Vaksin Anti Rabies

Pemberian vaksin anti rabies (VAR) setelah tergigit hewan yang diduga membawa virus rabies merupakan cara terbaik agar terhindar dari rabies. Vaksin ini berfungsi untuk merangsang antibodi penetral virus rabies.

Dosis pemberian vaksin setelah tergigit hewan yang diduga membawa virus rabies pada tiap orang dapat berbeda-beda. Umumnya, vaksin diberikan sebanyak 4 kali pada orang yang belum pernah divaksin, dalam periode 21 hari. Sedangkan bagi orang yang pernah menerima vaksin, maka pemberian hanya dilakukan 2 kali dalam periode 3 hari. Seseorang yang akan melakukan aktivitas berisiko tinggi terpapar virus rabies, juga dianjurkan untuk menerima vaksin tambahan sebelum menjalani aktivitas tersebut.

Vaksin diberikan melalui suntikan ke otot di sekitar lengan bagian atas (deltoid) atau paha.

Setelah diberikan vaksin rabies, dapat timbul ruam, pembengkakan, dan sakit pada area yang disuntik. Selain itu, pemberian vaksin ini juga dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Nyeri otot

Serum Anti Rabies

Serum anti rabies (SAR) juga berfungsi untuk menetralkan virus pada luka sekaligus memberikan perlindungan selama 7-10 hari sebelum antibodi yang terbentuk dari vaksin muncul. Serum anti rabies akan diberikan pada orang yang mengalami luka dengan risiko tinggi.

Dosis pemberian serum anti rabies pada tiap orang dapat berbeda, disesuaikan dengan berat badan pasien. Umumnya, dosis pemberian serum anti rabies adalah 20 atau 40 IU/kgBB, tergantung jenis serum yang diberikan.