biasanya. Oleh karena itu, jika Bumil menyadari gerakan bayi berkurang, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter ya.
2. Perut terasa lebih kecil dari usia kehamilan
Idealnya, perut ibu hamil akan terus membesar sesuai perkembangan janin dan volume air ketuban. Namun, jika volume air ketuban menurun, rahim tidak akan mengembang sebesar seharusnya sesuai usia kandungan. Akibatnya, perut ibu tampak lebih kecil atau tidak sebanding dengan usia kehamilan.
Kondisi ini perlu diwaspadai ya, Bun. Soalnya, perut yang lebih kecil dari usia kehamilan bisa menjadi ciri-ciri air ketuban berkurang.
3. Keluar cairan dari vagina
Keluar cairan dari vagina secara terus-menerus adalah salah satu ciri-ciri air ketuban berkurang. Ketika cairan ketuban keluar dari vagina, jumlah air ketuban yang tersisa di dalam rahim akan berkurang.
Kondisi ini dapat membuat janin tidak lagi terlindungi dengan baik, sehingga berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, infeksi, atau masalah lain. Oleh karena itu, jika ibu hamil mengalami keluar cairan yang tidak biasa, terutama yang terus-menerus, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter ya.
4. Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah
Ciri-ciri air ketuban berkurang juga bisa ditandai dengan munculnya nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian bawah. Cairan ketuban yang sedikit dapat menyebabkan rahim terasa lebih tegang atau kencang, sehingga ibu hamil bisa merasakan perut kencang, nyeri, atau rasa tidak nyaman.
Selain itu, kurangnya cairan ketuban membuat rahim kehilangan fleksibilitasnya, sehingga gerakan janin atau kontraksi ringan bisa terasa lebih sakit.
5. Detak jantung janin tidak normal
Air ketuban berfungsi melindungi janin dan membantu aliran oksigen serta nutrisi dari ibu ke bayi. Saat air ketuban berkurang, janin akan lebih mudah mengalami tekanan dari dinding rahim, tali pusat, atau posisi janin yang menekan secara langsung. Kondisi ini dapat membuat detak jantung janin menjadi lebih lambat, tidak stabil, atau berubah-ubah.
Detak jantung yang tidak normal menandakan bahwa janin mungkin sedang mengalami kesulitan dalam mendapatkan oksigen atau nutrisi yang cukup, Bumil.
Itulah ciri-ciri air ketuban berkurang yang perlu dikenali. Sebenarnya, ciri-ciri ini dapat dideteksi dan ditangani lebih dini oleh dokter saat ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan melalui USG. Oleh karena itu, pastikan Bumil melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin agar kondisi kehamilan dapat dipantau ya.
Agar kehamilan tetap berjalan optimal, Bumil bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter atau Buat Janji Konsultasi di aplikasi Alodokter, untuk mendapatkan saran medis yang tepat.
