Rabies adalah penyakit yang sangat mungkin untuk dihindari. Beberapa upaya di bawah ini juga dapat membantu dalam pencegahan rabies:

  • Tetap menerima vaksin sebelum melakukan aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan tertular virus rabies, meskipun pernah divaksin.
  • Melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing.
  • Tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di luar.
  • Melaporkan hewan-hewan liar ke lembaga yang bertanggung jawab untuk mengawasi hewan liar.
  • Mengubur setidaknya sedalam 1 meter, atau membakar hewan yang mati akibat rabies.
  • Menghindari kontak langsung dengan hewan liar.

Selain itu, orang-orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus ini, seperti staf laboratorium, pengasuh hewan atau dokter hewan, dan orang-orang yang dekat dengan alam liar, dianjurkan untuk menerima vaksin yang bertujuan untuk mencegah rabies. Vaksin yang akan diterima awalnya adalah 3 dosis dalam periode 28 hari, yang kemudian dapat diberikan kembali dosis tambahan tiap 2-3 tahun apabila orang tersebut masih memiliki aktivitas yang berisiko tinggi terpapar rabies. Bagi wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata yang terdapat hewan liar, vaksin diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 4 minggu.