Belum ada pemeriksaan yang dapat mendiagnosis rabies sesaat setelah seseorang digigit hewan yang diduga membawa virus rabies. Rabies hanya dapat dideteksi ketika gejalanya sudah muncul. Pada pasien yang baru tergigit atau tercakar hewan yang diduga terinfeksi virus rabies, dokterĀ akan memberikan vaksin. Vaksin yang diberikan berfungsi membantu tubuh melawan virus penyebab rabies.

Sebelum memberikan vaksin, dokter akan melakukan pengamatan pada kondisi pasien terlebih dahulu. Pasien akan diberikan pertanyaan terkait riwayat kesehatan, obat-obatan yang pernah atau tengah digunakan, dan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dokter juga akan memeriksa perubahan yang dapat terjadi pada suhu tubuh, irama jantung, pernapasan, dan tekanan darah.

Pasien diharapkan memberi tahu semua informasi yang dibutuhkan dokter, terutama jika tengah menggunakan obat-obatan untuk mengatasi rheumatoid arthritis atau obat-obatan untuk mengatasi malaria, seperti chloroquine. Obat tersebut dapat mengurangi efektivitas vaksin yang akan diberikan dokter.

Apabila rabies telah menunjukan gejala, maka beberapa pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk mendiagnosis. Prosedur yang digunakan dapat berupa tes darah, CT scan, dan punksi lumbal atau pengambilan sampel cairan otak dan saraf tulang belakang.