Gigitan anjing sering kali menyebabkan luka, baik berukuran kecil maupun besar. Meskipun dapat terjadi pada siapa saja, luka gigitan anjing lebih sering terjadi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Penanganan luka gigitan anjing perlu dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan infeksi.

Kebanyakan luka gigitan anjing pada anak-anak terjadi di kepala dan leher. Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, luka gigitan anjing lebih sering terjadi di lengan dan kaki. Perbedaan lokasi gigitan ini tergantung pada tinggi anjing dan tinggi orang yang digigit.

5 Langkah Penanganan Luka Gigitan Anjing - Alodokter

Bahaya Gigitan Anjing

Hal pertama yang harus Anda lakukan setelah digigit anjing adalah segera menjaga jarak dengan anjing tersebut. Hal ini penting untuk mengurangi risiko Anda digigit lagi. Saat situasinya sudah aman, Anda bisa mencari tahu apakah anjing tersebut terinfeksi oleh rabies atau tidak.

Jika Anda mengetahui pemilik anjing yang menggigigit Anda, mintalah riwayat vaksinasi anjing tersebut. Pastikan untuk mendapatkan nama pemilik, nomor telepon, dan informasi kontak dokter hewan tempat anjing itu divaksinasi.

Jika anjing yang menggigit Anda tidak didampingi oleh pemiliknya, tanyakan kepada orang-orang di sekitar tempat kejadian apakah ada yang mengenal pemilik anjing tersebut agar Anda bisa mencari tahu data-data di atas. Semua data ini diperlukan untuk menentukan perlu atau tidaknya Anda mendapatkan vaksin rabies.

Luka gigitan anjing dapat menyebabkan beberapa kondisi berikut:

  • Infeksi bakteri
    Mulut anjing sangat kotor dan mengandung kuman yang dapat menyebabkan infeksi serius pada kulit terluka. Risiko infeksi akan lebih tinggi pada orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh dan penderita diabetes.
  • Kerusakan saraf dan otot
    Gigitan yang dalam dapat menyebabkan kerusakan pada saraf, otot, dan pembuluh darah di bawah kulit. Risiko ini ada pada semua kondisi luka gigitan anjing, termasuk luka yang tampak kecil seperti luka tusuk.
  • Patah tulang
    Gigitan oleh anjing yang besar dapat menyebabkan patah tulang, terutama di area tungkai, kaki, lengan, dan tangan.
  • Rabies
    Rabies adalah infeksi virus serius yang memengaruhi sistem saraf pusat. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan kematian.
  • Tetanus
    Tetanus merupakan infeksi bakteri yang dapat berisiko fatal bila terjadi pada orang yang belum mendapat vaksin tetanus

Pertolongan Pertama pada Luka Gigitan Anjing

Jenis pertolongan pada luka tergantung pada tingkat keparahan luka gigitan anjing. Secara umum, berikut ini adalah pertolongan pertama yang perlu Anda lakukan:

1. Cuci bekas gigitan anjing sampai bersih

Jika kulit Anda tidak terluka, cuci area tersebut dengan air hangat dan sabun. Anda juga bisa mengoleskan larutan antiseptik ke area luka untuk mencegah infeksi.

2. Cuci dan tekan area yang terluka

Jika kulit Anda terluka, cuci area tersebut dengan sabun dan air hangat, serta tekan perlahan lukanya untuk membantu mengeluarkan dan membersihkan kuman.

3. Balut luka dengan kain

Jika luka gigitan berdarah, gunakan kain bersih dan tekan luka dengan lembut untuk menghentikan perdarahan. Anda juga bisa menutup luka dengan perban steril.

4. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Bila terasa sakit, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, untuk mengurangi rasa sakitnya.

5. Periksakan diri ke dokter

Jika muncul tanda-tanda infeksi, seperti luka memerah, bengkak, teraba hangat, atau bernanah, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan obat antibiotik yang sesuai. Biasanya dokter akan memberikan antibiotik, seperti amoxicillin-asam clavulanat, untuk dikonsumsi selama 3–5 hari.

Jika luka tetap berdarah meskipun telah dilakukan penekanan pada luka selama 10 menit atau darah mengalir deras dari luka, Anda perlu segera mendapat penanganan di instalasi gawat darurat (IGD).

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter bila anjing yang menggigit Anda tidak diketahui riwayat vaksinasi rabiesnya, anjing tersebut tampak sakit, atau Anda berada di area yang endemis rabies.

Untuk mencegah komplikasi yang berbahaya akibat infeksi pada luka gigitan anjing, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, meskipun lukanya tampak kecil. Anda perlu menyampaikan kepada dokter mengenai riwayat vaksin tetanus Anda, karena luka akibat gigitan anjing juga berisiko menyebabkan tetanus.

Dokter akan memberikan vaksin tetanus sesuai cakupan riwayat vaksinasi tetanus Anda. Booster vaksin tetanus harus diberikan jika sudah lebih dari 5 tahun sejak terakhir kali Anda mendapat vaksin tetanus.

Penanganan luka gigitan anjing perlu dilakukan dengan benar. Riwayat vaksinasi anjing yang menggigit Anda pun perlu ditelusuri sebisa mungkin. Dengan begitu, risiko terjadinya komplikasi akibat luka gigitan anjing bisa ditekan.

Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, SpB, FINACS
(Dokter Spesialis Bedah)